25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Pengajuan Pinjaman Online Naik 40% di Tengah Wabah Virus Corona

duniafintech.com – Virus corona yang tengah mewabah kian meresahkan masyarakat. Upaya pencegahan sudah dilakukan di Indonesia, di mana pemerintah melarang warga China untuk datang dan masuk ke wilayah Tanah Air. Hal ini tentunya akan berdampak langsung pada perekonomian nasional. Sehingga turut berpengaruh kepada bisnis fintech seperti pengajuan pinjaman online naik 40% lebih banyak dari pada bulan-bulan sebelumnya.

Saat ini penurunan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh anjloknya kegiatan investasi serta menurunnya konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Pada akhirnya, seluruh industri di dalam perekonomian Indonesia terdampak, termasuk sektor finansial teknologi (fintech).

Salah satu CEO dari bisnis fintech pun mulai angkat bicara, pasalnya Startup pinjaman online mulai melihat lonjakan permintaan pinjaman yang dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif. Dari pengajuan pinjaman online naik 40% mayoritas pengajuan berasal dari pengemudi taksi atau sepeda motor online dan pemilik usaha UMKM yang terkena pukulan telak akibat wabah corona.

Baca Juga:

“Baik atau tidaknya peningkatan permintaan pinjaman ini bergantung pada perspektif. Kami cukup khawatir dengan kondisi tersebut terutama dalam kualitas pembayaran cicilan. Meningkatnya calon nasabah terjadi itu pun justru dalam momentum seluruh lapisan masyarakat mengalami pelemahan ekonomi. Sebagai pemberi pinjaman yang bertanggung jawab secara sosial, kami akan terus memantau kualitas kredit untuk memastikan ekosistem pinjaman daring tetap solid dan sehat.” kata CEO Uang Teman, Aidil Zulkifli.

Kendati demikian, perusahaan akan memberikan keringanan kepada peminjam terdampak pandemi corona. Hal ini tentu sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 Tahun 2020. Keringanan pinjaman yang dimaksud yakni tenor penagihan yang lebih lama. Namun, untuk memberikan fasilitas itu, perusahaan butuh persetujuan pemberi pinjaman (lender).

Berbanding terbalik dengan startup fintech Uang Teman, fintech Koinworks juga mencatat pengajuan pinjaman online naik sekitar 30 hingga 40%. Namun, mereka optimis jika para peminjamnya memiliki kemampuan mengembalikan dana yang mereka ajukan.

(DUniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...
LANGUAGE