33 C
Jakarta
Rabu, 24 Juli, 2024

Dapat Restu OJK, IPO GoTo Akan Jadi Yang Terbesar Kelima di Dunia

JAKARTA, duniafintech.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk telah mendapat persetujuan efektif dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Persetujuan efektif dari OJK tersebut langsung disambut oleh GoTo dengan baik. Nilai penawaran umum perdana saham dan penjatahan lebih yang ditawarkan kepada investor adalah sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp15,8 triliun. Ini menjadikan IPO GoTo sebagai IPO terbesar ketiga di Asia serta kelima di dunia sepanjang tahun 2022 ini.

Harga IPO telah ditetapkan di batas atas kisaran, yaitu Rp338 per saham, yang mencerminkan kapitalisasi pasar diperkirakan mencapai Rp400,3 triliun atau US$28 miliar.

GoTo menawarkan sebanyak 46,7 miliar saham baru Seri A, yang merupakan gabungan antara saham baru yang diterbitkan dan saham treasuri (untuk opsi penjatahan lebih).

Masa penawaran umum saham akan berlangsung mulai 1 hingga 7 April 2022 dan pencatatan di Papan Utama BEI dengan kode saham GOTO dijadwalkan pada 11 April 2022.

CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, pihaknya sangat bersyukur melihat tanggapan positif para investor, yang tetap bertahan di tengah gejolak ekonomi makro dan pasar global.

Memasuki pasar dalam kondisi saat ini, menurutnya, merupakan bukti potensi jangka panjang bisnis GoTo yang akan menguatkan neraca perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham.

“Pasar modal Indonesia, yang telah mengungguli pasar lain di seluruh dunia, memiliki ketangguhan dan kapasitas untuk mendukung pencatatan dengan skala sebesar ini,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (31/3).

Menurutnya, sebagai pemimpin pasar di Indonesia, dengan ekosistem yang dapat melayani dua pertiga konsumsi rumah tangga, pihaknya bangga dapat mengibarkan bendera mewakili sektor teknologi Indonesia. GoTo dapat persetujuan efektif dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

“Seiring dengan kami terus mendorong pertumbuhan bisnis kami di salah satu kawasan paling menjanjikan di dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moleonoto The, salah satu penjamin pelaksana emisi efek, mengatakan, respons positif para manajer investasi berkualitas yang berbasis di Indonesia dan memiliki horizon investasi jangka panjang menunjukkan fundamental kuat GoTo dan menjadi langkah awal yang baik dalam memulai perjalanan sebagai perusahaan terbuka.

Dia bilang, kemampuan GoTo untuk mencapai valuasi yang sungguh mencerminkan nilai dan keunggulan perusahaan, terutama dalam kondisi makro dewasa ini, menunjukkan kinerja bisnis dan dampaknya terhadap masyarakat Indonesia.

“Kami bangga telah menjadi bagian dalam perjalanan ini. Salah satu IPO paling signifikan di dunia sepanjang tahun ini,” ucapnya.

Adapun, Grup GoTo memiliki ekosistem unik yang menggabungkan layanan on-demand, e-commerce, dan financial technology melalui platform Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Sebagai pemimpin pasar di Indonesia di tiga lini bisnisnya, GoTo berada dalam posisi yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan dengan memanfaatkan keunggulan sinergi dalam ekosistem yang terintegrasi.

Dalam 12 bulan yang berakhir pada 30 September 2021, sejumlah 55 juta pengguna bertransaksi secara tahunan (annual transacting user/ATU) dengan nilai pesanan hingga 2 miliar dalam ekosistem GoTo dan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV) hingga Rp414,2 triliun (US$28,9 miliar).

Sedangkan, Indonesia adalah ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, dengan kontribusi pendapatan domestik bruto (PDB) lebih dari Rp14,4 kuadriliun (US$1 triliun) atau 35,2% dari PDB Asia Tenggara, dengan populasi 274 juta jiwa.

Hal ini menjadikannya negara terbesar di Asia Tenggara dan terbesar keempat di dunia. Indonesia dan Asia Tenggara memiliki populasi muda dan sangat melek teknologi dengan daya beli yang terus meningkat, yang akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi digital kawasan ini.

GoTo telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, and PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau joint lead underwriters untuk IPO.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Rahmat Fitranto

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU