Ethereum mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat berada dalam tekanan pasar dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua BitMine, Tom Lee, menyebut bahwa Ethereum saat ini berada di tahap akhir dari “mini crypto winter”, didukung oleh peningkatan pembelian institusi.
BitMine Agresif Tambah ETH dalam Jumlah Besar
“In the past week, we acquired 65,341 ETH compared to an average of 45k to 50k weekly prior to that,” ungkapnya dikutip dari PR Newshire.
Dalam satu minggu terakhir, BitMine dilaporkan membeli sekitar 65.341 ETH, meningkat dari rata-rata sebelumnya di kisaran 45.000–50.000 ETH per minggu.
Langkah ini menunjukkan percepatan akumulasi di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.
Saat ini, BitMine tercatat sebagai pemegang ETH korporasi terbesar, dengan total kepemilikan sekitar 4,66 juta ETH atau sekitar 3,86% dari total suplai.
Nilai total aset perusahaan mencapai sekitar $11 miliar, termasuk kas sebesar $1,1 miliar.
ETH Sempat Naik 18% di Tengah Ketegangan Global
Menariknya, meski konflik Iran memanas, harga ETH sempat naik sekitar 18% pada data harga 24 Maret lalu.
Di saat yang sama, emas yang biasanya dianggap sebagai aset lindung nilai justru turun lebih dari 15%.
Hal ini memunculkan narasi baru bahwa kripto mulai dipandang sebagai alternatif penyimpan nilai di tengah konflik, bukan sekadar aset spekulatif.
Faktor Regulasi dan Sentimen Jadi Pendorong
Selain faktor pasar, sentimen regulasi juga ikut berperan. Tom Lee menyoroti perkembangan Clarity Act di Amerika Serikat, yang saat ini memiliki peluang lebih dari 68% untuk disahkan tahun ini berdasarkan data pasar prediksi.
Jika regulasi ini disahkan, potensi adopsi Ethereum dan kripto secara umum bisa meningkat.
Namun, arah pasar tetap dipengaruhi oleh kondisi geopolitik. Meski ada sinyal de-eskalasi, ketidakpastian masih tinggi dan bisa mempengaruhi pergerakan harga dalam jangka pendek.
Kesimpulan
Akumulasi besar oleh BitMine dan kenaikan harga Ethereum di tengah tekanan global menunjukkan adanya perubahan sentimen pasar.
Jika tren ini berlanjut, fase “mini crypto winter” yang disebut Tom Lee bisa benar-benar mendekati akhir.
Namun, keberlanjutan tren tetap bergantung pada kombinasi faktor seperti kondisi geopolitik dan perkembangan regulasi.





