25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Ekspor Mengalami Pertumbuhan 21,64 Persen, Mendag Harapkan Jadi Motor Ekonomi

JAKARTA, duniafintech.comKementerian Perdagangan mencatat pertumbuhan ekspor mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,7 persen pada triwulan III di tahun 2022.

Pada periode ini, pertumbuhan ekonomi didukung ekspor barang dan jasa yang mengalami pertumbuhan atau naik 21,64 persen secara tahunan (year on year) dengan kontribusi mencapai 26,23 persen, meningkat dari kontribusi pada triwulan II dengan persentase sebesar 24,74 persen.

“Kinerja ekonomi Indonesia terus membaik selama 2022. Pada triwulan III 2022, ekonomi Indonesia tumbuh positif lebih tingg dari capaian triwulan sebesar 5,02 persen dan triwulan II yang tumbuh 5,45 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ini tentunya juga didukung peningkatan kinerja ekspor nasional,” kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan sebesar 21,64 persenn, tertinggi kedua setelah impor barang dan jasa yang tumbuh 22,98 persen. Peningkatan kinerja ekspor tahun ini dipengaruhi beberap faktor. Salah satunya, fenomena peningkatan harga komoditas ekspor dunia (supercyle commodity).

Baca juga: UMKM Kuasai Pasar Ekspor dapat Akses dari Kemendag

Selain ekspor mengalami pertumbuhan, perbaikan kinerja industri dalam negeri yang tercermin dari perbaikan angka Purchasing Manager Index (PMI) industri manufaktur Indonesia juga turut mendorong ekspor manufaktur Indonesia hingga triwulan III 2022 dengan kontribusi mencapai 46,21 persen terhadap total ekspor Indonesia.

“Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada 2022 antara lain batu bara, kelapa sawit, nikel dan kopi. Sementara untuk angka PMI manufaktur Indonesia tercatat selalu berada di atas 50 bahkan pada September mencapai angka tertinggi sepanjang 2022 yaitu sebesar 53,7,” kata Zulkifli.

Menurutnya nilai ekspor Indonesia yang mengalami pertumbuhan pada triwulan III merupakan nilai ekspor triwulanan tertinggi selama dua tahun terakhir. Pada triwulan III 2022, total ekspor Indonesia mencapai US$78,20 miliar, mengalami peningkatan 27,30 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang ekspor non migas yang mencapai US$73,84 miliar dengan pertumbuhan 26,28 persen.

“Produk utama ekspor non migas Indonesia pada triwulan III 2022 adalah bahan bakar mineral (HS 27) lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) besi dan baja (HS 72), mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) serta kendaraan dan bagiannya. (HS 87). Khusus untuk batu bara (HS 27) pada triwulan III tercatat meningkat pesat dari US$8,84 miliar pada triwulan III tahun 2021 menjadi US$15,72 miliar di triwulan III 2022,” kata Zulkifli.

Baca juga: Ekspor Kosmetik Indonesia Kantongi Nilai Mencapai Rp31 Miliar

Dari sisi tujuan, dia melanjutkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia juga mencatatkan kinerja positif atau mengalami pertumbuhan terhadap negara mitra dagang utama. Tiongkok masih menempati posisi pertama sebagai negara mitra dagang Indonesia  dengan nilai ekspor sebesar US$17,34 miliar pada triwulan III 2022. Nilai ekspor ini berkontribusi sebesar 23,49 persen dari ekspor non migas Indonesia pada triwulan III 2022 dan mengalami peningkatan 29,70 persen.

“Selain Tiongkok, ekspor ke India juga tumbuh pesat pada triwulan III dengan membukukan nilai sebesar USD 6,48 miliar atau tumbuh 61,18 persen,” ujar Zulkifli.

Dia menambahkan meskipun kinerja ekspor Indonesia mengalami pertumbuhan alias menunjukkan kinerja yang baik, Kementerian Perdagangan tetap mewaspadai perlambatan ekonomi yang sudah terjadi di beberapa mitra dagang Indonesia. Negara mitra dagang tersebut di antaranya Arab Saudi, Singapura, Hongkong, dan Uni Eropa.

“Dalam memitigasi risiko perlambatan tersebut, Kementerian Perdagangan melakukan sejumlah langkah strategis di antaranya peningkatan akses pasar ekspor ke pasar non tradisional, khususnya di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah baik melalui promosi, misi dagang, maupun perjanjian kerja sama,” kata Zulkifli.

Baca jugaBerita Kripto Hari Ini: Bappebti Tindak Tegas Penghimpunan Dana Berkedok Perdagangan Kripto

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE