31.5 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Elon Musk: Saya Akan Beli Coca-Cola dan Memasukkan Kokain Kembali

JAKARTA, duniafintech.com – Alasan Elon Musk dalam rencananya membeli saham Coca Cola, menuai perhatian publik. CEO Tesla Motor dan pendiri SpaceX Elon Musk dalam cuitannya di Twitter mengatakan, dirinya akan membeli perusahaan minuman Coca Cola dan menyarankan agar kokain kembali dimasukkan ke dalam kandungan minuman bersoda itu.

“Berikutnya saya akan membeli Coca Cola dan mengembalikan kokain di dalamnya,” kata dia, seperti dilansir dari The Sun.

Salah satu orang terkaya di dunia itu membuat pernyataan sarkastis dua hari setelah dia membeli media sosial Twitter.

“Ayo kita bikin Twitter lebih menyenangkan!” kata Elon Musk.

Baca juga: Bocoran Isi Pertemuan Elon Musk dan Luhut, Ternyata Bahas ‘Masa Depan’ RI

Dua cuitan Musk itu disukai 1,3 juta orang di Twitter.

Sejak kabar Musk membeli Twitter, banyak pengguna media sosial berlogo burung itu menanyakan dengan bercanda, apa lagi yang akan dibeli oleh sang miliuner tersebut.

Seorang pengguna secara tidak langsung meminta Musk membeli perusahaan makanan cepat saji McDonald’s dan “memperbaiki semua mesin es krimnya” karena McDonald’s cukup terkenal di Amerika Serikat karena mesin es krimnya yang rusak.

“Begini, saya tidak bisa sulap,” jawab Musk di Twitter.

Baca juga: Wow! Elon Musk Berniat Beli 100 Persen Saham Twitter, Uang Rp618,4 Triliun Disodorkan

Secara realistis, Coca-Cola saat ini bernilai USD 284 miliar sementara kekayaan Musk saat ini berada di angka USD 253, kata sejumlah laporan.

Untuk masalah kokain di minuman Coca Cola, pernyataan dari situs resmi Coca-Cola di Inggris mengatakan minuman mereka tidak mengandung kokain atau unsur yang membahayakan lainnya. Kokain tidak pernah masuk dalam komposisi minuman Coca-Cola.

Namun sebuah laporan dari US National Institut on Druf Abuse justru mengatakan sebaliknya.

Ketika didirikan pada 1885 oleh seorang ahli farmasi John Pemberton, laporan mengatakan “resep Coca-Cola mengandung kokain dalam bentuk ekstrak dari daun coca.”

Kandungan itu dilaporkan masih bisa diterima dan sah sebagai pengobatan. Bahkan Coca-Cola diduga pernah mempromosikan minumannya sebagai obat untuk menyembuhkan sakit kepala, sakit perut, dan lesu.

Baca juga: Bertemu Bos Tesla, Luhut Binsar Pandjaitan Kembali Bujuk Elon Musk?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat Panin Bank, Pasti Praktis dan Aman!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Panin Bank berikut ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna kedua layanan keuangan ini. Kemajuan teknologi seperti...

Cara Mengaktifkan Rekening Pasif Mandiri, Gampang Kok!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengaktifkan rekening pasif Mandiri berikut ini tentu penting untuk diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri. Pasalnya, hal ini diperlukan, terutama ketika...

Pajak Fintech Berikan Kontribusi Rp83,15 Miliar

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Keuangan mencatat sektor keuangan digital atau financial technology (fintech) memberikan kontribusi (pajak) sebesar Rp83,15 miliar dari capaian bulan Juni 2022...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan Harga

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari pergerakan aset kripto yang masih menguat dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.  Belakangan ini, harga Bitcoin...

Menkeu Pusing Kuota Anggaran BBM Subsidi Makin Bengkak

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) mengkhawatirkan anggaran untuk subsidi energi akan membengkak lantaran harga BBM dan volume penggunaan BBM subsidi merangkak naik. Jika mengacu...
LANGUAGE