25.6 C
Jakarta
Rabu, 26 Juni, 2024

CEGAH KREDIT MACET, UANGTEMAN BERIKAN DISKON

duniafintech.com – Membeli barang dengan mengangsur atau meminjam sejumlah uang untuk keperluan tertentu atau berhutang, sebetulnya merupakan hal yang biasa dan bukan masalah, selama transaksi hutang-piutang tersebut berjalan lancar. Persoalan akan muncul jika pihak debitur (pihak yang berhutang) punya penyakit sangat hobi berhutang, namun sangat sulit memenuhi kewajibannya, yakni membayar hutang.

Hal inilah yang saat ini dialami oleh perusahaan fintech peer to peer lending PT Digital Alpha Indonesia atau UangTeman. Head of Public & Government Relations UangTeman Rimba Laut mengatakan, tak dipungkiri secara industri angka kredit macet pasca lebaran memang terjadi peningkatan. Hal itu tentu imbas dari konsumsi masyarakat yang kerap kali meningkat di momentum setelah Lebaran ini.

Sebelumnya diketahui jumlah transaksi yang masuk ke dalam aplikasi UangTeman mengalami lonjakan pasca lebaran. Berdasarkan Google Analytics, sepekan usai Lebaran, tercatat hampir 15 ribu orang yang berkunjung ke aplikasi UangTeman.

Menyikapi hal tersebut, UangTeman punya strategi khusus untuk menjaga angka non performing loan (NPL) atau kredit macet agar tak membengkak hingga akhir tahun. cara jitu UangTeman menyikapi angka NPL agar peminjam tidak telat bayar ialah dengan strategi memberikan diskon biaya layanan.

Meski tak menyebut secara rinci pencapaian NPL per semester I-2017 ini, UangTeman terus berupaya menjaga angka NPL agar tak menyentuh 3%.

Rimba merinci, diskon biaya layanan diberikan beragam kepada para nasabah dengan beberapa kode promo. Besaran diskon bervariasi, salah satunya ada yang diberikan diskon hingga 0,6%.

Hal ini sangat jitu untuk menarik nasabah melakukan pembayaran tepat waktu dan bisa mengajukan pinjaman lagi di UangTeman,” katanya dilansir dari KONTAN, Minggu (9/7).

UangTeman mengklaim tren pasca lebaran angka kredit macet masih tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Dengan begitu, pihaknya optimitis angka NPL hingga tutup tahun masih berada di bawah 3%.

Source : kotan.co.id

Written by : Andriani Supri

Iklan

ARTIKEL TERBARU