25.9 C
Jakarta
Sabtu, 4 Juli, 2020

CoinShares Luncurkan Jaringan Token Emas di Blockchain Bitcoin

duniafintech.com – Manajer aset digital, CoinShares menempatkan emas di jaringan Blockchain Bitcoin. Bekerja sama dengan penyedia layanan dompet Blockchain dan perusahaan trader logam mulia MKS asal Swiss, firma yang berbasis di Britania Raya itu mengumumkan pada hari Selasa lalu bahwa mereka akan meluncurkan jaringan yang didukung emas untuk token perdagangan yang mewakili emas fisik digital. Proyek ini konon sudah dirancang selama 2 tahun terakhir.

Menurut CoinShares, jaringan akan diluncurkan pada hari Selasa (15/10) dengan lebih dari $20 juta emas yang disimpan dalam brankas mereka di Swiss untuk cadangan tokennya. Setiap token DGLD didukung oleh 1/10 troy ounce emas.

Pimpinan CoinShares, Danny Masters mengatakan bahwa keamanan jaringan produk tergantung pada keadaan Bitcoin dengan DGLD yang berfungsi sebagai sidechain atau jaringan sampingan dari jaringan utama Bitcoin.

“DGLD menggabungkan stabilitas aset dunia yang paling abadi, emas, dengan keamanan jaringan paling tangguh di dunia, Bitcoin,” kata Masters dalam sebuah pernyataan.

Dibangun di atas platform sidechain Ocean milik CommerceBlock, jaringan DGLD akan menggabungkan keamanan finansial – kekekalan jaringan Bitcoin dan penyimpanan kubah Swiss – sambil tetap memfasilitasi perdagangan yang rendah risiko.

“Dengan adanya cadangan emas, anda bisa merasa lega. Rasanya seperti memiliki ETF berupa emas,” tambah Masters.

CoinShares mengatakan produk ini tersedia untuk investor ritel dan institusi dan akan tersedia di lebih dari 200 negara di pertukaran cryptocurrency Blockchain, The PIT.

Baca juga:

Sejarah Panjang CoinShares

Sebagai perusahaan manajer aset digital, CoinShares memiliki sejarah yang panjang dalam industri investasi kripto profesional. Sebagai grup, CoinShares berperan memberikan ‘kendaraan’ investasi kripto yang paling sesuai dengan tujuan untuk pasar. 

Platform ini didukung oleh tim dengan pengalaman yang mendalam di Exchange Traded Products, Hedge Funds, Commodities, FX, Making Market, dan investasi aktif dan pasif di pasar perbatasan. Tim ini terdiri dari alumni dari JP Morgan, Lehman Brothers & State Street dan memiliki rekor hampir dua dekade dalam manajemen investasi alternatif.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Shopee Jadi Pilihan Belanja Online di Tahun 2020. Ini Rahasianya!

DuniaFintech.com - Shopee jadi pilihan belanja online di tahun 2020 menurut survei Snapchart. Tentunya Shopee memiliki daya tarik tersendiri yang menjadikannya marketplace...

Pentingnya Detoks Keuangan Sejak Dini, Lakukan Sekarang Juga!

DuniaFintech.com - Detoks keuangan merupakan cara terbaik mengembalikan kondisi kronis keuangan. Jika sebelumnya Anda mengalami masalah keuangan dengan pengeluaran yang lebih besar...

3 Kota Ini Dikategorikan Sebagai Wilayah ‘Ramah’ Mobile Game

DuniaFintech.com - Mobile game menjadi kegiatan yang semakin diminati di Indonesia. Sebagai negara dengan wilayah yang luas, tak ayal Indonesia menjadi sebuah...

Fintech Lending Memiliki Peran Besar dalam Inklusi Keuangan

DuniaFintech.com – Apakah fintech lending memiliki peran besar dalam inklusi keuangan? Untuk membuktikan hal tersebut, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas...

Bangun Data Center Ketiga di Indonesia, Alibaba Cloud Optimis

DuniaFintech.com - Tulang punggung teknologi digital dan intelijen, Alibaba Cloud mengumumkan peluncuran untuk bangun data center ketiga di Indonesia awal tahun depan....
LANGUAGE