26.2 C
Jakarta
Jumat, 1 Juli, 2022

DISEBUT AKAN INTEGRASIKAN CRYPTOCURRENCY, SAHAM LINE MEROKET

duniafintech.com – Aplikasi chatting LINE, baru-baru ini disebut akan mengintegrasikan cryptocurrency ke dalam layanan mereka. Perusahaan yang berbasis di Jepang ini dikabarkan tengah berdiskusi dengan beberapa perusahaan termasuk platform pertukaran Bitcoin Upbit, asal Korea Selatan.

Langkah berani LINE ini dilakukan untuk menciptakan rasa ketergantungan kepada para pemakainya dan bertahan lebih lama menggunakan aplikasi mereka. Jika kelak langkah ini berjalan mulus, para pengguna bisa menggunakan LINE Pay untuk berbagai keperluan pembayaran.

Baca juga: duniafintech.com/artawana-sediakan-marketplace-p2p-lending/

Berita yang Membawa Kenaikan Saham

Seperti langkah yang sudah dilakukan beberapa perusahaan sebelumnya, apa yang dilakukan LINE ini benar-benar menarik perhatian publik. Terbukti dengan meningkatnya saham yang mereka miliki.

Saham Line melonjak 10 persen sebelumnya pada hari Selasa, dan memecahkan rekor di Tokyo, karena spekulasi bahwa pihaknya ingin mengikat bursa dengan pertukaran Bitcoin Korea Selatan Upbit. Perwakilan untuk LINE menolak berkomentar mengenai aliansi potensial dengan Upbit. Penerimaan penyimpanan Amerika melonjak 7,9 persen menjadi $ 47,24 pada pukul 9:48 pagi di New York.

Baca juga: duniafintech.com/peluang-jual-beli-bitcoin-di-indonesia-semakin-terbuka/

LINE, dengan nilai pasar ¥ 1,2 triliun ($ 10,6 miliar), bergabung dengan daftar bisnis yang berkembang yang ingin memanfaatkan teknologi dan hype seputar Bitcoin dan kripto yang lainnya. Dengan mengintegrasikan layanan uang digital lebih dalam dengan aplikasinya, perusahaan ini berusaha menangkis tantangan dari pesaing yang lebih besar seperti Facebook Inc. dan Snap Inc.

LINE, yang dikenal dengan stiker imut dan ekspresif yang bisa dikirimkan ke antar pengguna, telah mengalihkan bisnisnya ke iklan dalam beberapa tahun terakhir, mengalahkan perkiraan analis pada kuartal terakhir. Perusahaan ini memiliki 168 juta pengguna aktif bulanan di pasar utamanya di Jepang, Taiwan, Thailand dan Indonesia. Selain messaging, ia menawarkan layanan mulai dari pengiriman makanan hingga pencarian pekerjaan dan streaming video online.

Baca juga: duniafintech.com/wow-modalku-raih-pendanaan-umkm-hingga-rp-1-triliun/

Source: japantimes.co.jp, techinasia.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Payment Gateway: Manfaat & Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu payment gateway dan contohnya? Buat para pelaku bisnis, istilah ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga mereka. Sistem PaymentGateway...

Cari Pinjaman Bunga Rendah? Ini Solusinya!

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pinjaman bunga rendah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan dana di masyarakat. Belakangan ini, tren menggunakan layanan pinjaman online atau pinjol cukup...

Daftar Pinjaman Online Berizin OJK per Maret 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar pinjaman online berizin OJK atau Otoritas Jasa Keuangan terbaru telah resmi dirilis pada Maret 2022 lalu. Perilisan ini dilakukan lantaran maraknya...

P2P Lending adalah — Kelebihan hingga Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – P2P Lending adalah teknologi keuangan (fintech) yang kian diminati oleh masyarakat dalam beberapa tahun belakangan. Ada 2 pendekatan dalam konsepnya, yakni sebagai...

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...
LANGUAGE