25 C
Jakarta
Senin, 18 Oktober, 2021

Ini 6 Cara Mengelola Keuangan buat Milenial dan Gen Z

Mengelola keuangan mungkin merupakan hal yang mudah bagi sebagian orang atau, tetapi hal itu tidak berlaku bagi generasi milenial dan gen z. Mereka yang terlahir dalam rentang tahun 1990an ini memang biasanya kesulitan untuk mengatur dan mengelola keuangannya karena beberapa faktor, antara lain, terlalu boros dan malas menabung.

Faktor-faktor penyebab sulitnya milenial dan gen z dalam mengelola keuangan pun tidak datang begitu saja. Sesuai dengan perkembangan zamannya, milenial dan gen z memang rentan terpapar kepada kemudahan-kemudahan, misalnya saja dalam urusan berbelanja, sehingga hal itu membuat mereka sulit untuk mengatur/mengelola keuangan dengan baik.

Namun, benarkah hal itu berlaku bagi semua orang dari generasi tersebut? Tentu tidak. Sebagian dari milenial dan gen z juga memiliki perencanaan keuangan yang baik. Akan tetapi, jumlahnya sedikit dan mereka ini tentunya dibimbing oleh orang-orang tua atau generasi terdahulu sehingga mampu berhemat dan menekan pengeluaran hingga akhirnya menabung.

Lalu, seperti apa cara mengelola keuangan bagi milenial dan gen z? Simak di sini:

  1. Punya Tujuan dan Rencana Keuangan yang Jelas

Tujuan dan rencana keuangan yang jelas wajib dimiliki oleh milenial dan gen z jika ingin mengelola finansial mereka. Gunanya adalah menentukan perencanaan keuangan untuk masa mendatang.

Pertanyaannya, penganggaran keuangan yang tepat itu seperti apa?

Ada banyak cara, misalnya metode 50/20/30 dari pemasukan saat ini. Rinciannya, 50 persen adalah untuk kebutuhan pokok per hari, sementara 20 persen adalah untuk memenuhi kebutuhan finansial, seperti tabungan, investasi, dan lainnya, dan sisanya atau 30 persen adalah untuk konsumsi di luar kebutuhan.

Tujuan dan rencana keuangan ini wajib dimiliki oleh milenial dan gen z kalau mereka ingin survive.

Baca Juga:

Cara Mengatur Keuangan di Masa Pandemi Covid-19

Cara Menagih Utang Lewat Aplikasi 

  1. Secara Berkala Memeriksa Jumlah Uang di Rekening

Cara mengelola keuangan berikutnya memeriksa jumlah uang di rekening secara berkala. Kenapa demikian? Agar lebih gampang dalam mengelola uang keluar, milenial dan gen z memang wajib memeriksa jumlah uang mereka di rekening secara berkala. Hal itu agar mereka tahu seberapa banyak uang yang tersimpan atau saldo sehingga tidak dengan gampang membelanjakannya.

Uang di tabungan atau rekening memang kadang-kadang sering terpakai untuk berbagai hal, contohnya pengeluaran non tunai. Karena itu, setelah menggunakan tips nomor 1 tadi, penting juga untuk mengalokasikan sejumlah dana untuk transaksi-transaksi tak terduga seperti non tunai tadi. Atau, bisa juga menggunakan aplikasi digital penyimpanan uang agar saldo di rekening tetap awet alias tidak terpakai.

Namun, kalau situasinya darurat, mendesak, dan tidak tersedia pilihan lain? Tentu saldo boleh digunakan, tetapi ingat bahwa untuk masa mendatang alokasi dana cadangan harus disiapkan ya.

  1. Jika tidak Mendesak, Sebaiknya tidak Berutang

Utang selalu memusingkan siapa pun dan sering kali kita perlu cara khusus untuk mengakali agar tidak terjerumus ke dalam skema pinjaman itu. Demi mengalihkan dari utang, sebaiknya milenial dan gen z yang terbiasa dengan aplikasi “Paylater” sebisa mungkin menghindarinya.

Hindari juga konsumerisme yang berlebihan karena dari situlah kerap kali utang di generasi milenial dan gen z bermula. Gampangnya sistem cicilan saat ini juga membuat generasi mereka rentan terjebak dalam skema “pinjaman lalu dibayar nanti” itu. Karena itu, penting untuk menahan diri dari hal-hal konsumtif agar keuangan tetap sehat dan utang pun tidak menjerat.

  1. Untuk Pelbagai Keperluan Darurat, Miliki Dana Simpanan

“Sedia payung sebelum hujan”, kata pepatah, dan itu benar adanya. Dalam soal keuangan, milenial dan gen z sangat disarankan untuk memiliki dana simpanan dari persentase pemasukan/gaji mereka. Untuk berbagai keperluan, dana simpanan ini bisa digunakan. Untungnya adalah dana itu tidak merenggut uang yang sudah kamu alokasikan untuk tabungan dan lain-lain, kecuali jika memang budget yang diperlukan sangat besar.

Selain itu, dana simpanan ini juga perlu untuk kamu berjaga-jaga buat masa mendatang. Belum tahu kan apa yang akan terjadi kemudian dan kamu ternyata tidak punya pegangan? Maka dari itu, dana simpanan atau semacam tabungan tak resmi ini penting untuk kamu miliki sebagai upaya persiapan. Misalnya saja dana simpanan ini bisa untuk biaya perobatan suatu waktu atau sebagai pengganti jika kamu bahkan harus menjual sesuatu untuk memenuhi kebutuhanmu kelak.

  1. Sejak Dini Mulai Berinvestasi.

Masa muda lebih sering melenakan kita, tetapi bagi mereka yang punya perencanaan, investasi adalah jalan keluarnya. Bukan cuma menabung, investasi pun perlu dilakukan sejak muda agar kamu punya persiapan untuk masa mendatang.

Tabungan memang pondasi awal bagi milenial dan gen z untuk menatap masa depan mereka, tetapi investasi juga penting sebagai salah satu upaya mengatur keuangan mereka. Meski milenial dan gen z sering disebut tidak memiliki rencana investasi, tetapi kamu dapat mencoba mempelajari berbagai hal agar bisa ikut berinvestasi, terutama dalam hal keuangan.

Modal besar, pastinya? Tidak selalu. Investasi juga bisa dimulai dengan modal kecil. Intinya, kamu mengerti dan tahu akan investasi di bidang apa dan tujuan dari hal itu sendiri.

  1. Menabung

Sudah punya kerjaan tetap atau berprofesi di suatu bidang dan berpenghasilan, tetapi masih sulit menabung? Lupakan itu. Sebagai bagian dari generasi terkini, kamu harus berpikir untuk masa depan yang lebih baik.

Di antara cara yang paling dekat dan mudah bagi pengelolaan keuangan adalah menabung. Cara nomor 1 di atas tadi bisa juga kamu gunakan sebagai panduan seberapa besar dana yang harus dialokasikan ke dalam tabungan. Paling tidak, 20 persen dari penghasilan adalah sebagai tabungan. Pendapatan pun akan lebih terasa saat kamu memiliki sejumlah uang yang ditabungkan.

Generasi sekarang tentu tak lagi terlalu akrab dengan celengan atau cara-cara menabung orang tempo dulu. Karena itu, sebaiknya alokasikan sejumlah uang di rekening sebagai tabungan.

Ke depannya, tabungan itu juga yang akan sangat membantumu untuk mengatasi, memenuhi, dan menghadapi keperluan-keperluan di masa depan, misalnya untuk mulai membeli/mencicil rumah, pernikahan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

 

Penulis: Kontributor
Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE