28.5 C
Jakarta
Selasa, 30 November, 2021

Jaringan Blockchain MIT Proses Transaksi Kripto 4 Kali Lebih Cepat

duniafintech.com – Peneliti MIT telah mengembangkan skema rute transaksi yang lebih efisien yang disebut “Spider” yang mereka katakan dapat mempercepat pergerakan mata uang digital empat kali lipat.

Kolaborasi industri, konsorsium, dan vendor telah berupaya mengatasi masalah untuk meningkatkan skala transaksi kripto berbasis Blockchain, baik dalam hal ukuran maupun efisiensi. 

Jika langkah MIT ini berhasil, maka mata uang digital dapat menyaingi perbankan tradisional dan bahkan membuat kartu kredit menjadi tidak berguna, karena rekening bank dan kredit seseorang akan terikat pada infrastruktur kunci publik yang tidak bisa dikendalikan oleh bank.

Meskipun adopsi dan penggunaan kripto aset semakin berkembang, kemampuan untuk melakukan pembayaran cepat dengan skala menggunakan Blockchain tetap menjadi tantangan. Para peneliti MIT berencana untuk menyajikan rincian lebih lanjut tentang teknologi di Simposium USENIX tentang Desain dan Implementasi Sistem Jaringan pada akhir Februari ini.

Baca juga: 

Jaringan kripto aset saat ini hanya memungkinkan sejumlah kecil data per blok dan membutuhkan beberapa menit untuk memproses setiap transaksi. Misalnya, Bitcoin ledger rata-rata menghasilkan antara 3,3 dan 7 transaksi per detik (TPS), sementara Ethereum mencapai antara 10 hingga 30 TPS. Sebagai perbandingan, jaringan Visa memproses sekitar 1.700 transaksi per detik (TPS) rata-rata – dan bahkan lebih banyak lagi saat peak load (beban puncak/tingkat transaksi sedang tinggi)

Meskipun terbuka dan efisien karena transaksi dalam teknologi buku besar yang didistribusikan secara peer-to-peer dapat dilihat secara real time, masalah kinerja Blockchain adalah sesuatu yang masih harus diselesaikan. 

Skema Routing Spider MIT

Skema routing Spider mengemas transaksi dan menggunakan protokol transport multi-jalur untuk mencapai high-throughput routing di PCN (payment channel network). ‘Pengemasan’ ini memungkinkan Spider untuk menyelesaikan bahkan transaksi besar pada saluran pembayaran berkapasitas rendah seiring waktu, sementara protokol kontrol kemacetan multi-jalur memastikan penggunaan seimbang saluran dan keadilan lintas aliran. Informasi ini disampaikan oleh para peneliti melalui makalah mereka.

Pada akhirnya, semakin seimbang rute PCN, semakin kecil kapasitas yang dibutuhkan. artinya, dana yang dikirimkan ke semua rekening akan sampai dalam waktu yang lebih cepat.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pengertian e-Polis Asuransi dan Contohnya

JAKARTA, duniafintech.com - E-polis asuransi adalah versi digital atau elektronik (polis digital) dari polis asuransi, termasuk asuransi kesehatan, yang kini mulai diterapkan oleh sejumlah...

Jadi Trending Twitter, Apa Itu Binance Coin (BNB)?

JAKARTA, duniafintech.com - Binance Coin (BNB) sedang trending di Twitter pada hari ini, Selasa (30/11), dan masih cukup hype sampai sekarang. Popularitas aset crypto...

Manfaat Asuransi Proyek hingga Daftar Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com - Asuransi proyek adalah proteksi yang diberikan terhadap sektor proyek konstruksi yang diketahui punya risiko tinggi. Polis pertanggungan ini bakal memberikan perlindungan...

Cara Ikut Lelang Mobil Asuransi, Siapkan Persyaratan Berikut Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Lelang mobil asuransi adalah salah satu cara saat mengatasi ganti rugi. Sebagaimana jamak diketahui, di antara risiko yang dijamin dalam asuransi...

Varian Covid-19 Omicron Gagal Menjegal Bitcoin Cs

JAKARTA, duniafintech.com – Pada hari ini, Selasa (30/11) pagi waktu Indonesia, mayoritas harga kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) kembali diperdagangkan di zona positif. Hal...
LANGUAGE