28 C
Jakarta
Sabtu, 13 Agustus, 2022

Erick Thohir Dukung Ekosistem Digital, Sebut Metaverse Jadi Wajah Baru Dunia   

JAKARTA, duniafintech.com – Indonesia resmi memiliki ekosistem digital metaverse yang dinamai Metanesia. Wajah baru dunia digitalisasi di tanah air ini digagas oleh PT Telkom Indonesia Tbk, dan telah diresmikan Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick menyebut pendirian Metanesia untuk memperkuat ekosistem digital, metaverse di dalam negeri, sekaligus menyeimbangi perubahan digitalisasi secara global.

Dia memandang wajah baru dunia sudah terjadi. Berbagai negara telah dan tengah melakukan adaptasi atas perubahan tersebut.

Baca juga: Memudahkan Manusia, Ini Dampak Metaverse Dalam Dunia Kerja

Menurut dia, tuntutan ini pun harus dilakukan Indonesia melalui perusahaan pelat merah, UMKM, dan swasta. Sehingga ekosistem digital di Indonesia dapat maju.

Baca juga: Wajib Ditunggu! Telkom Siap Luncurkan Metaverse metaNesia

“Ya memang dunia berubah, mau gak mau kita harus beradaptasi dengan perubahan. Apa yang dilakukan oleh Telkom dan Telkomsel tentu sebuah satu kesatuan pembangunan ekosistem yang selalu saya, Pak Tiko, Pak Komut, dan jajaran direksi sampaikan, kita harus menuju ke arah sana untuk membangun dunia baru juga, jangan sampai negara negara lain sudah membuat dunia baru, sistem payment sendiri, market-nya tetap di Indonesia baru kita nyesel,” ungkap Erick, dikutip dari Okezone.com, Selasa (2/8/2022). 

Dikatakannya bahwa Metanesiia merupakan terobosan baru BUMN.  Dia pun memastikan ekosistem digital ini akan menjadi sinergitas kekuatan di BUMN, UMKM, dan swasta, sebuah kolaborasi yang saling menguntungkan.

Baca jugaInvestasi Aset Masa Depan, 5 Koin Metaverse Indodax Ini Cocok Dipilih

Dia juga meyakini pendirian Metanesia mampu memberikan kebutuhan generasi milenial, GenZ, dan generasi baru kedepannya.

“Nah kita harus menyeimbangi perubahan daripada ekosistem ini, salah satunya Metanesia ini didirikan untuk melihat demografi kita yang makin muda dan cara mereka berbeda, generasi milenial, GenZ, dan bahkan juga yang lebih mudah lagi, nah kita harus melakukan adaptasi ini,” ungkapnya.

Baca jugaPerbedaan Pinjaman Online Resmi dan Bodong, Mari Cek dan Ricek

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat Bank Danamon, Bisa Mobile Banking Juga

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Bank Danamon berikut ini sangat penting untuk kamu ketahui sebagai pengguna kedua layanan ini. Seperti diketahui bersama,...

Cara Mengatasi SMS Banking Mandiri Terblokir dengan Mudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengatasi SMS Banking Mandiri terblokir sangat penting diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri yang mengalaminya. Sebagaimana diketahui, pada era yang serba...

Cara Isi Pulsa lewat ATM BCA, Mudah sesuai Kebutuhan

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi pulsa lewat ATM BCA berikut ini sangat penting diketahui oleh para nasabah setia Bank BCA. Caranya mudah kok! Seperti diketahui,...

Pelaku Industri Kini Bisa Usul Penambahan & Pengurangan Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaku industri kripto kini dapat mengusul penambahan dan pengurangan aset kripto, menyusul adanya aturan terbaru dari pemerintah.  Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas...

Deretan Marketplace NFT Terbaik di Dunia: OpenSea hingga Axie

JAKARTA, duniafintech.com - Marketplace NFT atau non-fungible token terbaik di dunia berikut ini tentu saja sangat penting untuk Anda ketahui. Marketplace terbaik, tentunya memiliki banyak...
LANGUAGE