25 C
Jakarta
Selasa, 18 Januari, 2022

Donasi Pandemi COVID-19, Ripple Labs Berikan $200 Ribu

duniafintech.com – Ripple Labs mengumumkan telah memberikan donasi pandemi COVID-19 sebesar $ 200.000 untuk dua organisasi nirlaba yang berbeda pada tanggal 25 Maret. Donasi ini akan membantu dalam perjuangan untuk menahan penyebaran virus corona di seluruh Amerika Serikat.

Dalam sebuah tweet yang diterbitkan pada profil resmi Ripple Labs, perwakilan perusahaan menyatakan bahwa donasi pandemi COVID-19 sebesar $ 100.000  diberikan kepada Dana Respons Darurat Tipping Point dan donasi pandemi COVID-19 lainnya diberikan kepada Dana Respons Regional COVID dari Silicon Valley Community Foundation.

Ripple Labs Masih Mengutamakan Organisasi Nirlaba Asal California dalam Donasi pandemi COVID-19

Tipping Point, yang merupakan organisasi nirlaba yang berbasis di San Francisco, bekerja untuk memerangi kemiskinan di kota California berkat jaringan mitra yang mendukung aktivitas mereka selama ini. Mereka berharap dapat mengumpulkan total $ 1 juta untuk memberikan donasi pandemi COVID-19, dimana ini akan menjadi inisiatif cepat tanggap dalam menghadapi virus tersebut.

Di sisi lain, The Silicon Valley Community Foundation berfokus pada efek COVID-19 di seluruh wilayah Silicon Valley. Ini adalah langkah khusus saat ini ketika pemerintah di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa warga negara mematuhi prosedur jarak sosial yang tepat sesuai yang sudah dianjurkan.

Baca juga:

Bitcoin dan Kripto Aset Lain Mungkin akan Mengalami Kenaikan Kembali

Selama wabah COVID-19, hampir semua sektor mengalami goncangan. Tidak terkecuali dengan aset kripto seperti Bitcoin. Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin (BTC) merosot di bawah level terendah $ 3.600 USD karena pasar yang sedang bergejolak. Namun, ketika situasi di ruang medis membaik, ada kemungkinan bahwa Bitcoin (BTC) akan kembali ke performa terbaiknya, setidaknya begitulah yang ditunjukkan oleh sinyal data Google Trends.

Menurut data Google Trends, harga Bitcoin menunjukkan hubungan terbalik dengan pencarian Corona Virus di mesin pencari. Ketika pencarian Corona Virus naik, harga Bitcoin telah turun ke posisi terendah dalam 10 bulan terakhir tetapi itu mungkin menjadi pertanda akan bangkitnya kripto aset top dunia.

Para investor di semua sektor sedang menantikan saat-saat kondisi pasar kembali membaik. Meredanya wabah pandemi COVID-19 diharapkan akan menjadi jawaban yang dicari agar aktivitas trading bisa berjalan lancar seperti biasa.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ingin Mendapatkan Kartu GPN di Berbagai Bank? Simak Caranya Berikut Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu GPN adalah salah satu jenis kartu debit atau yang biasa dikenal dengan kartu ATM. Sebagaimana diketahui, kartu ATM akan memberikan...

Ulasan Lengkap soal e-Money Mandiri: Cara Buat hingga Panduan Top Up

JAKARTA, duniafintech.com – E-money Mandiri adalah uang elektronik yang banyak digunakan oleh orang-orang lantaran kemudahan dalam penggunaannya. Diterbitkan oleh Bank Mandiri, uang elektronik yang...

Besaran Gaji Tukang Parkir Pesawat dan Biaya Pendidikannya

JAKARTA, duniafintech.com - Gaji tukang parkir pesawat atau marshaller dengan tanggung jawabnya memarkirkan pesawat terbang yang berukuran besar ternyata memiliki gaji yang menjanjikan.  Mungkin saja...

Mau Side Job? Ini 7 Situs Penghasil Uang Terpercaya 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Situs penghasil uang terpercaya 2022 sekarang ini sudah banyak beredar di internet yang bisa diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Akan...

Alasan Penting Menyimpan Slip Gaji bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Alasan menyimpan slip gaji bagi semua karyawan di perusahaan manapun tentu saja sangat penting. Menerima gaji adalah sebuah tujuan utama bagi...
LANGUAGE