26.8 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Bukalapak Peroleh Suntikan Pinjaman Rp2 Triliun Dari Bank DBS

PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS) mengumumkan penyaluran dana pinjaman sebesar Rp2 triliun kepada perusahaan teknologi e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA).

Dana pinjaman ini adalah uncommitted revolving short-term loan dengan tenor selama satu tahun hingga 12 November 2022, dengan perjanjian pinjaman yang dibuat tanpa ada pemberian jaminan atau agunan secara khusus. 

Kunardy Lie, Corporate Banking Director PT Bank DBS Indonesia mengatakan, kerja sama ini merupakan fasilitas peminjaman dana terbesar yang diberikan oleh Bank DBS Indonesia kepada pelaku e-commerce, sekaligus menandai pinjaman perdana yang pernah diterima oleh Bukalapak. 

“Ini adalah sebuah transaksi yang bersejarah bagi kami dan juga bagi industri teknologi all-commerce di Indonesia,” katanya dalam keterangannya, Kamis (18/11).

Fasilitas pinjaman bertenor satu tahun tersebut memiliki bunga sebesar 4,5% per tahun atau tingkat suku bunga lainnya yang disetujui oleh para pihak sebelum penarikan dengan jangka waktu maksimal tiga bulan dan wajib dibayarkan pada akhir bulan yang bersangkutan.

Kurnady mengatakan, hal ini merupakan transaksi yang sangat istimewa, melalui kerja sama dana pinjaman dengan nilai yang signifikan dan diberikan kepada perusahaan e-commerce pertama tanah air yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk mengembangkan bisnisnya. 

“Bank DBS Indonesia sangat mendukung kiprah Bukalapak dalam mendorong pertumbuhan UKM di Indonesia, dan dengan pemberian utang tersebut, Bank DBS Indonesia juga secara tidak langsung telah mendukung perkembangan UKM di Indonesia,” ujarnya.

Strategi Bukalapak Untuk Diversifikasi Sumber Pendanaan

Sementara itu, President Director PT Bukalapak.com Tbk Rachmat Kaimuddin mengatakan, perolehan fasilitas pinjaman ini merupakan bagian dari strategi Bukalapak untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan selain dari ekuitas. 

Hal ini, sambungnya, juga menunjukkan makin tingginya tingkat kepercayaan industri keuangan terhadap perkembangan bisnis Bukalapak. Untuk itu, dia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Bank DBS Indonesia dalam upaya memperkuat posisi keuangan perseroan.

“Bukalapak akan terus berfokus mempertahankan momentum kinerja perusahaan yang semakin membaik demi pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan profitabilitas,” ucap Rachmat.

Adapun, sebagai bank yang memahami akan kebutuhan nasabah, Bank DBS Indonesia memberikan beragam fasilitas perbankan bagi nasabah korporasi termasuk UKM. 

Hal ini juga sekaligus mengukuhkan komitmen Bank DBS Indonesia mengadopsi open banking dengan bersinergi bersama marketplace, penyelenggara jasa sistem pembayaran, fintech, atau pelaku industri digital lainnya. 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi Indonesia Terdaftar BEI, Ini Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya dapat menjadi pilihan untuk investasi. Di samping memiliki produknya, kamu pun...

Cara Bayar Kredivo Lewat Alfamart, Ini Panduan Mudahnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Kredivo lewat Alfamart sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Kredivo sendiri menjadi salah satu layanan kredit online...

Daftar Fintech Berizin OJK Jadi 102, Ini Rinciannya

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar fintech berizin kembali dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2022 lalu. Dalam catatan OJK, total jumlah penyelenggara fintech...

Cara Investasi Emas untuk Pemula, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas untuk pemula, apakah susah? Tentu saja tidak. Bahkan, caranya gampang sekali. Seperti diketahui, emas memang bukan hanya populer sebagai...

Secara Analisis Teknikal, Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Masih Wajar

JAKARTA, duniafintech.com - Penurunan harga Bitcoin yang saat ini berada pada level sekitar Rp300 jutaan masih dalam batas wajar jika ditinjau dari analisis teknikal....
LANGUAGE