25.9 C
Jakarta
Sabtu, 4 Juli, 2020

IBM Ajak Perusahaan Seafood Terapkan Standar Melalui Blockchain

duniafintech.com – Perusahaan teknologi Amerika Serikat, International Business Machines (IBM) menjalin kemitraan dengan salah satu perusahaan makanan laut atau seafood untuk menerapkan teknologi blockchain.

Ada pun perusahaan tersebut bernama Raw Seafoods, nantinya komoditas pertama yang akan menjajal teknologi blockchain ialah scallop. Sampai sejauh ini, berbagai macam perusahaan telah menjadi target IBM dalam mempromosikan salah satu kategori teknologi keuangan tersebut.

Meski pun dengung blockchain sempat teredam belakangan ini, namun faktor kemudahan mengatur rantai pasokan suatu perusahaan masih menjadi alasan utama teknologi ini dibutuhkan.

Dalam kasus seafood, teknologi blockchain digunakan untuk melacak pengiriman baik dari tempat budidaya, pabrik, kapal pancing hingga distribusinya ke pasar. Nantinya pelacakan ini akan menjadi panduan bermacam pemangku kepentingan yang berhubungan dengan makanan laut.

Hal yang menjadi tantangan proyek ini ialah kesediaan para pemasok untuk berpartisipasi. Oleh sebab itu, IBM bekerja sama dengan kapal penangkap kerang dan scallop untuk berbagi data soal tangkapan mereka. Nantinya data tersebut akan dibagikan kepada pemangku kepentingan yang terikat dalam rantai pasok, untuk mengetahui proses tangkapan.

“Platform tersebut akan menjelaskan waktu kapal (penangkap scallop) berlabuh, tahap pemindahan, penyortiran, pengemasan hingga pengiriman ke tujuan akhir,”

Baca juga:

Melacak Seafood Melalui Blockchain

Selain memberikan laporan tangkapan, nantinya setiap pihak yang memiliki izin atas platform tersebut diperbolehkan mengakses informasi ke blockchain hanya dengan mengklik jaringan yang telah disediakan.

Ada pun informasi yang diberikan berupa keberadaan scallop di tempat yang telah direncanakan perjalanannya dari kapal hingga ke pasar.

Tanpa adanya sentuhan digitalisasi, melacak komoditas seperti seafood akan memakan proses yang lama. Rajendra Rao, General Manager IBM bagian kelayakan makanan menuturkan, cara tradisional membutuhkan waktu yang lama, terutama jika tangkapan scallop berada di lautan liar.

“Dengan blockchain, kami mampu mengatasi tiga masalah yang menjadi perhatian pelanggan, yakni keberlanjutan, keotentikan dan keamanan,”

Raw Seafoods selaku pemangku kepentingan juga berencana membuat aplikasi yang terkoneksi dengan platform blockchain miliknya. Nantinya pelanggan bisa memindai kode QR untuk mengetahui info detil mengenai scallop yang mereka hendak pesan.

-Fauzan-

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Shopee Jadi Pilihan Belanja Online di Tahun 2020. Ini Rahasianya!

DuniaFintech.com - Shopee jadi pilihan belanja online di tahun 2020 menurut survei Snapchart. Tentunya Shopee memiliki daya tarik tersendiri yang menjadikannya marketplace...

Pentingnya Detoks Keuangan Sejak Dini, Lakukan Sekarang Juga!

DuniaFintech.com - Detoks keuangan merupakan cara terbaik mengembalikan kondisi kronis keuangan. Jika sebelumnya Anda mengalami masalah keuangan dengan pengeluaran yang lebih besar...

3 Kota Ini Dikategorikan Sebagai Wilayah ‘Ramah’ Mobile Game

DuniaFintech.com - Mobile game menjadi kegiatan yang semakin diminati di Indonesia. Sebagai negara dengan wilayah yang luas, tak ayal Indonesia menjadi sebuah...

Fintech Lending Memiliki Peran Besar dalam Inklusi Keuangan

DuniaFintech.com – Apakah fintech lending memiliki peran besar dalam inklusi keuangan? Untuk membuktikan hal tersebut, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas...

Bangun Data Center Ketiga di Indonesia, Alibaba Cloud Optimis

DuniaFintech.com - Tulang punggung teknologi digital dan intelijen, Alibaba Cloud mengumumkan peluncuran untuk bangun data center ketiga di Indonesia awal tahun depan....
LANGUAGE