33 C
Jakarta
Kamis, 21 Oktober, 2021

Elizabeth Stark, “Jagoan Wanita” dalam Dunia Kripto Aset

duniafintech.com – Coba Anda ingat-ingat kembali, ada berapa nama wanita yang populer di dunia kripto aset? Elizabeth Stark hanyalah salah satu dari segelintir perempuan yang memiliki kiprah cemerlang di bidang ini.

Stark dikenal sebagai seorang Blockchain entrepreneur, pendidik dan seorang open internet advocate. Tidak seperti Vitalik Buterin atau Satoshi Nakamoto yang menjadi pembuat kripto aset, dia adalah sosok di balik jaringan lightning yang digunakan oleh Bitcoin. Tanpa Stark, Lighting Network mungkin akan berakhir sebagai ide belaka.

Kerja kerasnya telah menjadikan Lighting Network sebagai sebuah sistem pembayaran yang berfungsi dengan baik. Ini sekaligus menjadi suar harapan bagi mereka yang percaya bahwa suatu saat Bitcoin benar-benar dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Stark melakukan ini hanya dalam waktu satu tahun saja.

Sebagai lulusan sekolah hukum, dia memang tidak banyak ikut campur dalam urusan koding. Tapi banyak orang yang memuji CEO Lighting Labs itu sebagai sosok yang luar biasa dalam proyek tersebut.

“Dia benar-benar membantu semua orang untuk bisa menciptakan sesuatu yang berguna,” kata Tadge Dryja, salah satu sosok yang ikut menyusun white paper dalam proyek Lightning Network.

Karena itu, Stark sering digambarkan sebagai semacam ratu prajurit, yang sekarang memimpin pasukan pengembang elit. Lightning sekarang memiliki kapasitas untuk memproses sekitar $2 juta transaksi kripto, berdasarkan saldo yang dimiliki lebih dari 13.000 saluran pembayaran. 

Baca juga:

Dari Sekolah Hukum ke Kripto Aset

Lulus dari sekolah hukum Harvard mungkin membuat banyak orang bertanya-tanya tentang kiprahnya di dunia kripto aset. Namun dalam sebuah wawancara dengan Coindesk, Stark menceritakan bagaimana dirinya di masa remaja yang menyukai teknologi. Ia mengaku bahwa apa yang dilakukannya hari ini sama saja dengan hobinya dulu.

Ketertarikannya pada kripto aset sendiri dimulai pada tahun 2010. Saat itu dia mendengar tentang Bitcoin pertama kali dari seorang pembicara. Pada saat ia bertemu dengan Dryja pada tahun 2015, pengembang mulai berteori tentang apa yang kemudian menjadi Lightning Network, yang kemudian berubah dari sekadar konsep, menjadi perusahaan startup yang dipimpin langsung oleh Stark.

Elizabeth Stark mengatakan dia didorong oleh keinginan untuk menciptakan teknologi signifikan yang akan memiliki efek di dunia dalam 10 tahun ke depan dan seterusnya. Dalam benaknya, Lightning Network adalah bagian penting untuk memastikan Bitcoin dapat eksis dalam waktu lama.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Bitcoin Pecah Rekor Sepanjang Masa, Analis Berharap Lewati US$100.000

Reli terbaru Bitcoin ke harga tertinggi sepanjang masa di atas US$66.000 sudah memunculkan gelombang prediksi bullish baru, dengan harga cryptocurrency sudah lebih dari dua...

Komite Senat Australia Buat 12 Rekomendasi untuk Regulasi Crypto

Komite Terpilih Senat Australia sudah menyerahkan laporan terakhirnya tentang tinjauan selama setahun terhadap pendekatan negara ini terhadap peraturan kripto dan blockchain. Seperti dikutip dari...

Bitcoin Lewati Rp932 Juta Setelah Peluncuran ETF di NYSE

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. Harga Bitcoin sempat dijual Rp932 juta di marketplace Indodax, Kamis (21 Oktober 2021) dini hari. Hal ini terjadi semenjak...

Keuntungan dan Daftar Produk Asuransi Rawat Inap Terbaik di Indonesia

Produk asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi rawat inap sangat berperan untuk membebaskan dari kekhawatiran dan kegelisahan terkait kondisi keuangan yang terganggu akibat tidak adanya...

Kasus Pinjaman Online: Contoh dan Cara Melaporkan

Belakangan ini marak terjadi kasus pinjaman online, mulai dari penipuan yang mengatasnamakan pinjaman online terpercaya, pinjaman online ilegal, kasus pinjaman online tidak dibayar, hingga...
LANGUAGE