26 C
Jakarta
Rabu, 7 Desember, 2022

Cara Menghadapi Resesi Tahun Depan, Jangan Langsung Panik!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghadapi resesi berikut ini sangat penting untuk diketahui agar kamu tidak perlu panik memikirkannya.

Dalam beberapa waktu terakhir, isu resesi tahun 2023 memang semakin santer terdengar. Tentunya, hal itu pun membuat banyak orang khawatir akan terkena dampak resesi yang bisa mengganggu kestabilan ekonomi.

Sebagai informasi, resesi terjadi saat perekonomian suatu negara menjadi lebih lambat atau memburuk dari sebelumnya. Kondisi tersebut dapat ditimbulkan oleh berbagai faktor, termasuk adanya inflasi dan deflasi.

Nah, untuk mengetahui cara menghadapinya agar terhindar dari kemungkinan terburuk, berikut ini ulasan selengkapnya, seperti dinukil dari Qoala.

Baca juga: Buruh Kecam Menteri Soal Resesi Ekonomi Global: Jangan Takut-Takuti Rakyat!

Sekilas tentang Resesi Ekonomi

Resesi adalah suatu istilah yang lazim digunakan untuk menggambarkan keadaan ketika perputaran ekonomi di sebuah negara berubah menjadi lebih lambat atau buruk.

Kondisi ini bisa berlangsung cukup lama, bahkan tahunan, yang diakibatkan oleh pertumbuhan produk domestic bruto (PDB) suatu negara mengalami penurunan selama dua kuartal dan berlangsung terus-menerus.

Adapun PDB sendiri diartikan sebagai aktivitas ekonomi suatu negara selama satu periode. Ketika suatu negara mengalami aktivitas ekonomi yang menurun terus menerus selama dua periode, negara itu bisa dikatakan sedang resesi.

Penyebab Resesi — Cara Menghadapi Resesi

  1. Inflasi: kondisi ketika harga barang dan jasa naik secara terus-menerus.
  2. Deflasi berlebihan: merupakan kondisi saat harga barang dan jasa terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu yang menyebabkan upah kerja juga mengalami penurunan. 
  3. Gelembung aset pecah: kondisi ini biasanya terjadi saat investor mengambil langkah secara gegabah, seperti membeli saham dan properti secara masif karena menganggap bahwa harga akan naik dengan cepat.
  4. Guncangan ekonomi yang mendadak: kondisi ini biasanya ditandai dengan menurunnya daya beli masyarakat akibat dari kesulitan finansial dan penumpukan hutang yang tidak mampu dibayar.
  5. Perkembangan teknologi: kondisi ini terjadi karena adanya penurunan lapangan pekerjaan akibat fungsi pekerja digantikan dengan teknologi seperti AI dan robot.
  6. Nilai impor lebih besar daripada ekspor: kondisi ini berpengaruh terhadap defisit anggaran negara dan menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan nasional.

Cara Menghadapi Resesi

Cara Menghadapi Resesi Ekonomi

1. Atur Anggaran Keuangan dengan Detail

Sebaiknya, sebelum resesi benar-benar terjadi, kamu mulai mengatur anggaran keuangan dengan baik mulai dari sekarang. Kamu harus membuat anggaran sedetail mungkin untuk meminimalisir pengeluaran.

Adapun untuk mengaturnya, mulailah dengan memisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Beberapa anggaran pengeluaran yang tidak diperlukan seperti liburan atau nongkrong bisa dikurangi intensitasnya.

Tujuannya supaya kamu punya lebih banyak uang untuk dialokasikan pada hal lain seperti menabung, dana darurat dan juga investasi. Untuk bertahan saat resesi ekonomi, kamu harus mengalokasikan lebih banyak untuk menabung dan investasi.

Kamu juga bisa mulai mengalokasikan uang untuk kegiatan produktif agar mampu menghasilkan pemasukan tambahan selama resesi terjadi.

2. Persiapkan Dana Darurat sebagai cara menghadapi resesi

Seperti dipahami juga, pandemi Covid-19 telah menciptakan ketidakpastian ekonomi di berbagai negara sehingga memukul berbagai sektor industri. Berdasarkan data resmi dari statistik BPS, masih banyak sektor usaha yang pertumbuhannya minus selama beberapa periode terakhir ini, di antaranya sektor industri, konstruksi, perdagangan, pertambangan, transportasi dan pergudangan, jasa perusahaan, jasa keuangan, hingga pengadaan listrik.

Adapun tekanan-tekanan dari berbagai sektor usaha tersebut bisa memaksa perusahaan yang bersangkutan untuk memperketat biaya operasional yang berujung pada terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi ini membuat rekrutmen karyawan menjadi tidak diprioritaskan sehingga berimbas pada minimnya lowongan kerja.

Guna mengatasi dampak resesi akibat terjadinya PHK dan sulitnya mencari pekerjaan, kamu harus mempersiapkan dana darurat dari sekarang. Tanpa memiliki dana darurat yang cukup, bukan tidak mungkin kamu akan kehilangan aset bahkan terpaksa berhutang untuk bisa memenuhi kebutuhan bulanan karena tidak adanya sumber pemasukan lain.

Supaya mampu menghadapi resesi dengan baik, kamu harus bisa mempersiapkan dana darurat minimal untuk enam kali pengeluaran bulanan. Hal ini karena kondisi ketidakpastian ekonomi masih cukup tinggi sehingga untuk mencari pekerjaan baru juga akan lebih sulit. Sesuaikan jumlah dana darurat yang perlu dipersiapkan dengan jumlah tanggungan.

Semakin banyak jumlah tanggungan, maka harus semakin besar pula jumlah dana darurat yang harus kamu persiapkan. Nah, agar mudah dicairkan, simpan dana darurat pada instrument yang mudah dikonversikan dalam bentuk uang seperti tabungan bank, deposito, atau reksadana. Untuk mengumpulkan dana darurat, kamu bisa mengalokasikan dana minimal 10% dari pemasukan rutin setiap bulan. Dengan mempersiapkan dana darurat, kamu bisa terhindar dari dampak resesi.

Baca juga: Mendag Ajak HIPMI Tangkal Resesi Ekonomi Global

3. Sebisa Mungkin Hindari Utang

Pada masa ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, sebaiknya sebisa mungkin hindari hutang. Jika pengeluaran yang kamu miliki lebih besar dari pemasukan, sebaiknya mulai untuk merubah kebiasaan dan menyeleksi antara kebutuhan dan keinginan.

Pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan bisa membuat kamu terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan. Tidak hanya itu, cicilan kartu kredit, pinjaman bank, KPR dan berbagai jenis pembiayaan lainnya juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi beban pengeluaran.

Adapun secara umum, proporsi utang yang baik adalah berada 30% di bawah pendapatan bulanan. Namun, saat resesi ekonomi terjadi, usahakan agar rasio hutang kamu tidak lebih dari 20% dari total pendapatan bulanan.

Di samping itu, kalau kamu punya utang maka usahakan untuk mulai membayar dari yang berbunga besar terlebih dahulu.

4. Proteksi Diri dan Keluarga dengan Asuransi

Supaya kamu dan keluarga tetap punya perlindungan dari berbagai risiko terburuk pada saat terjadi resesi, ada baiknya kamu mulai persiapkan asuransi dari sekarang. Dengan melindungi diri dan keluarga menggunakan asuransi, nantinya kamu tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan yang mahal saat resesi terjadi.

Dalam hal ini, kamu bisa mendaftarkan diri dan keluarga dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Kalau memiliki kendaraan yang berharga maka tidak ada salahnya untuk melindunginya dengan asuransi kendaraan.

Dengan demikian, kalau sewaktu-waktu kendaraan mengalami kerusakan atau kecelakaan maka kamu tidak perlu pusing dengan biaya perbaikan. Melindungi diri dengan asuransi jiwa juga sangat penting diperhatikan jika kamu merupakan satu-satunya tulang punggung dalam keluarga.

Apabila sewaktu-waktu terjadi hal terburuk, kamu sudah mempersiapkan perlindungan yang baik untuk keluarga yang ditinggalkan sehingga mereka tidak akan kesulitan biaya meskipun tulang punggung keluarga sudah tidak ada.

5. Mulai Belajar Keahlian Baru Bisa Jadi Cara Menghadapi Resesi

Selanjutnya, sebagai langkah antisipasi untuk menghadapi resesi yang mungkin saja terjadi, ada baiknya juga kalau kamu mulai mempelajari keahlian baru mulai dari sekarang. Saat resesi benar-benar terjadi dan menyebabkan kehilangan pekerjaan, misalnya, kamu masih tetap bisa menghasilkan pemasukan dari keahlian yang dimiliki itu.

Terdapat banyak jenis keahlian baru yang bisa dipelajari sesuai dengan minat dan ketertarikan, di antaranya seperti otomotif, marketing, sistem pemrograman, dan konten creator. Dengan membekali diri menggunakan keahlian baru, kamu tidak perlu khawatir kesulitan keuangan ketika resesi 2023 benar-benar terjadi.

6. Cari Alternatif Pemasukan Tambahan

Perlu diketahui, perputaran perekonomian negara yang terus mengalami penurunan bisa menyebabkan berbagai bisnis mengalami kerugian hingga gulung tikar, bahkan bukan tidak mungkin kamu terkena PHK.

Nah, untuk mengantisipasi hal itu, kamu harus mulai memikirkan untuk mencari alternatif pemasukan tambahan dari sekarang. Dengan memiliki pemasukan tambahan, kamu bisa menyisihkan dana lebih banyak untuk dana darurat dan investasi.

Dengan cara seperti itu, kalau benar Indonesia akan resesi maka kamu sudah tidak perlu khawatir akan kondisi keuangan karena telah mempersiapkan dengan baik. Ada banyak usaha alternatif yang bisa menambah pemasukan, misalnya berjualan online, bisnis kuliner, dan menjadi konten creator.

7. Tidak Perlu Panik terhadap Investasi

Cara menghadapi resesi 2023 yang berikutnya, yakni jangan terlalu panik terhadap investasi. Ketika terjadi resesi, investasi bisa menjadi salah satu pelindung keuangan kamu agar tetap aman dan stabil.

Di samping menabung, berinvestasi pun bisa menjadi cara untuk mengamankan aset khususnya di masa resesi. Investasi dapat mempercepat realisasi tujuan jangka panjang yang akan membuat kamu aminan keuangan lebih baik di masa depan.

Nah, untuk menghadapi resesi dunia, ada banyak jenis instrumen investasi yang bisa kamu coba. Semakin tinggi risiko yang kamu pilih, akan semakin besar juga imbal hasil yang bisa didapatkan dari kegiatan investasi tersebut.

Sekian ulasan tentang cara menghadapi resesi yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Resesi Ekonomi Global Menghantui, Pemerintah Siapkan Strategi

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

RUU PPSK Tidak Semua Koperasi Diawasi Oleh OJK

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) menimbulkan pro dan kontra. Hal itu karena didalamnya membahas tentang keberadaan kerja koperasi...

Presiden Jokowi Instruksikan Kemendag Bangun Ekonomi Digital di Sektor Perdagangan

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian Perdagangan agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi digital. Hal itu dilakukan melalui akselerasi transformasi digital pada...

Pinjol Cepat Cair Legal Berizin OJK, Intip Nih Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman melalui aplikasi di smartphone yang proses pencairan dananya sangat cepat. Pinjol atau pinjaman online berizin Otoritas Jasa...

Ini Langkah Strategi Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Didukung dengan kemampuan penanganan pandemi yang baik, percepatan vaksinasi, peran APBN sebagai shock absorber, tingginya harga komoditas unggulan, hingga kesuksesan Presidensi...

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12). Diketahui, rupiah melemah 0,99%...
LANGUAGE