31.8 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Capex: Pengertian, Contoh, dan Penggunaannya

Capex adalah pengeluaran yang dialokasikan perusahaan untuk membeli, mengganti, merawat, atau memperbaiki aset tetap berwujud maupun tidak berwujud. Biasanya, aset tersebut digunakan untuk operasional bisnis yang masa pakainya lebih dari satu tahun.

Sebagai investor pasar modal tentu harus memahami bagaimana sebuah bisnis bekerja, karena dalam berbisnis tentu ada modal yang dikeluarkan oleh perusahaan. Salah satu pengeluaran yang dicatat adalah belanja modal atau capital expenditure. Dengan memahaminya, maka akan memberikan pandangan kepada investor tentang seberapa pesat ekspansi yang dilakukan emiten. Selain itu, juga akan menginformasikan seberapa sehat keuangan emiten yang sahamnya investor koleksi.

Aset yang dianggap oleh capital expenditure adalah aset penunjang keberlangsungan operasional untuk meningkatkan pendapatan dan profit. Anggaran capital expenditure biasanya berasal dari keuntungan operasional. Namun, ada beberapa perusahaan membeli aset tetap dengan dana yang diperoleh dari pinjaman. Dengan kata lain, capex adalah hasil belanja aset tetap untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. Karena aset hasil belanja modal akan menjadi pendukung operasional bisnis, maka dari itu dicatat dalam arus kas investasi.

Contoh Capex (Capital Expenditure)

Capital expenditure adalah uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan jangka panjang berupa aset berwujud dan aset tak berwujud. Aset berwujud berupa kendaraan, gedung, bangunan, tanah, peralatan mesin, furniture, komputer, dan lain sebagainya. Sedangkan aset tak berwujud berupa hak paten, merek dagang, hak cipta, kekayaan intelektual, dan lisensi. Keduanya termasuk aset dapat dijual ketika dibutuhkan oleh perusahaan. Namun, perlu diketahui bahwa pengeluaran sehari-hari seperti bahan bakar, sewa gedung, upah karyawan, dan lain-lain tidak termasuk dalam bagian capital expenditure.

Sebagai contoh, ada sebuah bisnis jasa fotokopi melakukan penambahan pembelian mesin fotokopi untuk bisnisnya, maka pembelian tersebut dicatat sebagai capital expenditure. Sedangkan biaya yang keluar untuk kertas, tinta, dan upah pekerja tidak dicatat sebagai capital expenditure.

Tapi, jika ternyata mesin fotokopi tersebut merupakan barang sewaan maka tidak dikategorikan sebagai capital expenditure. Pada intinya capital expenditure adalah belanja modal untuk menambah total aset perusahaan. Ringkasnya, dalam sewa tidak ada kepemilikan di dalamnya melainkan sebagai hak guna. 

Pembelian mesin fotokopi tersebut nantinya akan dicatat sebagai aset tetap dalam balance sheet. Sedangkan kertas dan tinta fotokopi nanti akan dicatat sebagai pengeluaran dalam laporan laba rugi. Pajak dari kedua macam pengeluaran itu pun akan dikenakan pajak yang berbeda.

Penggunaan Capex

Menurut Shapiro (2005), penggunaan belanja modal atau capital expenditure adalah sebagai berikut:

  1. Mengganti Peralatan Usang

Capital expenditure dapat dianggarkan untuk mengganti aset lama yang sudah usang atau habis masa pakainya. Sebagai contoh, perusahaan A adalah perusahaan yang bergerak di bidang IT dan memutuskan untuk membeli komputer baru untuk mengganti komputer lama yang sudah rusak.

  1. Pertumbuhan Penjualan Produk Sudah Ada

Capital expenditure juga dapat dianggarkan untuk ekspansi jumlah pasokan produk yang sudah ada dan pasti membutuhkan mesin tambahan. Dengan tujuan memproduksi lebih banyak lagi untuk memenuhi permintaan pasar yang tidak terlayani.

  1. Ekspansi Produk Baru

Belanja modal dapat dikeluarkan untuk membeli mesin peralatan tertentu, sebab adanya kebutuhan baru setelah perusahaan memutuskan untuk memasarkan produk baru mereka. Misalnya, ada perusahaan beras yang memutuskan untuk berbisnis minyak sawit juga. Nah, untuk membangun pabrik sawit tersebut, maka seluruh biaya yang diperlukan untuk membangun pabrik tersebut dicatat sebagai capital expenditure.

  1. Memenuhi Kebutuhan Hukum yang Berlaku

Capital expenditure jenis ini dikeluarkan guna menyesuaikan dengan hukum yang berlaku. Misalnya adalah ketika ada regulasi tentang kepatuhan ramah lingkungan, maka para perusahaan tekstil harus memasang filter dan mengolah limbah mereka sebelum membuangnya ke sungai.

Kesimpulan

Semua biaya yang dikeluarkan untuk capital expenditure atau belanja modal akan tercatat dalam arus kas investasi dan aset yang sudah dibeli akan masuk aset tetap serta bisa ditemukan di bagian neraca.

 

Penulis: Kontributor

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...

Menyasar Timur Indonesia, Pemerintah Tambah Kuota Ekspor Produsen Minyak Goreng 

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah akan memberikan insentif berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng bagi produsen yang memasok minyak goreng ke wilayah Indonesia...

Asuransi Mobil Bekas, Segini Besaran Preminya

JAKARTA, duniafintech.com – Kehadiran asuransi mobil bekas tentunya akan memberikan proteksi sekaligus kenyamanan bagi pemilik kendaraan. Bukan hanya untuk mobil baru, asuransi mobil memang sangat...

HFIS BPJS Kesehatan, Begini Cara Menggunakannya

JAKARTA, duniafintech.com – Aplikasi HFIS BPJS Kesehatan merupakan aplikasi yang digunakan untuk menghimpun data milik fasilitas kesehatan mitra BPJS. Aplikasi ini adalah akronim dari Health...
LANGUAGE