29.6 C
Jakarta
Selasa, 29 September, 2020

Pengguna Naik Dua Kali Lipat Saat Pandemi, Netflix Raup Keuntungan US$6.048 Miliar

DuniaFintech.com – Selama masa pandemi corona ini, Netflix menjadi salah satu alternatif yang dipilih masyarakat untuk menemani karantina di rumah.  Sebagai layanan streaming film, Netflix raup keuntungan US$6.048 miliar dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal itu tak lepas dari seruan untuk karantina di rumah yang berimbas pada meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan hiburan.

CEO Netflix Reed Hastings mengungkapkan “jumlah pelanggan Netflix meroket pada 2020. Hampir 16 juta orang berlangganan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut hampir dua kali lipat dari pendaftaran baru di bulan-bulan terakhir tahun 2019. Selain itu, Harga saham Netflix juga naik lebih 30 persen tahun ini. Para investor yakin Netflix mendapatkan keuntungan dari orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.”

Reed menambahkan, Manajemen mengungkapkan, pada kuartal I 2020, Netflix mampu memperoleh pendapatan (revenue) sebesar USD 5,768 miliar. Angka ini naik 27,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 4,521 miliar. Sedangkan proyeksi pada kuartal II 2020, Netflix raup keuntungan US$6.048 miliar. Net income (laba bersih) kuartal I 2020 sejumlah USD 709 juta dan kuartal II 2020 diproyeksikan USD 820 juta.

Baca Juga:

Netflix mencatat, laba bersih perusahaan kuartal I 2020 tersebut melonjak hingga 106 persen dari laba di periode yang sama tahun sebelumnya USD 344 juta. Pada tiga bulan pertama tahun ini, Netflix telah menggaet sebanyak 15,8 juta pengguna. Ini menambah jumlah pengguna global Netflix menjadi 182,9 juta pada akhir Maret.

Netflix raup keuntungan US$6.048 miliar berkat jumlah pengguna dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika yang menjadi penyumbang jumlah pelanggan baru terbesar dengan total hampir 7 juta pelanggan. Pertumbuhan di AS dan Kanada, yang telah sempat tertinggal dalam beberapa kuartal terakhir, juga melonjak, dengan 2,3 juta pelanggan baru.

Guna melayani permintaan streaming Netflix yang sangat tinggi, pada akhir Maret lalu, Netflix juga mengurangi kualitas video untuk pengguna di Eropa.  Kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan trafik dan mengurangi beban pada jaringan broadband. Perusahaan juga mempekerjakan 2.000 staf pendukung tambahan untuk menangani peningkatan jumlah pelanggan yang meroket ini.

Meski jumlah pelanggannya bertambah, produksi film Netflix juga turut terkena dampak pandemi Covid-19. Netflix mengatakan, hampir semua produksi film dihentikan sementara untuk memutus persebaran wabah tersebut.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Program ‘Fintech Express’ Oleh Mastercard Siap Dukung Ekosistem Eropa

DuniaFintech.com - Fintech Express menjadi program teranyar yang dihadirkan perusahaan sistem pembayaran dan transaksi ternama dunia, Mastercard. Program tersebut menjadi fasilitator untuk...

Ant Group Milik Jack Ma Naikkan Target IPO Jadi US$ 35 Miliar

DuniaFintech.com – Perusahaan afilisiasi Alibaba milik Jack Ma, Ant Group dikabarkan segera melantai di bursa efek (IPO) dan membidik dana segar US$35...

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...
LANGUAGE