25.6 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

WOW, PASAR ELEKTRONIK TERKENAL INI MENERIMA BITCOIN

duniafintech.com – Pasar elektronik terkenal Akihabara di Jepang melakukan terobosan dengan mengadopsi Bitcoin seiring meningkatnya permintaan akan mata uang digital tersebut.

Apa itu Akihabara?

Di kawasan ini berdiri deretan besar toko yang menjual segala hal, mulai dari komputer dan sistem permainan hingga peralatan rumah tangga dan perangkat hiburan. Wilayah ini juga telah berkembang menjadi tujuan populer bagi para gamer dan membangun subkultur anime atau manga yang kuat.

Selain menarik banyak turis, Akihabara juga dilirik oleh penduduk lokal, karena banyak toko elektronik berteknologi tinggi, namun saat itu, pasar elektronik hanya menerima mata uang reguler. Sekarang, ada gerakan untuk berintegrasi dengan mata uang digital berteknologi tinggi, seperti yang Anda harapkan di sebuah distrik yang membanggakan diri pada teknologi dan gadget.

Distrik semacam itu diprediksi akan memimpin adopsi mata uang digital secara massal sebagai sistem pembayaran. Mekipun saat ini hanya ada sedikit persentase dari toko yang menerima Bitcoin, namun ada pertumbuhan yang cepat di beberapa wilayah. Namun sejujurnya, ini merupakan pelarian yang lamban di Akihabara.

Baca juga : https://duniafintech.com/kebon-dalem-dan-yski-raih-edugame-terbaik-di-unika/

Mengapa Bitcoin penting?

Toko BIC Camera, membuka usahanya di Akihabara minggu ini dan mulai menerima Bitcoin, juga segera menggunakan Bitflyer. Pengadopsi awal Bitcoin lainnya, salah satunya Ark Computer Store yang membutuhkan Bitcoin dan juga Monacoin.

Toko ritel booming dalam penerimaan dan adopsi mereka terhadap Bitcoin dalam minggu ini. Melihat raksasa ritel di negara ini, Recruitment Lifestyle, telah mengonfirmasi aplikasi Penjualan siap pakai Bitcoin siap terjual di 260.000 toko.

Penggunaan Bitcoin sebagai mata uang yang sah, melonjak di Jepang, bukan hanya toko di bidang ritel dan teknologi. Perusahaan manajemen properti Dualtrap, di distrik yang sama, juga menerima Bitcoin melalui bursa Coincheck lokal.

Ada restoran di Akihabara, seperti Au Tokyoite, yang menampilkan masakan Swiss, yang menerima mata uang digital.

Besar di Jepang

Beberapa eksperimen yang terjadi di Jepang dilakukan dalam menentukan cara terbaik untuk memanfaatkan Bitcoin, seperti di toko batu bata dan mortir, bersama Coincheck para pemimpin sejauh ini telah membangun aplikasi pembayaran Reckruitment Lifestyles.

Namun, banyak toko menerima kartu pintar seperti Suica dan Pasmo, dan kabar tersebut mengatakan bahwa ada rencana untuk mengubah smartcard ini menjadi dompet perangkat keras Bitcoin.

Source : cointelegraph.com

 Written by: Sintha Rosse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...
LANGUAGE