28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Waduh Makin Panas! Elon Musk Tantang CEO Twitter Debat Terbuka

JAKARTA, duniafintech.com – Kisruh antara Elon Musk dan Twitter nampaknya masih terus berlanjut. Kekinian, persoalan itu disinyalir makin panas.

Elon Musk menantang Chief Executive Officer atau CEO Twitter Parag Agrawal untuk debat terbuka mengenai persentase akun bot di platform media sosial tersebut.

“Dengan ini saya menantang @paraga untuk debat terbuka tentang persentase bot Twitter. Biarkan dia membuktikan kepada publik bahwa Twitter memiliki kurang dari 5 persen pengguna harian palsu atau spam!” kata Elon Musk dalam unggahan Twitter-nya, dikutip Minggu, 7 Agustus 2022.

Dia juga melakukan jajak pendapat yang menanyakan apakah Twitter benar-benar memiliki kurang dari 5 persen pengguna harian palsu.

Baca juga: Bitcoin Rp14 Triliun Dijual Tesla, Elon Musk Beberkan Penyebabnya 

Sejauh ini jajak pendapat ini telah diikuti oleh sebanyak 685.981 suara dengan 66 persen pengguna memilih opsi “Lmaooo no”.

Sedangkan sebanyak 34 persen memilih opsi “Yes”. Adapun, jajak pendapat ini dibuka selama 24 jam lamanya sejak 6 Agustus 2022.

Meski begitu, para petinggi Twitter, mulai dari CEO Parag Agrawal hingga Ketua Dewan Bret Taylor memilih untuk tidak menanggapi ulah dari Elon Musk ini dan lebih memilih untuk melanjutkan perselisihan di depan hakim dan juri.

Baca juga: Waduh! Gara-gara Elon Musk, Twitter Mengalami Kerugian Rp 4,054 Triliun

“Kami mengajukan tanggapan atas klaim balik Musk. Klaimnya secara faktual tidak akurat, tidak memadai secara hukum dan tidak relevan secara komersial. Kami menantikan persidangan di Delaware Court of Chancery,” tegas Taylor.

Sebelumnya, mengutip Viva.co.id Elon Musk mengatakan bahwa jika Twitter dapat memberikan metode pengambilan sampel sebanyak 100 akun dan mengonfirmasi bahwa akun itu nyata, kesepakatannya untuk membeli perusahaan harus dilanjutkan sesuai dengan ketentuan awal,

“Namun, jika ternyata pengajuan SEC mereka secara material salah, maka seharusnya tidak,” ujarnya.

Pada Kamis lalu, Twitter menolak klaim Musk yang mengatakan dia ditipu untuk menandatangani perjanjian senilai US$44 miliar atau sekitar Rp 657 triliun untuk membeli perusahaan.

“Menurut Musk, dia ditipu oleh Twitter untuk menandatangani perjanjian merger senilai US$44 miliar. Cerita itu tidak masuk akal dan bertentangan dengan fakta,” kata Twitter.

Baca jugaMudah Banget, Inilah Cara Deposit Indodax Lewat Indomaret

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE