25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Sepak Terjang Chris Larsen dari Silicon Valley Hingga Ripple

duniafintech.com – Bagi Anda yang menggeluti dunia kripto aset, nama Chris Larsen mungkin hanya populer dikenal sebagai salah satu co-founder sekaligus mantan CEO Ripple. Namun karir pria 59 tahun ini ternyata sangat panjang. Dengan pengalaman di berbagai bidang, tidak heran dia berhasil mencapai berbagai posisi dengan total kekayaan yang fantastis.

Di dunia bisnis, Chris Larsen dikenal sebagai seorang eksekutif, angel investor dan operator kawakan di Silicon Valley. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Larsen sempat bekerja di perusahaan energi Amerika Serikat, Chevron. Di sinilah dia melanglang buana ke banyak negara mulai dari Brazil, Ekuador hingga Indonesia untuk memeriksa kondisi keuangan masing-masing cabang.

Baca juga: Gubernur Bank Sentral EMEAP Sepakati Penguatan Koordinasi Kebijakan

Pada awal tahun 1990-an, Chris Larsen bekerja di perusahaan mortgage lender di Palo Alto, California. Pengalaman buruknya ditipu ketika membeli rumah kemudian membuat Larsen mencetuskan ide E-loan. Hanya beberapa tahun setelahnya, E-loan berhasil mencapai nilai pasar sebesar $1 miliar. Larsen kemudian meninggalkan E-loan dan menjual perusahaan tersebut kepada Banco Popular.

Tahun 2012, Mendirikan Ripple

Pada tahun 2012, Chris Larsen bersama rekannya Jed McCaleb mendirikan Ripple Labs, Inc, sebuah perusahaan teknologi berbasis di San Fransisco yang mengembangkan protokol pembayaran Ripple dan jaringan pertukaran. Awalnya bernama Opencoin dan berganti nama menjadi Ripple Labs pada 2015.

Sama seperti Bitcoin, Ripple juga tidak serta merta naik ke puncak klasemen kripto aset di awal peluncurannya. Ada jalan panjang yang ditempuh perusahaan ini sebelum menjadi salah satu dari kripto aset paling potensial dan berharga saat ini.

Baca juga: Respons BI Terhadap Meningkatnya Digitalisasi

Kejayaan Ripple-lah yang kemudian membawa nama Chris Larsen berada di depan para pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin dalam daftar Forbes 400. Ini terjadi ketika Ripple mengalami lonjakan harga pada Desember 2017 lalu. Ripple yang tadinya hanya bernilai $0,25 melesat hingga $3,16 pada Februari 2018. Faktor inilah yang membuat market value Ripple naik hingga mencapai $3,84. Dalam waktu semalam, Larsen menjadi perbincangan dunia karena berhasil menjadi miliarder berkat kripto aset miliknya. Larsen juga sempat melampaui posisi founder Facebook, Mark Zuckerberg dari segi kekayaan dengan perkiraan nilai aset mencapai $59 juta.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...

Viral Penolakan UAS, Ternyata Singapura Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Hubungan baik Indonesia dengan Singapura nampaknya perlu dijaga. Bukan sekadar kerukunan bertetangga namun juga ketergantungan finansial Indonesia yang cukup besar terhadap...

Mengenal Asuransi Pertanian hingga Jenis dan Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi pertanian pada dasarnya menjadi solusi bagi para petani dalam rangka melindungi hasil pertanian dari risiko yang tidak terduga. Mengacu pada Peraturan...
LANGUAGE