25.6 C
Jakarta
Senin, 27 Juni, 2022

Cegah Kemacetan di Jalan Tol, Menteri PUPR Janji Tambah Kantong Parkir

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan meningkatkan jumlah kantong parkir di tempat peristirahatan (rest area) jalan tol.

Hal tersebut guna mencegah kemacetan panjang, terutama saat momentum libur panjang dan perayaan hari raya keagamaan.

“Di tempat istirahat, kita lebarkan, kita bebaskan lahan untuk kantong-kantong parkir yang dipakai khusus untuk hari besar nasional,” kata Menteri Basuki dalam rapat dengan Komisi V DPR mengenai evaluasi pelaksanaan infrastruktur dan transportasi mudik Lebaran 2022 di Jakarta, Senin kemarin. 

Basuki mengatakan lokasi kantong parkir tersebut akan bersumber dari lahan-lahan sekitar tempat peristirahatan jalan tol, yang akan dijadikan sebagai cadangan ketersediaan lahan atau bank tanah (land bank). 

Dengan begitu, pemerintah dapat memanfaatkan land bank tersebut untuk dijadikan infrastruktur umum seperti kantong parkir pada hari-hari tertentu guna mencegah kepadatan lalu lintas.

Beberapa lokasi penambahan kantong parkir, kata Basuki, di antaranya adalah Tol Jakarta-Merak. Basuki mengatakan sudah mendapat persetujuan dari pemerintah provinsi Banten terkait lahan yang akan dijadikan kantong parkir.

“Jadi sebelum (Pelabuhan) Merak supaya tak menumpuk, dari hasil evaluasi kunjungan dari Merak dan Bekauheni. Kemarin kita bertemu Pejabat Gubernur Banten dan sudah disiapkan lahan lima hektar yang dapat dibuat kantong parkir tadi,” ujar Basuki.

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Disesuaikan Gaji, Nasib Pekerja Informal Gimana?

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya meminta penambahan tempat peristirahatan jalan tol. Rest area ini tidak difungsikan setiap hari, namun selalu disiapkan untuk difungsikan sewaktu-waktu guna mengurangi kepadatan jalan tol.

“Itu bermanfaat juga untuk pengelola jalan tol,” kata Budi.

Baca jugaKelas Standar BPJS Kesehatan, Apa Saja Fasilitas Ruang Inapnya?

Sebelumnya, Menhub Budi memaparkan bahwa salah satu evaluasi untuk perbaikan sektor perhubungan dari arus mudik dan balik 2022 di Pelabuhan Merak adalah perlunya rest area untuk menyaring kendaraan menuju pelabuhan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera itu. 

Kantong parkir kendaraan di rest area ini mencegah kendaraan pemudik masuk area Merak secara bersamaan.

“Kita akan membuat satu kantong rest area sehingga bagi mereka yang akan menuju ke Merak akan difilter di situ. Kalau nanti setelah longgar baru bisa dijalankan. Yang lain kita akan minta jalannya dilebarkan. Jangka panjang bahkan kita minta ada jembatan yang ada di situ,” ujar Budi.

Baca juga: Binance vs Indodax Dua Platform Jual Beli Kripto Raksasa, Manakah yang Lebih Baik? 

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bursa Kripto Masih Belum Terealisasi, Langkah Mendag Zulkifli Hasan Ditunggu

JAKARTA, duniafintech.com - Keberadaan bursa kripto sebagai bagian dari ekosistem perdagangan legal aset kripto di Indonesia hingga kini belum berujung atau terealisasi.  Meski pucuk pimpinan...

Segera Siapkan Regulasi Investasi Kripto, Zulkifli Hasan Bilang Biar Lebih Aman

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto saat ini banyak digandrungi masyarakat Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus beradaptasi dengan tren ekosistem ekonomi digital itu. Hal itu...

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....
LANGUAGE