25.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Peran Media Sosial Berantas Terorisme

duniafintech.com – Beberapa hari ini, Indonesia kembali dihebohkan dengan peristiwa terorisme. Kekejian yang dilakukan oleh para napi teroris di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat menewaskan 5 anggota kepolisian.

Aksi kejam ini tak ayal mengundang perhatian tak hanya masyarakat Indonesia, tapi juga dunia. Ungkapan duka pun datang dari Presiden Joko Widodo dan pesohor dunia. Pemberitaan media massa internasional pun tak luput dari peristiwa ini.

Melalui akun Instagramnya, Brigjen Krishna Murti membagikan foto yang menjadi petunjuk aksi kejam para teroris tersebut terhadap anggota Polri. Foto itu menunjukkan betapa para penjahat itu memang tak mengenal ampun. Foto itu jelas mengundang kemarahaman seluruh rakyat Indonesia dan sekali lagi memberi pukulan telak betapa terorisme adalah sesuatu yang nyata.

Baca juga: PERUSAHAAN BLOCKCHAIN EROPA MEMONETISASI ASET DIGITAL

Terorisme dan Media Sosial

Anda pasti masih ingat saat beberapa waktu lalu, aplikasi chatting Telegram sempat dibanned di Indonesia karena digunakan untuk komunikasi dalam kegiatan terorisme. Tak hanya itu, bahkan Facebook pun yang sudah cukup besar, masih menjadi tempat empuk bagi para teroris merekrut anggota baru. Singkatnya, perkembangan media sosial ternyata tak selamanya membawa manfaat yang positif.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Mengingat tujuan media sosial awalnya adalah untuk menjadi penghubung bagi kita di dunia maya. Yang menjadi PR besar perusahaan sosial media raksasa dunia sekarang adalah membalikkan keadaan: bagaimana menjadikan media sosial sebagai sarana untuk membasmi kegiatan terorisme. Dan beberapa langkah nyata sudah mereka lakukan selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga: SEMUA TENTANG BITCOIN TERBARU DI SINI

Langkah Perusahaan Media Sosial Raksasa Dunia Atasi Terorisme

Media sosial adalah alat yang kuat untuk kelompok yang terlibat dalam kegiatan teroris. Konten ekstremis yang mereka posting telah memicu perubahan luas di jejaring sosial. Tapi, apakah perubahan itu cukup? Itulah pertanyaan yang diajukan perwakilan dari Facebook, Twitter, dan YouTube Januari lalu di hadapan Komite Senat AS tentang Perdagangan, Sains, dan Transportasi dalam sidang di Washington, D.C.

Sidang ini dirancang untuk melihat upaya jejaring sosial saat ini dalam mengekang konten ekstremis, membuka diskusi tentang peran perusahaan teknologi dalam meminimalisir penyebaran propaganda daring. Sementara perusahaan-perusahaan sebelumnya telah bersaksi tentang campur tangan Rusia dalam pemilihan AS, sidang ini adalah pertama kalinya perusahaan-perusahaan itu berbicara kepada komite perdagangan tentang konten ekstremis.

Facebook misalnya, sekarang sudah menghapus 99 persen konten yang berhubungan dengan ISIS dan Al Qaeda dengan menggunakan sebuah mesin bertenaga AI. Twitter sudah mematikan jutaan akun yang diduga terkait terorisme sejak tahun 2015. Sementara Youtube, menghapus lebih dari 70 persen konten yang dianggap ekstrim dan berbahaya. Ini merupakan langkah yang cukup bagus untuk menghentikan pergerakan dan perkembangan para ekstrimis dunia.

Sejak tahun lalu, pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya sudah menegaskan akan memaksimalkan penggunaan media sosial untuk membendung paham terorisme dan radikal. Kita sebagai masyarakat tinggal pintar-pintar memercayai konten agar tidak terpengaruh pada hal-hal negative dari media sosial.

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Rawat Jalan, Inilah Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan rawat jalan adalah salah satu manfaat yang diberikan oleh asuransi asuransi kesehatan secara umum. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan...

Minimum Pembayaran Akulaku per Transaksi, Segini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Minimum pembayaran Akulaku atau minimum payment di Akulaku ini tentunya sangat penting diketahui oleh para penggunanya. Seperti diketahui, meski terbilang baru, tetapi...

Cara Top Up OVO lewat Maybank, dari ATM sampai SMS Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Maybank berikut ini menawarkan kemudahan bagi kamu yang ingin isi ulang saldo OVO dengan cepat. OVO sendiri...

Memahami Apa Itu DeFi dan Keuntungannya Dalam Dunia Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Penting sekali bagi seorang trader kripto untuk memahami apa itu DeFi. Saat ini, hampir semua layanan keuangan menggunakan sistem teknologi terpusat.  Artinya,...

Cara Bayar Tiket Kereta Api Via Bank Mandiri, Cepat & Mudah!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar tiket kereta api via Bank Mandiri berikut ini menjadi salah satu kemudahan yang harus ketahui sekarang juga. Bagi kamu yang...
LANGUAGE