32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Digitalisasi RI Kalahkan Korea Selatan

duniafintech.com – Perusahaan konsultan manajemen bisnis McKinsey & Company menilai, Indonesia merupakan negara dengan progress digitalisasi tercepat di dunia, bahkan digitalisasi RI tersebut mengalahkan Korea Selatan.

Bukan cuma Korea Selatan, Guillaume de Gantes, Partner, Indonesia, McKinsey & Company mengatakan, pertumbuhan Indonesia lebih cepat ketimbang Taiwan, India. Hal itu disampaikan dalam laporan terbaru McKinsey & Company bertajuk Digital Banking in Indonesia: Building Loyalty and Generating Growth.

Bahkan riset dari McKinsey & Company juga telah mencatatkan Indonesia sebagai negara tercepat yang melakukan adopsi digital jika dibandingkan dengan Brazil dan China. Selain pertumbuhan digitalisasi RI dikatakan tercepat, cara masyarakat Indonesia mengonsumsi konten digital juga mengalami perubahan. Masyarakat Indonesia terutama di perkotaan banyak menggunakan dua hingga 3 produk layanan digital perbankan.

Tidak hanya digitalisasi RI yang disoroti, pertumbuhan pengguna perbankan digital di Indonesia melesat selama 3 tahun terakhir. Riset dari McKinsey and Co menyebutkan tren pertumbuhan pengguna perbankan digital di Indonesia pada tahun 2017 merupakan yang tertinggi di Asia. Pesatnya perbankan digital dalam negeri disebabkan oleh pengguna smartphone di Indonesia yang mencapai 124 juta orang.

“Di tahun-tahun sebelumnya, biasanya satu orang Indonesia memiliki satu produk. Tapi sekarang satu orang Indonesia bisa memiliki 2-3 produk [layanan keuangan]. Terlebih, produknya juga sekarang bermacam-macam,” tutur Guillaume saat media briefing di Jakarta.

Dalam laporan terbaru McKinsey kali ini menjabarkan dari sisi pertumbuhan internet banking, penggunaan smartphone dan overall digital Indonesia lebih unggul dibanding negara maju di Asia (developed Asia country), semisal Jepang, Korea dan Taiwan dan dibanding negara berkembang di Asia (emerging Asia country) seperti India. 2014, internet banking Indonesia tercatat tumbuh 21%, lalu di tahun 2017 mengalami kenaikan hingga 35% atau naik 1,7 kali lipat.

Untuk  penggunaan smartphone pada 2014 penetrasinya di Indonesia sebesar 33%, di tahun 2017 sudah naik menjadi 57% atau naik 1,7 kali lipat. Sementara, untuk overall digital tahun 2014 Indonesia mencapai 36%, dan naik 1,6 kali lipat pada 2017 menjadi 58%.

Di sisi lain, rerata pertumbuhan internet banking, penggunaan smartphone dan overall digital di negara maju asia dan negara berkembangnya hanya berkisar 1 kali lipat atau paling tinggi 1,5 kali lipat.

Pertumbuhan internet banking negara maju di Asia hanya tumbuh 1 kali lipat dari tahun 2014 ke tahun 2017. Penggunaan smartphone tumbuh 1,2 kali lipat dan secara umum penggunaan digital hanya tumbuh 1,1 kali lipat. Begitu juga dengan pertumbuhan ketiga aspek tersebut di negara berkembang Asia masing-masing hanya tumbuh 1,5 kali lipat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE