23.7 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juli, 2024

Chatib Basri Dengan HARA Kembangkan Blockchain

duniafintech.com – Chatib Basri selaku Mantan Menteri Keuangan RI bergabung dengan startup HARA untuk mengembangkan teknologi blockchain dalam bidang pertanian.

Baca juga : Cyber Security Indonesia Kembali Digelar di Jakarta

Chatib Basri kini menjabat sebagai penasihat startup berbasis blockhain yang berfokus pada sektor pertanian tersebut. Terjalinnya kerjasama ini didasari oleh Chatib Basri yang melihat perbedaan data pada sektor pertanian serta data yang tumpang tindih antar kementerian membuat informasi pada sektor ini sulit menyajikan data yang transparan.

Oleh karena itu, blockchain akan memberikan fungsi dan peran yang signifikan pada sektor pertanian kali ini. Penggunaan blockchain dalam pertanian akan meningkatkan transparansi dan menghilangkan asimetri informasi yang selama ini terjadi. Tidak hanya itu, blockchain juga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Alasannya,  peran pihak ketiga akan berkurang bahkan dihilangkan karena bersifat peer-to-peer.

Baca juga : Astra Property & BCA Jalin Kerjasama Pemasaran KPA

Indonesia dinilai harus berani untuk mulai memanfaatkan blockchain di sektor ini, mengingat data pada sektor pertanian tidak simetris (asimetris). Menurut pandangan Chatib, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang sulit memberikan informasi secara terintegrasi.

Apabila difokuskan untuk para petani Indonesia, Chatib menegaskan keberadaan blockchain berdampak besar bagi kehidupan petani di Indonesia ke depannya, karena seperti yang dijelaskan sebelumnya, ini akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.

Pria yang juga Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ini menjelaskan bahwa pengembangan blockchain dan teknologi digital tidak diragukan lagi akan membantu mendorong perekonomian Indonesia melalui penyederhanaan birokrasi, memotong biaya transaksi dan membantu proses transaksi menjadi lebih efisien.

Oleh sebab itu, Chatib menekankan, blockchain akan hadir sebagai penyederhanaan birokrasi yang selama ini dianggap sulit dan tak terintegrasi di sektor pertanian RI.

“Proses transaksi akan lebih cepat. Persoalannya adalah bagaimana kedepan kita bisa beri sosialisasi dan edukasi atau literasi terhadap blockchain ini. Dan tak lupa bagaimana kita bisa mengkomunikasinya dengan bahasa yang baik,” tuturnya.

Baca juga : Gamer PC Mainstream Dimanjakan Gaming G-Series

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

1 KOMENTAR

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU