26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Waduh! Dollar ke Rupiah Hari Ini Tembus Rp 15.100, Ini Biang Keroknya

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini masih penuh tekanan. Bahkan, pada perdagangan Selasa (27/9/2022), rupiah tembus Rp 15.000 per dollar AS. 

Kondisi ini disinyalir bisa berpengaruh terhadap berbagai sektor. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, bahwa penguatan dolar Amerika Serikat (AS) telah memukul nilai tukar seluruh mata uang di dunia, termasuk Indonesia. 

Penguatan dollar AS itu tak lepas dari kebijakan Bank Sentral AS yang menaikkan suku bunga acuannya tersebut. 

“Indeks dollar mengalami penguatan hingga 110. Kalau dolar menguat berarti lawan mata uang lainnya, terutama emerging market, mengalami depresiasi. Semakin kuat dollar berarti lawannya semakin melemah,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, dikutip dari kompas.com, Selasa (27/9/2022). 

Sri Mulyani Beberkan Penyebab Dollar ke Rupiah Hari Ini Anjlok

Sri Mulyani menjelaskan, bahwa tekanan pasar keuangan global yang sempat mereda kembali mengalami bergejolak, terutama di sepanjang September 2022. 

Kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed yang masih tetap hawkish. Sehingga berpengaruh terhadap dollar ke rupiah hari ini. 

Pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 22 September 2022 lalu, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin menjadi di kisaran 3 persen-3,25 persen. Adapun diproyeksikan hingga akhir tahun suku bunga The Fed akan naik mencapai 4,4 persen. 

Dollar ke Rupiah Hari Ini

Kebijakan Moneter Bank Sentral AS Salah Satu Faktornya

Kebijakan pengetatan moneter itu, dilakukan Bank Sentral AS sebagai respon dari melonjaknya inflasi AS tersebut. 

Tingkat inflasi AS per Agustus 2022 mencapai 8,3 persen, memang lebih membaik ketimbang Juli 2022 yang sebesar 8,5 persen, namun inflasi intinya atau core inflation tetap tinggi di 6,3 persen.

“(Inflasi yang tinggi) membuat semua bank sentral semua negara merespons dengan kebijakan menakkan suku bunga dan melakukan pengetatan likuiditas. Seperti AS, selama tahun 2022 sendiri sudah naik 300 basis poin,” kata Sri Mulyani lagi. 

Kebijakan moneter AS itu pada akhirnya membuat terjadinya aliran modal asing keluar (capital outflow) dari negara-negara berkembang, tak terkecuali juga Indonesia. Kondisi tersebut membuat nilai mata uang negara-negara berkembang pun kian melemah karena tertekan dollar AS tersebut. 

Baca juga: Intip Nilai Tukar Dollar ke Rupiah Hari Ini yang Masih Penuh Tekanan

“Outflow dari negara-negara emerging ini dialami berbagai negara, termasuk kita (Indonesia). Bahkan dalam hal ini dialami oleh Afrika Selatan, Brasil, termasuk Tiongkok. Ini tentu akan menimbulkan tekanan terhadap sektor keuangan,” jelas Sri. 

Sebagai informasi, melansir laporan bisnis.com, pada Senin (26/9/2022) kemarin saja, rupiah ditutup melemah 0,61 persen atau 92 poin sehingga parkir di posisi Rp15.129,50 per dolar AS.

Indeks dolar AS pada pukul 15.10 WIB terpantau menguat 0,21 poin atau 0,18 persen ke level 113,40. 

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia terpantau serentak melemah di hadapan dolar AS. Mata uang yen Jepang melemah 0,27 persen, won Korea Selatan melemah 1,55 persen, yuan China melemah 0,34 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,49 persen terhadap dolar AS.

Kemudian, pada pembukaan perdagangan dollar ke rupiah Selasa (27/9/2022) pukul 09.01 WIB hari ini, rupiah bergerak turun 10 poin atau 0,07 persen ke Rp15.139,5 per dolar AS. 

Sementara itu indeks dolar AS itu turun 0,22 persen atau 0,24 poin ke 113,85. Bersama rupiah, seluruh mata uang di Asia Pasifik terpantau melemah dengan rupee India 0,78 persen, yuan Cina 0,35 persen, ringgit Malaysia 0,08 persen, dan dolar Taiwan turun 0,05 persen.

Sementara itu terdapat beberapa mata uang di Asia Pasifik yang terpantau menguat seperti won Korea Selatan yang naik 0,24 persen, dolar singapura 0,19 persen, baht Thailand 0,15 persen, yen Jepang 0,12 persen, dan peso Filipina 0,06 persen. 

Analis Sebut Masih Berpotensi Terus Melemah

Kemudian, Analis pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, bahwa rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Hal ini karena antisipasi pasar terhadap ekspekasi kebijakan pengetatan moneter dari bank sentral AS alias The Fed masih cukup agresif sehingga berdampak pada pelemahan mata uang garuda. 

Baca jugaDolar ke Rupiah Hari Ini Makin Tertekan, Intip Harganya di Sini

“Isu resesi global juga menambah tekanan untuk rupiah sebagai aset berisiko,” ujar Ariston kepada Bisnis, Selasa (27/9/2022). 

Lebih lanjut, Ariston menyebutkan, resesi global dapat memberi tekanan terhadap perekonomian Indonesia lantaran adanya potensi turunnya permintaan terhadap komoditas. Ariston mengatakan, rupiah berpotensi tertekan ke level Rp15.150 dengan support pada kisaran Rp15.080 per dolar AS.

Dollar ke Rupiah Hari Ini Bergejolak, Kondisi Terlemah Sejak April 2022

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ini terus lanjutkan pelemahan sejak pekan lalu. Indeks dolar AS yang terus menanjak membuat rupiah terus terpuruk hingga menembus Rp 15.100 per dollar AS. 

Pelemahan nilai tukar dollar ke rupiah hari ini tak lepas dari situasi eksternal. Khususnya dari AS, di mana The Fed yang menegaskan akan terus agresif menaikkan suku bunga sampai tahun depan. Targetnya, hingga inflasi kembali ke 2 persen. 

Walhasil, yield obligasi AS (Treasury) melesat naik. Hal ini memicu capital outflow yang masih dari pasar obligasi dalam negeri.

“Pelemahan rupiah ini dikarenakan dolar yang sangat kuat. Dengan FOMC meeting Minggu lalu terlihat sekali bahwa Fed sangat hawkish dengan menunjukkan Fed Fund Rate bsa ke 4.5 persen akhir tahun,” kata Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Irman Faiz, dikutip dari CNBC Indonesia. 

Indeks dolar AS pada perdagangan Jumat lalu meroket hingga 1,65 persen ke 113,192, menjadi yang tertinggi sejak Mei 2002. Dalam sepekan, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS ini melesat 3,12 persen. 

Itulah ulasan tentang dollar ke rupiah hari ini yang menembus Rp 15.100. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

Baca jugaDollar ke Rupiah Hari Ini Tertekan Terus, Bertengger di Rp15 Ribuan

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE