25.6 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

Jangan Tertipu Pinjaman Online Ilegal, Ini Daftar Fintech Resmi Terbaru

duniafintech.com – Jangan tertipu maraknya penyedia jasa pinjaman online ilegal. Cek dulu yang terdaftar di OJK! Sebagai lembaga pengawas, Otoritas Jasa Keuangan memang selalu berusaha melindungi hak-hak para pengguna jasa keuangan. Salah satunya dengan selalu memperbarui daftar perusahaan atau emiten resmi yang beroperasi di Indonesia. Hal ini dilakukan guna menghindari adanya praktek ilegal dari penyedia jasa keuangan yang merugikan.

Seperti bulan-bulan sebelumnya, OJK kembali mengumumkan perusahaan P2P lending resmi atau penyedia pinjaman online terdaftar yang baru saja mendapatkan izin. Per 20 Desember 2019, terdapat setidaknya 20 perusahaan yang mengantongi izin OJK.

Adapun perusahaan-perusahaan baru tersebut antara lain adalah Danon, MIKROKAPITAL.ID, SAMIR, Optima, ArgaPro, Tolongku, Pinjam KAN, PiNBee, KFUND, Puhul Lending, sumur.id, Kotak Koin, BBX Fintecg, 360Kredi, Cankul, Pinjamindo dan lain sebagainya.

Penambahan jumlah entitas itu juga sekaligus menaikkan angka perusahaan fintech terdaftar dan berizin di tanah air dengan total sebanyak 164 perusahaan. Berdasarkan data OJK, saat ini sektor pinjaman telah berhasil menyalurkan dana senilai Rp74,54 triliun dengan penyaluran di Pulau Jawa menjadi yang terbesar.

Baca Juga:

Sayangnya, kenaikan jumlah alokasi dana ini juga masih dibarengi dengan adanya rasio peminjaman bermasalah (non performing finance) yang terus meningkat. Kredit macet pada bulan November 2019 tercatat mencapai 3,51%. Ini termasuk tinggi dibanding nilai peminjaman bermasalah pada Desember 2018 yang hanya 1,45%. Ini tentu menjadi PR tersendiri baik bagi para penyelenggara pinjaman maupun OJK.

OJK Ingatkan Masyarakat untuk Menggunakan Jasa Fintech Berizin

Keberadaan entitas-entitas fintech ilegal memang sangat meresahkan bahkan bisa mengancam keberadaan perusahaa yang beroperasi secara resmi. Karena itu, pemerintah terus mengimbau masyarakat yang ingin menggunakan jasa pinjaman online untuk memilih perusahaan yang resmi dan berizin.

Hal ini tentu saja untuk menghindari kasus-kasus merugikan yang terjadi beberapa waktu belakangan mulai dari penyalahgunaan data pribadi hingga cara penagihan yang tidak sesuai prosedur.

Bagi Anda yang ingin menggunakan jasa perusahaan P2P lending, pastikan Anda hanya memilih perusahaan yang berizin dan terdaftar di OJK untuk mendapatkan pengalaman pengguna yang aman dan nyaman.

-Dita Safitri-

Berita sebelumyaUpbit Indonesia
Berita berikutnyaKTA Kilat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE