26.5 C
Jakarta
Senin, 27 September, 2021

Fintech Pendidikan Ini Terima Suntikan Dana Seri A dari Jerman

duniafintech.com – Perusahaan moda ventura dari Jerman, Global Founders Capital (GFC) memberikan dana seri A kepada salah satu penyelenggara fintech di bidang pendidikan, Pintek.

GFC yang enggan menyebutkan nominal pendanaan, diketahui telah menjadi pendana beberapa startup, beberapa diantaranya ialah Traveloka, Facebook, Lazada, Trivago dan banyak lagi.

Finch Capital dan Amand Ventures selaku pionir pendana Pintek juga kembali mengambil bagian di pendanaan kali ini. Ada pun keran pendanaan ini dibuka oleh induk dari Pintek, SoCap.

Pintek yang mengawali debutnya dengan nama Pinduit telah menawarkan program pinjaman pendidikan dari Sekolah Dasar sampai Universitas. Sejak Oktober lalu, pemohon pinjaman telah meningkat sebanyak 20 kali lipat. Selain itu, non performing loan (NPL) yang tetap konsisten ditekan di bawah 1%.

Baca juga:

Fintech Pendidikan Berpotensi Tekan Angka Putus Sekolah

Selain Pinduit, terdapat beberapa fintech yang berfokus pada bidang pendidikan. Salah satunya Dana Cita yang memberikan solusi berjangka untuk keuangan pendidikan. Dengan misi memperluas jangkauan pendidikan, fintech ini hadir untuk menghapus disparitas biaya pendidikan yang terjadi di masyarakat.

Ada pun Dana Cita menawarkan pinjaman jenjang Universitas serta beberapa program vokasi pilihan. Pinjaman tersebut bisa diberikan untuk uang pangkal, biaya gedung, semester serta beberapa program biaya pendidikan lainnya.

Pengajuan pinjaman bisa mencapai periode pendidikan selama 6 tahun dengan bunga berjangka 1 sampai 1,75% per bulannya.

Selanjutnya, terdapat klaster fintech crowdfunding (galang dana) yang juga berfokus pada pendidikan yakni DANAdidik. Pinjaman pada fintech satu ini terbilang cukup memudahkan peminjam, dengan tidak menekankan bunga pada saat peminjam menempuh program pendidikannya. Tenor yang berjangka 4 tahun serta sistem cicil berjumlaj 10-30% dari gaji yang didapatkan peminjam ketika sudah bekerja, dinilai menjadi sistem yang adil untuk kedua belah pihak.

Sejatinya pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Oleh sebab itu, dengan hadirnya teknologi yang membantu solusi keuangan dalam pendidikan, diharapkan kualitas Sumber Daya Manusia serta angka putus sekolah dapat ditekan.

Menurut data yang dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Budaya, angka putus sekolah pada 2018/2019 mencapai 57.426 siswa untuk kelas 1-6 SD. Sementara itu, untuk jenjang SMA, angka putus sekolah mencapai 31.123 untuk setiap putus sekolah di kelas X, XI dan XII.

-Fauzan-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Danasaham: Platform yang Pertemukan Pemodal dan Penerbit

Danasaham adalah salah satu platform equity crowdfunding yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mempertemukan pemodal dan penerbit melalui situs websitenya. Di...

Strategi dan Jenis Investasi Terbaik untuk Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tangga mempunyai peran penting dalam mengelola keuangan keluarga dengan baik meski ia memang tidak menghasilkan uang secara aktif. Namun, penting juga bagi...

Daftar Rekening Bisnis Terbaik untuk UMKM

Dalam menjalankan sebuah bisnis, baik berskala besar maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), finansial atau keuangan menjadi salah satu hal yang penting dan harus...

Pengertian Bursa Kripto serta Kehadirannya di Indonesia dan Dunia

Investasi mata uang kripto semakin digandrungi belakangan ini di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, jika memang merasa tertarik untuk berinvestasi mata uang kripto dan...

Ini 5 Rekomendasi Kartu Kredit Terbaik di Indonesia

Kartu kredit belakangan ini telah menjadi alat transaksi sehari-hari bagi sebagian orang dari beberapa kalangan. Bahkan, alat transaksi yang satu ini juga mulai dianjurkan...
LANGUAGE