31.2 C
Jakarta
Minggu, 7 Juni, 2020

Modalku Bagikan Strategi Mitigasi Resiko untuk Antisipasi Dampak COVID-19

duniafintech.com – Sebagai perusahan fintech p2p lending, Modalku bagikan strategi mitigasi resiko untuk antisipasi dampak Covid-19 dengan menerapkan prinsip responsible lending bagi pelaku UMKM. Melihat situasi saat ini, pemerintah telah memerintahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melonggarkan relaksasi kredit bagi pelaku UMKM dengan nilai kredit di bawah Rp10 miliar untuk para pelaku pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Karena itu, startup fintech lending tengah menyiapkan beberapa Langkah strategi mitigasi resiko terutama kemungkinan rasio kredit macet (NPL) meningkat. Bagi perusahaan, prinsip ini adalah asas operasi Modalku dalam melakukan penilaian terhadap UMKM peminjam dan kemampuan finansial mereka untuk melunasi pinjaman. Modalku juga memiliki tanggung jawab terhadap para pemberi pinjaman yang turut mendukung perkembangan UMKM.

Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya, mengatakan dalam siaran pers bahwa “Kami telah memantau perkembangan virus COVID-19 sejak Januari 2020. Dinamika perekonomian yang sedang terjadi mempengaruhi kondisi bisnis para UMKM di sektor tertentu yang menjadi peminjam di Modalku. Strategi pertumbuhan kami saat ini fokus kepada UMKM beserta jaringannya dan berdiskusi untuk menemukan solusi yang terbaik dalam mendukung kelangsungan perkembangan bisnis UMKM di Indonesia.”

Baca Juga:

Tiga Langkah Strategi Mitigasi Resiko untuk UMKM

Sebagai bagian dari ekosistem keuangan di Indonesia Modalku bagikan strategi mitigasi resiko untuk antisipasi dampak penyebaran virus corona. Modalku menerapkan beberapa strategi untuk memantau dan mengelola risiko pada portofolio dalam beberapa waktu ke depan.

Pertama, menerapkan proses seleksi yang lebih komprehensif terhadap calon peminjam maupun UMKM yang sudah menjadi peminjam di Modalku. Ada beberapa industri yang menjadi perhatian Modalku dalam menilai pengajuan pinjaman. Di antaranya kuliner (food & beverage), perjalanan (travel), perdagangan lintas negara, dan industri jasa yang bergantung pada tenaga kerja dari negara-negara yang terkena dampak pandemi di Asia Tenggara.

Kedua, Modalku akan bereaksi lebih cepat terhadap perubahan kondisi ekonomi makro dengan menyesuaikan batas jumlah atau limit, serta jangka waktu pinjaman. Angka limit dan tenor akan disesuaikan dengan jenis pinjaman dan profil bisnis masing-masing UMKM. Maka, penyesuaian dilakukan per kasus. 

Ketiga, memaksimalkan kolaborasi dengan platform e-commerce yang sebagian besar penjualnya masuk ke dalam segmen mikro. Sebab, para penjual di e-commerce justru memiliki peluang lebih di tengah pandemi corona.

(DunianFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Jenis Aset Kripto yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Memulai Investasi

DuniaFintech.com - Istilah cryptocurrency dan aset kripto sering digunakan secara bersamaan. Faktanya, cryptocurrency hanyalah salah satu dari beberapa jenis aset kripto. Oleh karena itu, ada...

Cari Pinjaman Cepat Tanpa Jaminan? 3 Aplikasi ini Siap Bantu

DuniaFintech.com - Seringkali ketika kita tengah membutuhkan dana secara cepat selalu disulitkan oleh berbagai macam persyaratan terutama adanya jaminan. Namun kini banyak...

Aset Digital Ini Buat Uang Anda ‘Bekerja’ di Akhir Pekan!

DuniaFintech.com – Laju pergerakan aset digital pada akhir pekan ini (6/6) layak dicermati. Peningkatan tren positif di hari sebelumnya berpotensi untuk menghadirkan...

Hadapi Era New Normal, Koinworks Fokus Dampingi UMKM Digital

DuniaFintech.com - Seluruh masyarakat Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam memasuki era new normal. Begitu pun dengan kondisi perekonomian Indonesia yang perlahan memasuki...

Prediksi Bitcoin Tahun 2020, Ini Analisa Bloomberg

DuniaFintech.com - Setelah Bitcoin Halving Day pada 12 Mei 2020 terjadi, kabar terkait prediksi bitcoin semakin banyak dicari. Prediksi bitcoin di tahun 2020...
LANGUAGE