23.7 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juli, 2024

Cara Membuat Uang Bekerja Untuk Kita, Bagaimana?

JAKARTA, duniafintech.com – Cara membuat uang bekerja untuk kita berarti harus bisa mengendalikan uang yang Anda miliki. Kemudian, uang tersebut akan digunakan sebagai suatu kendali dalam meningkatkan stabilitas dan keamanan keuangan Anda. 

Namun pada intinya, Anda dituntut untuk dapat mengatur keuangan yang dimiliki. Misalnya saja, Anda memiliki dana sebanyak Rp3 juta lalu menjadi Rp4 juta, dan terus berkembang dan berlipat dengan cepat. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan untuk memahami dan mempelajari cara yang lebih baik dalam penggunaannya. 

Ada dua cara untuk menjadikan pemasukan aktif Anda sebagai sarana penambah uang, yakni sektor riil dan pasar modal. Sektor riil yang paling terlihat adalah apabila seseorang memiliki HAKI (hak kekayaan intelektual) melalui metode penulisan buku, paten, dan lainnya.

Kemudian, ada juga yang memulai usaha kecil-kecilan dengan membuka warung, mengikuti agen asuransi, arisan, dan lain-lain yang juga merupakan contoh dari sektor riil.

Uang terus menerus berputar untuk bisa mencari uang lainnya. Jika sektor riil ini membutuhkan tenaga lebih dalam untuk mengerjakannya, maka pasar modal tidak begitu membutuhkan tenaga sebanding dengan sektor riil.

Lantas, bagaimana cara membuat uang bekerja untuk kita ketika ingin mencari uang di pasar modal? Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda coba, yakni investasi saham dan surat utang.

5 Cara Membuat Uang Bekerja Untuk Kita

  1. Saham

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang merupakan sebagian kecil dari seluruh nilai aset suatu perusahaan. Mulailah berinvestasi saham sedini mungkin karena saham memiliki nilai yang berubah-ubah setiap harinya.

Setidaknya, bagi seorang investor dalam berinvestasi pada saham selama lima hingga sepuluh tahun, mereka melakukannya agar keuntungannya bisa lebih maksimal. Sebelum mereka bisa memiliki saham, maka harus membuka rekening saham melalui sekuritas atau broker.

Siapkan pula alokasi dana untuk disetor atau dibelikan saham setiap bulannya jika memakai strategi dollar cost averaging (DCA). Perlu diingat, jika dalam investasi saham, maka belilah perusahaan yang mempunyai rekam jejak dan manajemen keuangan yang bagus serta rutin dalam membagikan dividen (keuntungan) kepada para investornya.

  1. Reksa Dana

Reksa dana merupakan salah satu produk turunan dari instrumen investasi. Berbeda dengan saham yang kita sebagai pemilik yang mengendalikan, reksa dana dikendalikan oleh manajer investasi untuk membantu kita dalam mengelola dana yang kita investasikan.

Kini, investasi reksa dana dapat dibeli melalui bank, sekuritas, maupun ke manajer investasi langsung. Dalam berinvestasi di reksa dana, perhatikan lembar fakta pendanaan (fund fact sheet) dan prospektus yang dimiliki oleh setiap reksa dana. Jangan lupa juga untuk memperhatikan tren reksa dana di masa lampau untuk dapat memperkirakan performanya di masa depan.

Reksa dana sendiri memang tidak perlu terlalu memakan waktu investornya untuk menganalisa banyak hal. Hanya perlu disesuaikan dengan profil risikonya masing-masing, sehingga mereka bisa memilih untuk berinvestasi di reksa dana jenis pasar uang, obligasi, indeks, atau saham.

  1. Trading

Trading merupakan instrumen investasi yang memiliki berbagai macam jenis seperti saham, option, ETF (exchange traded fund), dan CFD (contract for difference). Namun, trading yang cukup terkenal di Indonesia saat ini adalah trading forex atau jual-beli valuta asing yang uangnya tidak pernah kita sentuh.

Trading forex kini menjadi suatu hal yang sering dianggap menyebabkan banyak kerugian bagi sebagian orang. Padahal, itu semua bukan semata-mata forex-nya yang bermasalah, tetapi para tradernya yang salah perhitungan. Trading ini tidak dapat dimulai dengan modal yang kecil sehingga langkah-langkah trader awal sering kali meleset.

  1. Bisnis

Peluang bisnis yang dijalankan lewat sektor riil dari margin keuntungan. Ketika berbisnis, lakukanlah sebuah bisnis yang membuat bisnis tersebut dapat dijual kembali.

Bila kita ingin memiliki bisnis yang banyak menghasilkan, maka sempurnakanlah terlebih dahulu bisnis tersebut dengan menggunakan sistem yang baik. Mengapa?

Karena sistem yang baik dapat diduplikasi sehingga memungkinkan bisnis kita untuk menarik kerja sama dengan pihak lan. Kerja sama tersebut yang nantinya akan memunculkan pendapatan pasif (passive income) agar kita tidak harus aktif mengurus bisnis ini seumur hidup.

  1. HAKI

Cara membuat uang bekerja untuk kita yang terakhir adalah mengambil peluang mendapatkan uang dari hak kekayaan intelektual (HAKI). Saat ini, HAKI sudah dapat diklaim dalam bentuk aset digital. Seiring dengan berjalannya waktu, HAKI yang baik bisa menjadi sangat mahal harganya.

Contoh-contoh yang paling umum dari HAKI adalah menulis buku, menciptakan lagu, membuat tokoh karakter, dan beberapa pekerjaan seni lainnya. HAKI tentu sangat menarik karena tidak hanya dapat meningkatkan aset dan pendapatan seseorang saja. Namun, HAKI juga bisa meningkatkan ketenaran dan status sosial.

Untuk memiliki HAKI, maka Anda harus memulainya dengan menekuni hal yang disukai atau hobi masing-masing orang serta membagikannya di media sosial untuk mempermudah jalan Anda untuk mendapatkan aset digital.

Kemudian, bisa juga dengan investasi surat utang atau obligasi. Pada instrumen obligasi, maka pihak yang berutang wajib melakukan pembayaran utang pokoknya beserta bunganya. Harga obligasi sangat fluktuatif, bisa saja naik atau turun, tapi tidak sebanyak harga saham, mekanisme perubahan harga obligasi dipengaruhi oleh laju bunga obligasi dan suku bunga acuan.

Jika melakukan investasi pada obligasi, maka pendapatan Anda akan bertambah melalui bunga yang dibayarkan.

Obligasi ini dibagi menjadi dua yakni pemerintah dan swasta. Perlu untuk diperhatikan lebih lanjut apabila ingin berinvestasi obligasi di swasta adalah nilai dari perusahaannya.

Jadi, semakin buruk nilai suatu perusahaan, maka bunga yang akan diberikan bisa lebih tinggi, tetapi potensi gagal bayar juga semakin tinggi.

Selain Anda berinvestasi pada sektor riil melalui HAKI atau berbisnis dan berinvestasi pada saham serta obligasi, ada cara lain yang bisa dilakukan oleh beberapa orang untuk mendapatkan pemasukan pasif, yakni dengan menyewakan properti.

Nilai dari properti pada dasarnya selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sehingga berinvestasi pada penyewaan properti cukup menjanjikan. Karena dalam investasi pada properti harus lebih produktif ketika memberikan arus uang tanpa kehilangan asetnya, maka itu penyewaan pun menjadi jawabannya. Perhatikan juga persentase hasil sewa pada setiap properti.

Karena setiap properti bisa saja memiliki persentase hasil sewa yang berbeda-beda. Sebagai contoh, properti tanah kosong hanya memiliki 0,5 hingga 3 persen hasil sewa. Lain lagi dengan rumah sewa yang angkanya jauh lebih besar dibandingkan tanah kosong saja, dapat memiliki persentase 3-5 persen hasil sewa.

Kesimpulan

Setelah Anda mengetahui cara-cara membuat uang bekerja untuk kita dan apa saja yang dapat dilakukan untuk bisa mendapatkan pemasukan pasif, kini mari berbicara mengenai kiat mengatur keuangan dengan mudah. 

Ada tiga prinsip untuk menjadi kaya, yaitu:

  • Pengeluaran lebih sedikit dari pendapatan.
  • Investasikan selisih antara pendapatan dan pengeluaran.
  • Bunga hasil investasi diinvestasikan kembali sehingga menjadi pendapatan pasif.

Usahakan untuk alokasikan seluruh selisih dari pengeluaran bulanan Anda untuk berinvestasi. Investasi memang tidak bisa melihat besar kecilnya uang, karena jika semakin kecil nilai investasi, maka semakin sering dan disiplin juga Anda untuk terus berinvestasi.

Apabila Anda bingung harus memulai berinvestasi dari mana, mulailah dengan tujuan investasi kamu, apakah untuk membeli rumah, pensiun, dan pendidikan. Misalnya saja untuk tujuan pensiun atau jangka panjang, maka reksa dana saham bisa menjadi salah satu pilihan yang bisa dibeli secara berkala setiap bulan.

Jangan pernah takut dengan penurunan, karena akan diutilisiasikan dan disimpan dalam kurun waktu yang lama. Pelajari pula seluruh instrumen investasi agar Anda dapat mengaplikasikannya secara langsung di kemudian hari yang sesuai dengan profil risiko individu pada masing-masing orang. Perlu diingat, bila investasinya menguntungkan, maka Anda harus mengamankan keuntungan di tempat lain yang lebih aman.

 

 

Penulis: Kontributor / Muhamad Raihan Muarif

Editor: Anju Mahendra

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU