31 C
Jakarta
Kamis, 9 Juli, 2020

AFPI: Potensi Kredit Bermasalah Belum Tampak Selama COVID-19

duniafintech.com – Potensi kredit bermasalah (non performing loan) terhadap penyelenggara teknologi keuangan (fintech), dinilai belum tampak oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) selama berlangsungnya wabah COVID-19. Hal ini dituturkan langsung oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Hubungan Masyarakat AFPI, Tumbur Pardede.

“Melihat dari bulan Februari, belum terlihat kenaikan NPL yang disebabkan oleh wabah COVID-19,”

Akan tetapi, beberapa penyelenggara fintech telah mengambil tindak pencegahan adanya resiko NPL yang berpotensi menerpa mereka. Salah satunya dengan menerapkan skema kualifikasi secara menyeluruh kepada pihak yang mengajukan pendanaan, baik secara personal atau melalui badan usaha seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Hal itu diterapkan oleh  penyelenggara fintech peer to peer Modalku. Selain itu, Reynold Wijaya selaku Co-Founder dan CEO juga mengatakan pihaknya akan bersikap tanggap dalam menyesuaikan batas dana pinjaman dan tenor terhadap kebijakan ekonomi makro yang fluktuatif selama COVID-19.

Selain itu, Reynold juga melirik beberapa kesempatan kolaboratif dengan e-commerce, salah satunya Shopee, untuk meningkatkan penjualan pelaku UMKM yang telah mengajukan pendanaan kepada pihaknya.

Baca juga:

Cegah Potensi Kredit Bermasalah, AFPI Rekomendasi Perpanjang TKB ke OJK

Untuk mencegah terjadinya potensi kredit bermasalah selama wabah COVID-19, AFPI juga mengambil langkah untuk memberikan keringanan kepada para penyelanggara. Salah satunya dengan memberi rekomendasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggandakan tempo TKB fintech pinjaman menjadi 180 hari.

Kusheryansyah selaku Ketua Harian AFPI menilai hal itu cukup realistis, lantaran penyelenggara fintech yang memiliki rekaman nasabah dengan penyelesaian pinjaman melebihi 90 hari mampu ditanggulangi secara internal.

Hal tersebut mengacu pada peraturan soal penunjukkan pihak ketiga yang direkomendasikan AFPI, jika terdapat portfolio peminjam yang menyelesaikan kewajibannya melebihi 90 hari. AFPI juga merekomendasikan peningkatan jumlah dana pinjaman oleh beberapa penyelenggara fintech.

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

PNM Mekaar Berbasis Digital Luncur, Mudahkan Pencairan Pembiayaan Nasabah

DuniaFintech.com – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu,...

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mencapai Masa Pensiun

DuniaFintech.com - Mencapai masa pensiun kadang terasa melegakan karena mengucapkan selamat tinggal kepada pekerjaan menumpuk, di sisi lain juga menjadi beban bagi...

Layanan TokoCabang di Tokopedia Bantu Pengusaha di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - E-commerce Tokopedia mengungkapkan adanya peningkatan pemanfaatan fitur TokoCabang, sebuah layanan untuk ketersediaan pasokan hingga pemenuhan permintaan selama masa pandemi COVID-19....

Mau Dapat Beasiswa? Kunjungi Beberapa Situs Ini

DuniaFintech.com - Siapa yang tidak mau dapat beasiswa? Rasanya, hampir setiap orang punya impian untuk meneruskan studi ke jenjang lebih tinggi, bukan?...

Pandemi Covid-19 Jadi Ajang Menuju Reformasi Memanfaatkan Teknologi

DuniaFintech.com - Pemerintah memandang masa krisis yang terjadi hingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi memanfaatkan teknologi. Inilah hikmah...
LANGUAGE