32.3 C
Jakarta
Jumat, 5 Juni, 2020

Regulasi Kripto di Inggris Berubah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

duniafintech.com – Mengatur regulasi kripto memang bukan urusan mudah yang bisa dilakukan sehari dua hari. Ada banyak usaha dari para regulator untuk menciptakan aturan terbaik. Tidak heran jika pembaruan demi pembaruan jadi bagian yang tidak bisa dilepaskan untuk menyempurnakannya. Tak terkecuali yang dilakukan oleh pemerintah Inggris.

Kerajaan Inggris telah lama menjadi kiblat keuangan. Sejak Big Bang dan kedatangan Thatcherism di tahun 80-an, Inggris telah mengembangkan lingkungan ramah keuangan yang berputar di sekitar kota London, dengan deregulasi mengundang gelombang investasi asing dan aktivitas perdagangan. Namun, sementara itu banyak yang menganggap bahwa London akan mengambil alih San Francisco sebagai ibukota unicorn fintech di dunia. Amerika Serikat sendiri tampaknya masih lebih berpihak pada keuangan konvensional alih-alih kripto aset.

Baca juga: Gubernur Bank Sentral EMEAP Sepakati Penguatan Koordinasi Kebijakan

Seperti yang dikeluhkan oleh badan-badan industri seperti CryptoUK serta komentator lain, kurangnya kejelasan peraturan dan adanya kecurigaan terhadap cryptocurrency telah kripto kurang berkembang di Inggris. Namun, situasinya perlahan mulai berubah dalam beberapa bulan terakhir, dengan Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) memperbarui pedomannya tentang cryptocurrency, dan dengan serangkaian konsultasi tentang peraturan kripto yang akan dimulai menjelang akhir tahun.

Meskipun ini hanya langkah awal, regulator Inggris kemungkinan besar akan melangkah lebih jauh dalam membangun jenis standar, lingkungan yang terikat aturan yang akan memberikan investor dan masyarakat umum dengan keyakinan bahwa kripto adalah sesuatu yang aman digunakan.

Ekosistem Kripto Aset di Inggris

Saat ini, Inggris mungkin masih berada di peringkat tengah untuk urutan aturan kripto aset dunia. Regulator juga belum menghasilkan undang-undang spesifik yang berfokus pada kripto. Namun pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah setempat cukup lunak untuk kripto. Meskipun sebagain pejabat negara menunjukkan sikap skeptisnya, namun secara keseluruhan sama sekali tidak ada larangan untuk kripto dan koin atau token pribadi lainnya. Undang-undang keuangan yang terlalu ketat terhadap kripto aset pun tidak ditemukan di Inggris.

Baca juga: Respons BI Terhadap Meningkatnya Digitalisasi

Salah satu alasan terbesar kenapa regulator Inggris termasuk Bank of England dan institusi lain belum begitu meyakini kripto aset adalah karena mereka masih belum melihat bukti bahwa industri ini sudah cukup besar untuk mendapat perhatian.

Namun perubahan yang dilakukan oleh pemerintah setempat merupakan sebuah langkah positif yang layak diapresiasi. Kita tinggal menunggu saja sampai Inggris benar-benar membuktikan langkahnya sebagai negara yang kondusif untuk kripto aset.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Terdaftar di OJK, Inilah 3 Pinjaman Online dengan Layanan Langsung Cair

DuniaFintech.com - Saat ada situasi mendesak yang membutuhkan dana ekstra, sementara simpanan dana darurat tak memadai, pinjaman online dengan layanan langsung cair dapat menjadi...

Kedutaan Dukung Startup Fintech Inggris Investasi di Tanah Air

DuniaFintech.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London memberikan saran kepada startup fintech di Inggris untuk menanamkan permodalannya di Tanah Air. Hal...

DanaLaut

Tentang DanaLaut DanaLaut adalah platform yang mempertemukan Peminjam dengan Pendana secara langsung dan menjadi perantara yang mengurus akad...

Cashcepat

Tentang Cashcepat Cashcepat atau Cash Cepat adalah aplikasi peminjaman berbasis teknologi yang memudahkan konsumen umum di Indonesia yang...

Danabijak

Tentang Danabijak Danabijak adalah layanan pinjaman online tanpa agunan terkemuka yang menawarkan pinjaman mikro kepada masyarakat Indonesia, di...
LANGUAGE