25 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Sulit Kelola Keuangan di Masa Pandemi Covid-19? Simak 7 Cara Ini

Cara mengatur keuangan pada masa pandemi Covid-19 saat ini, memang terkesan sulit. Apalagi untuk mengelola biaya pengeluaran sehari-hari. Meski sudah ditekan, terkadang masih saja ada pengeluaran yang terasa berlebihan.

Karena itu, tetap penting untuk memperhatikan manajemen keuangan agar kebutuhan tercukupi. Manajemen keuangan yang baik, apalagi di tengah pandemi yang belum tahu kapan usai ini, menjadi solusi yang penting untuk dicermati.

Cara Mengatur Keuangan saat PandemiĀ 

Akun Instagram resmi Kementerian Ketenagakerjaan @kemnaker mencatat, terdapat 7 cara mengatur keuangan pada masa pandemi ini. Ketujuh cara itu pun ternyata, kurang lebih, mungkin pernah kita lakukan sebelumnya, tetapi kurang disadari. Misalnya, mencatat transaksi keuangan keluar dan masuk atau sekadar membawa bekal ke tempat kerja.

“Beberapa tips berikut ini dapat membantu Rekanaker dalam mengatur keuangan selama pandemi sehingga finansial Rekanaker akan tetap stabil hingga pandemi usai. Semoga bermanfaat,” demikian tulis Instagram Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan) pada Rabu (8/9/2021).

  1. Catat transaksi keuangan yang keluar dan masuk.

Mencatat transaksi keuangan, kenapa tidak? Bahkan, saat ini, pencatatan manual alias di buku tulis pun sudah jamak ditinggalkan. Pasalnya, mencatat pengeluaran pun saat ini bisa dilakukan melalui ponsel. Aplikasi pencatat pengeluaran pun bertebaran dan tinggal diunduh saja.

Karena itu, mulailah untuk mencatat transaksi keluar dan masuk uang per harinya dan rasakan manfaatnya.

  1. Lakukan peninjauan dalam semua transaksi.

Sudah mencatat transaksi uang masuk dan keluar? Kini, saatnya untuk meninjau hal itu. Jika transaksi keuangan terkesan berlebihan, cobalah untuk menguranginya. Namun, jika stabil, pertahankan.

Peninjauan terhadap pelbagai transaksi yang terakumulasi itulah yang akan mengarahkan kita untuk mengambil keputusan keuangan di hari-hari/bulan-bulan berikutnya.

  1. Cari pekerjaan sampingan untuk menambah pemasukan.

Pada masa pandemi, apalagi saat keuangan di tempat bekerja juga kurang stabil dan hal ini berpengaruh terhadap pemasukan, mencari pekerjaan sampingan adalah solusi utama. Berjualan di lapak-lapak online? Itu bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin pengahasilan tambahan.

Bekerja paruh waktu di lain tempat? Bisa juga. Pekerjaan sampingan tidak harus berat dan menguras waktu. Yang jelas, ia akan menambah pemasukan Anda.

  1. Tetapkan anggaran yang memang harus keluar.

Mengatur pengeluaran memang gampang-gampang sulit. Akan tetapi, semua itu bisa diakali jika Anda sudah mengetahui anggaran apa saja yang harus diprioritaskan. Ingat kata kuncinya: prioritas. Jika bukan prioritas, usahakan tidak ada anggaran untuk pengeluaran yang nantinya terbuang sia-sia.

Jika Anda sudah meninjau semua transaksi Anda, sebagaimana tips nomor 2 di atas, tentu Anda sudah tahu anggaran mana yang harus keluar dan yang mestinya tidak perlu.

  1. Makan di rumah atau bawa bekal ke kantor.

Ini adalah tips yang terdengar sederhana, tetapi sejatinya sangat bermanfaat. Bagi sebagian orang, makan di rumah atau membawa bekal ke tempat kerja/kantor mungkin terkesan merepotkan atau bahkan tidak penting. Namun, percayalah, mengurangi makan di luar bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin menekan pengeluaran.

Sebagian orang yang melakukan hal ini pasti akan menghemat sejumlah uang dan biasanya bisa dialokasikan untuk pengeluaran lain atau disimpan ke dalam dana tak terduga. Tentu saja uangnya juga bisa diinvestasikan.

  1. Simpan dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga.

Anggaran tak terduga harus ada dalam perusahaan atau instansi. Lantas, kenapa rumah tangga atau perorangan tidak melakukannnya juga?

Susunlah anggaran pengeluaran Anda secara cermat dan siapkan dana cadangan setelahnya. Untuk kebutuhan-kebutuhan tak terduga atau mendesak, dana cadangan ini pasti sangat berguna.

  1. Jangan tergoda dengan diskon belanja online.

Sedang ada diskon belanja besar-besaran? Tahan dulu. Jika diskon besar pun tak mengusik keinginan Anda, mudah ditebak bahwa potongan-potongan kecil atau voucher belanja sejenisnya akan dengan sangat gampang Anda hiraukan.

Dengan kata lain, berbelanjalah saat benar-benar perlu. Boleh berbelanja, tentu, tetapi ingat: bijak dalam mengelola atau mengeluarkan dana yang ada untuk lebih menyelamatkan keuangan Anda.

Itulah tips mengatur keuangan pribadi, keluarga di saat pandemi seperti sekarang ini. Pastikan kamu menerapkan tips di atas agar kamu bisa bebas dari permasalahan finansial.

 

Penulis: Kontributor
Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE