29.3 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

Donasi Pandemi COVID-19, Ripple Labs Berikan $200 Ribu

duniafintech.com – Ripple Labs mengumumkan telah memberikan donasi pandemi COVID-19 sebesar $ 200.000 untuk dua organisasi nirlaba yang berbeda pada tanggal 25 Maret. Donasi ini akan membantu dalam perjuangan untuk menahan penyebaran virus corona di seluruh Amerika Serikat.

Dalam sebuah tweet yang diterbitkan pada profil resmi Ripple Labs, perwakilan perusahaan menyatakan bahwa donasi pandemi COVID-19 sebesar $ 100.000  diberikan kepada Dana Respons Darurat Tipping Point dan donasi pandemi COVID-19 lainnya diberikan kepada Dana Respons Regional COVID dari Silicon Valley Community Foundation.

Ripple Labs Masih Mengutamakan Organisasi Nirlaba Asal California dalam Donasi pandemi COVID-19

Tipping Point, yang merupakan organisasi nirlaba yang berbasis di San Francisco, bekerja untuk memerangi kemiskinan di kota California berkat jaringan mitra yang mendukung aktivitas mereka selama ini. Mereka berharap dapat mengumpulkan total $ 1 juta untuk memberikan donasi pandemi COVID-19, dimana ini akan menjadi inisiatif cepat tanggap dalam menghadapi virus tersebut.

Di sisi lain, The Silicon Valley Community Foundation berfokus pada efek COVID-19 di seluruh wilayah Silicon Valley. Ini adalah langkah khusus saat ini ketika pemerintah di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa warga negara mematuhi prosedur jarak sosial yang tepat sesuai yang sudah dianjurkan.

Baca juga:

Bitcoin dan Kripto Aset Lain Mungkin akan Mengalami Kenaikan Kembali

Selama wabah COVID-19, hampir semua sektor mengalami goncangan. Tidak terkecuali dengan aset kripto seperti Bitcoin. Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin (BTC) merosot di bawah level terendah $ 3.600 USD karena pasar yang sedang bergejolak. Namun, ketika situasi di ruang medis membaik, ada kemungkinan bahwa Bitcoin (BTC) akan kembali ke performa terbaiknya, setidaknya begitulah yang ditunjukkan oleh sinyal data Google Trends.

Menurut data Google Trends, harga Bitcoin menunjukkan hubungan terbalik dengan pencarian Corona Virus di mesin pencari. Ketika pencarian Corona Virus naik, harga Bitcoin telah turun ke posisi terendah dalam 10 bulan terakhir tetapi itu mungkin menjadi pertanda akan bangkitnya kripto aset top dunia.

Para investor di semua sektor sedang menantikan saat-saat kondisi pasar kembali membaik. Meredanya wabah pandemi COVID-19 diharapkan akan menjadi jawaban yang dicari agar aktivitas trading bisa berjalan lancar seperti biasa.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE