29.7 C
Jakarta
Minggu, 27 September, 2020

Beberapa Catatan Penting Survey Tahunan Keanggotaan Aftech

DuniaFintech.com – Survey tahunan keanggotaan Aftech yang dilakukan tahun lalu telah dipublikasikan. Hasilnya, Asosiasi mencatat 3 hal yang perlu ditingkatkan oleh ekosistem dan industri fintech Indonesia, yakni perlindungan data konsumen, regulasi dan skill gap (kesenjangan kemampuan tenaga kerja).

Mercy Simorangkir selaku Ketua Harian Aftech mengungkap, hasil survey tahunannya menyatakan kepuasan penyelenggara fintech terhadap kinerja pemerintah yang menjadi fasilitator para pemberi modal (investor). Ia juga meminta penyelenggara untuk terus meningkatkan kecepatan layanan dan juga perizinan.

Selain itu, Mercy juga memberikan catatan penting yang pihaknya temukan di survey tahunan keanggotaan Aftech. Hal itu merujuk pada salah satu dari 3 hal yang perlu ditingkatkan oleh penyelenggara fintech, yakni skill gap.

Skill gap merupakan sebuah kondisi dimana individu (talenta) memiliki keahlian yang berbeda dengan apa yang dibutuhkan perusahaan atau tempat dirinya bekerja. Mercy mengatakan, bahwa skill gap menjadi permasalahan umum dalam industri ekonomi digital. Ia menyebut adanya beberapa keterbatasan dari para penyelenggara fintech atas tuntutan yang ada.

“Web development, analisis data dan aplikasi berbasis mobile merupakan keterbatasan yang dimiliki oleh penyelenggara fintech, padahal ini menjadi tuntutan yang tinggi,”

Baca juga:

Tantangan dalam Survey Tahunan Keanggotaan Aftech

Mercy juga menyatakan ketimpangan akan keahlian dan divisi kerja di industri fintech menjadi tantangan bersama. Namun dalam hasil survey tersebut juga dikatakan, sebanyak 73% penyelenggara fintech masih enggan untuk mempekerjakan tenaga kerja asing. Sementara sisanya berencana melakukannya dengan pembagian porsi hanya mencapai 2,21%

Mercy menjelaskan berbagai metode yang digunakan penyelenggara fintech di Indonesia dalam menghadapi skill gap. Ia menyebut beberapa penyelenggara memberikan pelatihan keterampilan berbasis komputer, desain dan marketing kepada pekerjanya.

Selain itu, beberapa penyelenggara memilih proses sertifikasi profesi melalui kerja sama lintas instansi, seperti pemerintah dan akademisi. Dan beberapa lainnya memilih untuk merekrut talenta dari instansi terkait, seperti lembaga keuangan dan perusahaan sejenis.

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mau Pasang Iklan Berjalan? Kenalan Dulu Yuk dengan 5 Startup Indonesia Ini

Duniafintech.com - Implementasi ide bisnis advertising atau pasang iklan berjalan di bodi kendaraan sudah dahulu muncul di Amerika Serikat lima tahun lalu....

Dua Startup Asuransi Digital Ini Peroleh Modal! Tren Insurtech Positif?

DuniaFintech.com - Qoala dan PasarPolis menjadi dua startup layanan asuransi berbasis digital yang mendapatkan suntikan dana di tahun 2020. Qoala mendapatkan pendanaan...

Sulit Menyisihkan Uang? Inilah Cara Menabung Paling Efektif yang Sesuai dengan Kemampuan

Duniafintech.com - Tak hanya berfungsi menghindari utang karena adanya kebutuhan darurat, menabung juga bermanfaat untuk menambah pundi-pundi keuangan di masa depan. Meskipun...

Dukung Kreator Indonesia, Sony Luncurkan Kamera Seri Alpha 7S III dengan Tampilan Klasik

Duniafintech.com - Sony luncurkan kamera seri Alpha 7S III yang menjadi penerus Alpha 7S II. Sony Alpha 7S III akan segera tersedia...

E-Commerce Jadikan Permintaan Asuransi Digital Melonjak

DuniaFintech.com - Penyelenggara niaga berbasis elektronik, e-commerce menghadirkan tren positif terhadap startup asuransi berbasis digital (insurtech). Adalah 2 startup insurtech, Qoala dan...
LANGUAGE