31 C
Jakarta
Kamis, 9 Juli, 2020

Kiat Atur Keuangan untuk Bertahan di Tengah Pandemi Corona

duniafintech.com – Virus corona Covid-19 telah mengubah kehidupan sebagian besar masyarakat di Indonesia dan turut berdampak pada kondisi ekonomi saat ini. Selain itu, virus ini juga tidak hanya terbukti merusak kesehatan manusia, hal itu juga berpengaruh pada kesejahteraan finansial Anda. Sebagian masyarakat Indonesia harus berputar otak untuk atur keuangan untuk bertahan di tengah pandemi corona ini agar tetap stabil.

Terdapat orang-orang yang masih mendapatkan gaji dengan besaran normal di tengah krisis wabah ini, namun tidak sedikit pula orang yang pemasukannya berkurang drastis karena pekerjaan tertunda akibat pembatasan social (social distancing) yang membuat pola hidup kian berubah. Melansir dari laman Asiaone ada 3 kiat-kiat atur keuangan untuk bertahan di tengah pandemi corona.

  1. Menentukan Instrumen Investasi yang dibutuhkan

Melihat gejolak di pasar ekonomi, memungkinkan Anda memilih instrumen investasi yang tepat untuk pilihan atur keuangan untuk bertahan di tengah pandemi corona ini. Namun, jangan terlalu terburu-buru untuk mengambil keputusan. Teruslah perhatikan perkembangan dan buatlah keputusan berdasarkan informasi tentang investasi Anda.

Jangan sembarangan melakukan perubahan dalam investasi Anda. Jika tidak, Anda akan terkena biaya manajemen yang cukup mahal. Jika Anda belum siap, mundurlah dan ingat bahwa berinvestasi adalah tentang jangka panjang dan wabah ini bukan pertama kalinya menjadi pandemi mengguncang dunia.  Ingat flu burung, flu babi, SARS dan MERS? Namun pasar ekonomi tetap bangkit kembali dan dunia kembali ke bisnis seperti biasa.

Baca Juga: 

  1. Mengajukan Pinjaman dengan bunga ringan

Beberapa lembaga keuangan, termasuk bank atau pinjaman online tertentu yang terdaftar di OJK yang memungkinkan Anda untuk merestrukturisasi hutang Anda menjadi pinjaman pribadi dengan bunga lebih rendah, yang selanjutnya membantu Anda mengelola keuangan Anda.

Jika Anda berpikir untuk mendapatkan kredit, bertindaklah sekarang.  Akan jauh lebih mudah untuk mendapatkan aplikasi Anda disetujui saat Anda berada dalam kondisi keuangan yang baik, tetapi lebih sulit untuk memenuhi syarat jika peringkat kredit Anda telah bermasalah sebelumnya.

  1. Jangan buang uang untuk produk yang tidak perlu

Ingatlah untuk tidak menyia-nyiakan uang yang Anda hasilkan dengan susah payah untuk produk-produk dengan efektivitas yang dipertanyakan, atau bahkan benar-benar tidak perlu. Hal-hal seperti masker wajah (hanya diperlukan jika Anda sakit, dan hanya efektif ketika dipakai sebagai bagian dari rangkaian lengkap peralatan perlindungan pribadi), serta sanitiser tangan dalam jumlah yang berlebihan. Selain itu, jauhi obat yang menawarkan klaim tertentu dan pencegahan yang belum terbukti. Itu kemungkinan besar mereka mencari uang dari rasa takut seseorang.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

PNM Mekaar Berbasis Digital Luncur, Mudahkan Pencairan Pembiayaan Nasabah

DuniaFintech.com – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu,...

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mencapai Masa Pensiun

DuniaFintech.com - Mencapai masa pensiun kadang terasa melegakan karena mengucapkan selamat tinggal kepada pekerjaan menumpuk, di sisi lain juga menjadi beban bagi...

Layanan TokoCabang di Tokopedia Bantu Pengusaha di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - E-commerce Tokopedia mengungkapkan adanya peningkatan pemanfaatan fitur TokoCabang, sebuah layanan untuk ketersediaan pasokan hingga pemenuhan permintaan selama masa pandemi COVID-19....

Mau Dapat Beasiswa? Kunjungi Beberapa Situs Ini

DuniaFintech.com - Siapa yang tidak mau dapat beasiswa? Rasanya, hampir setiap orang punya impian untuk meneruskan studi ke jenjang lebih tinggi, bukan?...

Pandemi Covid-19 Jadi Ajang Menuju Reformasi Memanfaatkan Teknologi

DuniaFintech.com - Pemerintah memandang masa krisis yang terjadi hingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi memanfaatkan teknologi. Inilah hikmah...
LANGUAGE