25.6 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

Drone, Alat Transportasi Barang Di Era Digital?

duniafintech.com – Drone atau remote helikopter ini sudah tidak asing lagi menghiasi langit di era digital belakangan ini. Beberapa pengguna telah melakukan ujicoba terhadap teknologi ini.

Baca juga : Konferensi II – Menangkan $ 300 Ethereum

Drone mulai digunakan untuk membuat kargo udara lebih efisien khususnya di negara Spanyol. Singular Aircraft sedang mengembangkan Flyox I, kendaraan udara tak berawak (UAV) yang dapat melakukan berbagai tugas, mulai dari pekerjaan pertanian dan transportasi barang hingga pemadam kebakaran, pengawasan dan pencarian dan penyelamatan.

Baca juga : Joox, Layanan Musik Digital Masa Kini

Teknologi drone ini di operasikan dari jarak jauh dan dapat membawa 1.850 kilogram muatan bahkan telah dirancang untuk dapat beradaptasi dibeberapa kondisi.

“Kita harus berurusan dengan semua jenis permukaan pendaratan, itulah mengapa itu amfibi (dan) kita dapat mendarat di atas es dan salju,” ungkap Luis Carillo yang dilansir dari CNBC

Pemilik Singular Aircraft itu juga mengatakan bahwa teknologi drone tersebut dapat mendarat di permukaan yang tidak siap bahkan pesawat mampu mengatasi jenis pengoperasian tersebut.

Baca juga : Ritase.com – Solusi Digital Manajemen Pengiriman Barang

Perjalanan udara merupakan bagian integral dari kehidupan modern, tetapi ada biaya lingkungan yang harus ditanggung. Misalnya, emisi langsung dari jumlah penerbangan menjadi sekitar 3% dari total emisi gas rumah kaca Uni Eropa, menurut Komisi Eropa.

Jika dibandingkan dengan teknologi terkait pada umumnya, dalam konteks inilah drone menawarkan sesuatu yang berbeda..

“Kami telah membawa teknologi ke titik di mana ia membuka beberapa kemungkinan baru yang sangat menarik,” ujar Anne Goodchild, profesor teknik sipil dan lingkungan di University of Washington.

“Drone sangat ringan dan sangat hemat energi sehingga mereka benar-benar dapat bersaing dalam hal biaya pengiriman dengan mode lain.” tambahnya.

Goodchild juga mengungkapkan bahwa ada beberapa tantangan pelaksanaan nyata dimulai seperti masalah manajemen ruang udara.

“Saya melihat ada perubahan karena perjalanan darat dianggap berbahaya atau tidak mungkin sangat mahal, bahkan dibutuhkan untuk menjangkau daerah terpencil dengan infrastruktur yang buruk,” jelasnya.

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE