25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

WOW! MODALKU RAIH PENDANAAN UMKM HINGGA RP 1 TRILIUN

duniafintech.com – Modalku, perusahaan startup P2P lending berhasil mencatatkan pencairan pinjaman modal usaha sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2017. Pinjaman tersebut diberikan kepada UMKM di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Baca juga : duniafintech.com/artawana-sediakan-marketplace-p2p-lending/

Pencapaian ini memberikan pengaruh besar bagi perkembangan Modalku di tahun 2017, dimana perkembangan tersebut tercatat 9 kali lebih besar dibandingkan pada tahun 2016. Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Modalku.  Lebih dari 50 persen dari total pinjaman, atau sekitar Rp 520 miliar disalurkan bagi UMKM lokal.

Kami sangat bangga atas pencapaian yang telah diraih Modalku selama 2017, khususnya mendapatkan pengakuan dunia bahwa kami memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia serta mendukung inklusi keuangan nasional,”  ungkap CEO Modalku Reynold Wijaya dalam pernyataan resmi pada hari Rabu (10/1/2018), seperti dilansir dari Kompas.com.

Baca juga : duniafintech.com/lampu-hijau-untuk-masyarakat-unbanked-dalam-memanfaatkan-startup-p2p-lending-untuk-perluasan-usaha/

Total pendanaan UMKM Grup Modalku merupakan jumlah terbesar yang dicetak platform P2P lending baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Modalku menyediakan layanan P2P lending, dimana UMKM berpotensi dan pencari investasi alternatif dipertemukan lewat pasar digital.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat kebutuhan kredit bagi UMKM sebesar Rp 1.700 triliun per tahun di Indonesia. Sementara, saat ini lembaga keuangan yang ada hanya dapat memenuhi Rp 700 triliun dari kebutuhan tersebut, sehingga ada kekurangan pendanaan bagi UMKM sebesar Rp1.000 trilliun di Indonesia setiap tahun.

Baca juga : duniafintech.com/tunaikita-mungkinkan-pinjaman-fleksibel-untuk-tingkatkan-aksesbilitas/

Studi Oliver Wyman dan Modalku menemukan bahwa kurangnya akses terhadap pinjaman bagi UMKM Indonesia yang ingin berkembang menyebabkan kerugian sebesar 14 persen dari total PDB nasional di tahun 2015. Oleh karena itu, diperlukan sumber pendanaan alternatif bagi UMKM Indonesia, terutama karena kontribusi UMKM yang besar bagi negara, sebesar 60,34 persen dari PDB nasional dan memperkerjakan 97 persen tenaga kerja Indonesia.

Written by: Dinda Luvita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE