25.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Cegah ‘Efek Domino’ COVID-19, OJK Tindak Lanjuti Perpu 1 Tahun 2020

duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak lanjuti serta mendukung terbitnya Perpu 1 Tahun 2020 sebagai upaya penanggulangan menurunnya perekonomian nasional serta stabilitas keuangan, yang disebabkan wabah COVID-19.

Peraturan ini menjadi pelengkap dari undang-undang sebelumnya yang belum mencantumkan kondisi di luar dugaan seperti yang dihadapi saat ini. Seperti diketahui, peraturan ini mencakup soal upaya darurat dalam mengatur sistem dan aturan keuangan yang meliputi para penyelenggara dan institusi.

Sebelumnya, OJK juga telah mengeluarkan adanya restrukturasi kredit mau pun leasing sebagai bagian dari stimulus serta keringanan yang diberikan kepada penyelenggara, dengan tetap menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Perpu 1 Tahun 2020 tentang keuangan negara dan stabilitas sistem telah diusulkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Maret 2020 dan diserahkan kepada Kementerian Keuangan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak terkait lainnya, dalam hal ini Dewan Perwakilan Rakyat dan Kementerian Hukum dan HAM.

Senada dengan Perpu 1 Tahun 2020, program restrukturasi OJK tetap memberikan ruang untuk sektor riil sekaligus menjadi upaya untuk tanggap dalam mempersempit potensi ‘efek domino’ atas permasalahan keuangan nasional.

Baca juga:

Perpu 1 Tahun 2020 dan OJK Sepakat Penerapan Teknologi dalam Pelayanan Jasa Keuangan

OJK sebagai pengawas akan melakukan monitor dan evaluasi terhadap hiruk pikuk penyelenggara dan jasa keuangan, salah satunya dengan memanfaatkan sarana teknologi dan informasi. Langkah ini merupakan strategi dalam mendukung program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan segera diperluas.

OJK juga menganjurkan nasabah untuk melakukan segala keperluan finansialnya melalui sambungan telekomunikasi, mengingat potensi penyebaran COVID-19 yang tersebar melalui tatap muka.

Selain itu, OJK juga menerapkan stimulu perekonomian melalui POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak COVID-19. Pemberian stimulus ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak, tak terkecuali debitur UMKM. Hal ini diterapkan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai mekanisme pemantauan untuk mencegah penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan (moral hazard).

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Rawat Jalan, Inilah Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan rawat jalan adalah salah satu manfaat yang diberikan oleh asuransi asuransi kesehatan secara umum. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan...

Minimum Pembayaran Akulaku per Transaksi, Segini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Minimum pembayaran Akulaku atau minimum payment di Akulaku ini tentunya sangat penting diketahui oleh para penggunanya. Seperti diketahui, meski terbilang baru, tetapi...

Cara Top Up OVO lewat Maybank, dari ATM sampai SMS Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Maybank berikut ini menawarkan kemudahan bagi kamu yang ingin isi ulang saldo OVO dengan cepat. OVO sendiri...

Memahami Apa Itu DeFi dan Keuntungannya Dalam Dunia Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Penting sekali bagi seorang trader kripto untuk memahami apa itu DeFi. Saat ini, hampir semua layanan keuangan menggunakan sistem teknologi terpusat.  Artinya,...

Cara Bayar Tiket Kereta Api Via Bank Mandiri, Cepat & Mudah!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar tiket kereta api via Bank Mandiri berikut ini menjadi salah satu kemudahan yang harus ketahui sekarang juga. Bagi kamu yang...
LANGUAGE