27.2 C
Jakarta
Minggu, 5 Juli, 2020

Donasi Pandemi COVID-19, Ripple Labs Berikan $200 Ribu

duniafintech.com – Ripple Labs mengumumkan telah memberikan donasi pandemi COVID-19 sebesar $ 200.000 untuk dua organisasi nirlaba yang berbeda pada tanggal 25 Maret. Donasi ini akan membantu dalam perjuangan untuk menahan penyebaran virus corona di seluruh Amerika Serikat.

Dalam sebuah tweet yang diterbitkan pada profil resmi Ripple Labs, perwakilan perusahaan menyatakan bahwa donasi pandemi COVID-19 sebesar $ 100.000  diberikan kepada Dana Respons Darurat Tipping Point dan donasi pandemi COVID-19 lainnya diberikan kepada Dana Respons Regional COVID dari Silicon Valley Community Foundation.

Ripple Labs Masih Mengutamakan Organisasi Nirlaba Asal California dalam Donasi pandemi COVID-19

Tipping Point, yang merupakan organisasi nirlaba yang berbasis di San Francisco, bekerja untuk memerangi kemiskinan di kota California berkat jaringan mitra yang mendukung aktivitas mereka selama ini. Mereka berharap dapat mengumpulkan total $ 1 juta untuk memberikan donasi pandemi COVID-19, dimana ini akan menjadi inisiatif cepat tanggap dalam menghadapi virus tersebut.

Di sisi lain, The Silicon Valley Community Foundation berfokus pada efek COVID-19 di seluruh wilayah Silicon Valley. Ini adalah langkah khusus saat ini ketika pemerintah di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa warga negara mematuhi prosedur jarak sosial yang tepat sesuai yang sudah dianjurkan.

Baca juga:

Bitcoin dan Kripto Aset Lain Mungkin akan Mengalami Kenaikan Kembali

Selama wabah COVID-19, hampir semua sektor mengalami goncangan. Tidak terkecuali dengan aset kripto seperti Bitcoin. Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin (BTC) merosot di bawah level terendah $ 3.600 USD karena pasar yang sedang bergejolak. Namun, ketika situasi di ruang medis membaik, ada kemungkinan bahwa Bitcoin (BTC) akan kembali ke performa terbaiknya, setidaknya begitulah yang ditunjukkan oleh sinyal data Google Trends.

Menurut data Google Trends, harga Bitcoin menunjukkan hubungan terbalik dengan pencarian Corona Virus di mesin pencari. Ketika pencarian Corona Virus naik, harga Bitcoin telah turun ke posisi terendah dalam 10 bulan terakhir tetapi itu mungkin menjadi pertanda akan bangkitnya kripto aset top dunia.

Para investor di semua sektor sedang menantikan saat-saat kondisi pasar kembali membaik. Meredanya wabah pandemi COVID-19 diharapkan akan menjadi jawaban yang dicari agar aktivitas trading bisa berjalan lancar seperti biasa.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

3 Keterampilan untuk Menghasilkan Uang Hingga Jutaan Rupiah

DuniaFintech.com - Tidak hanya strategi yang tepat, keterampilan untuk menghasilkan uang pun sangat dibutuhkan dalam menjalankan bisnis apapun. Setiap orang mempunyai keterampilan...

Tren Belanja di E-commerce dengan Sistem Aman ala Bitcoin?

DuniaFintech.com - Selama pandemi COVID-19 kegiatan berbelanja di e-commerce semakin meningkat. Namun pernahkah terbersit tentang alternatif menggunakan sistem transaksi terdesentralisasi di e-commerce...

Umur 1 Tahun, LinkAja Terus Berinovasi untuk Sejahterakan Masyarakat

DuniaFintech.com - Tepat satu tahun LinkAja hadir di Indonesia. Tidak hanya sekadar uang elektronik, LinkAja yang menyasar seluruh lapisan masyarakat terutama segmen...

Pinjaman Online Cepat dan Mudah Khusus Karyawan, Cek Disini!

DuniaFintech.com - Tak dapat dipungkiri, semakin hari kebutuhan semakin meningkat. Sayangnya, peningkatan ini tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan bulanan alias gaji di...

SEA Insights: Digitalisasi UMKM Meningkat Selama Pandemi

DuniaFintech.com - SEA Insights, badan penelitian yang memiliki fokus untuk kebijakan publik dan pemanfaatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan...
LANGUAGE