27.2 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Dollar ke Rupiah Hari Ini, Cek Kurs BCA, Mandiri, dan BRI

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.618 di perdagangan pasar spot Selasa (6/12).

Diketahui, rupiah melemah 0,99% dibanding Senin (Rp 15.463). Sememtara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 1,08% pada level Rp 15.576 dibanding Senin (Rp 15.409).

Bagi kamu yang ingin melakukan penukaran valuta asing (valas) dollar Amerika Serikat, inilah referensi kurs dari perbankan yang patut untuk diikuti, seperti dinukil dari Kontan.

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Simak di Sini

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini

1. Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA

Lewat situs resmi BCA, beberapa kurs yang berlaku adalah TT counter, e-rate, dan bank notes. Inilah kurs yang dicatat dari laman BCA (Diperbarui pada pukul 08.25 WIB per 7 Desember 2022).

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.604 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.624 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.464 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.764 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 15.464 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.764 per dollar AS

2. Kurs di Bank Mandiri

Adapun referensi kurs hari ini di Bank Mandiri bisa diikuti oleh nasabah yang ingin menukarkan valas. Melalui situs resmi Bank Mandiri, jenis kurs seperti TT counter, special rate, dan bank notes bisa didapatkan oleh nasabah.

Berikut ini kurs dollar-rupiah di Bank Mandiri, Rabu 7 Desember 2022 (Diperbarui 09.45 WIB).

Kurs special rate:

Kurs beli Rp 15.615 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.635 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.400 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.750 per dollar AS

Kurs bank notes:

Kurs beli Rp 15.400 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.750 per dollar AS

dollar ke rupiah hari ini

3. Kurs di BRI

Pada Rabu, 7 Desember 2022, situs resmi Bank Rakyat Indonesia (BRI) menampilkan beberapa kurs, baik di TT counter maupun e-rate. Berikut detail kurs yang dikutip dari situs resmi BRI (Diperbarui pada pukul 10.45 WIB):

Kurs e-rate:

Kurs beli Rp 15.599 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.619 per dollar AS

Kurs TT counter:

Kurs beli Rp 15.530 per dollar AS

Kurs jual Rp 15.730 per dollar AS

Baca juga: Dollar ke Rupiah Hari Ini di BCA hingga BRI, Intip Kurs-nya!

Dollar ke Rupiah Hari Ini — Perbedaan Tingkat Dollar Rupiah

Sebagai informasi, ada perbedaan tingkat pertukaran dua mata uang ini yang pada kurs TT counter, e-rate, dan bank notes. Penggunaan kurs dua mata uang ini, TT counter hanya berlaku di kala nasabah melakukan setoran atau transfer via counter bank.

Adapun kurs e-rate adalah kurs yang berlaku ketika nasabah melakukan transaksi dengan nilai nominal ekuivalen di atas 25.000 dollar AS. Baik BCA, Mandiri, maupun BRI mengimbau nasabahnya untuk menghubungi cabang terdekat terlebih dahulu.

Di lain sisi, kurs bank notes berlaku saat nasabah menukarkan uangnya via kantor bank secara langsung.  Kurs dua mata uang ini hanya berlaku pada sudut pandang bank. Kurs beli digunakan saat bank membeli dollar dari nasabah dan kurs jual dipakai saat bank menjual dollar ke nasabah.

Berita Terkait Dollar ke Rupiah Hari Ini

Di pasar spot pada sesi Rabu (6/12/2022) pagi hari, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bergerak fluktuatif. Rupiah terpantau bergerak dua arah pada awal perdagangan hari ini.

Mengutip data Bloomberg via Kompas.com, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dibuka pada level Rp 15.615 per dollar AS, terapresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.618 per dollar AS.

Rupiah sempat terdepresiasi ke posisi Rp 15.633, sebelum akhirnya kembali ke zona positif. Pada pukul 10.30 WIB, rupiah menguat tipis 6,5 poin atau 0,04 persen ke Rp 15.611 per dollar AS.

Pergerakan rupiah yang fluktuatif selaras dengan indeks dollar AS yang bergerak dua arah. Melangsir data Investing, greenback pada pagi hari ini berada pada kisaran 105,58.

Disampaikan Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra, pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih berkonsolidasi.

Hal itu disebabkan oleh pasar yang masih wait and see terhadap sinyal arah kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve.

“Setelah melemah cukup besar di awal pekan, rupiah terlihat sedikit menguat. Tapi overall, pasar masih mewaspadai potensi pelemahan rupiah karena The Fed,” jelasnya.

Di lain sisi, sentimen pasar terlihat negatif terhadap aset berisiko di pagi ini. Hal itu terefleksikan dari indeks saham Asia terlihat bergerak negatif.

“Pagi ini, data neraca perdagangan China bulan November yang diekspektasikan terjadi penurunan aktivitas ekspor dan impornya juga memberikan tekanan ke rupiah,” tutupnya.

Sekian ulasan tentang dollar ke rupiah hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini: BCA, Mandiri, dan BRI

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE