28.3 C
Jakarta
Selasa, 4 Agustus, 2020

Fakta Menarik Bitcoin di Tengah Pandemi Covid-19

duniafintech.com – Tiga minggu yang lalu, ketika pasar komoditas global jatuh, harga Bitcoin pun ikut anjlok hingga lebih dari 40% selama beberapa hari perdagangan. Namun meskipun begitu, Bitcoin pada kenyataanya tetap lebih baik dan dinilai sebagai safe haven jika dibandingkan dengan saham dan emas sekalipun. Oleh karena itu, berikut fakta menarik bitcoin di tengah pandemi Covid-19:

Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Nilai Investasi Secara Global

Fakta menarik bitcoin di tengah pandemic Covid-19 pertama adalah Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Nilai Investasi Secara Global. Dalam kondisi krisis seperti sekarang ini justru muncul demand baru yang cukup besar yang mendorong harga kripto naik karena harganya menjadi murah dan masyarakat membutuhkan media investasi yang lebih aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global sehingga aset kripto menjadi salah satu pilihannya. Jika dilihat pergerakan harganya dari Rp 96 juta pada 2 Januari 2020, bitcoin justru sempat naik lebih dari 40 persen hingga Rp 141 juta pada 14 Februari 2020. Sedangkan IHSG bergerak bearish dari awal tahun dan posisinya saat ini bahkan kembali ke level di tahun 2016. Apabila kita bandingkan, pergerakan emas sejak awal tahun hingga saat ini telah mengalami kenaikan 26 persen sementara IHSG justru mengalami koreksi sebesar 23.6 persen, disisi lain Bitcoin justru mengungguli dengan kenaikan lebih dari 30 persen di tengah krisis ini.

Semakin Banyak Dilirik Oleh Perusahaan Untuk Diimplementasikan

Fakta menarik bitcoin di tengah pandemic Covid-19 kedua dapat dilihat dari survei yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret, dimana survei tersebut mengungkapkan bahwa eksekutif perdagangan senior percaya bahwa perusahaan besar dalam bisnis akan tertarik untuk mengambil keuntungan dari anjloknya Aset Kripto baru-baru ini. Menurut laporan Adoption of Digital Asset Trading yang diterbitkan oleh platform intelijen manajemen Acuiti, adopsi aset digital yang lebih besar di antara penyedia layanan sisi penjualan (26%) dibandingkan perusahaan perdagangan tradisional (17%). Meskipun survei masih percaya bahwa tingkat adopsi tetap rendah, masa depan terlihat cerah dalam hal adopsi. 97% dari perusahaan perdagangan tradisional mempertimbangkan untuk memperdagangkan aset digital dalam dua tahun ke depan.

Baca juga :

Imun Terhadap Isu Ekonomi

Kondisi aset kripto berbeda dengan produk investasi lain, seperti saham dan reksa dana yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintah saat virus corona. Hal itu dikarenakan bitcoin dan aset kripto lain tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Penentuan harga bitcoin dan aset kripto lainnya terbentuk karena adanya supply dan demand. Jadi, disaat krisis, tidak memberikan dampak langsung kepada penurunan harga bitcoin.

Semakin Banyak Diakui Dunia

Semakin banyak Negara di Dunia yang menyetujui dan melegalkan Aset Kripto, bahkan yang terbaru adalah negara Jiran Malaysia yang melegalkan Aset Kripto di tengah krisis pandemi Covid-19 ini berlangsung. Hal ini tentu membawa dampak positif terhadap komunitas Aset Kripto dan diyakini akan semakin meluas dan diakui eksistensinya sebagai mata uang global di masa depan.

Bitcoin Halving Day

Fakta menarik bitcoin di tengah pandemic covid-19 yang lainnya adalah Bitcoin Halving Day yang terjadi dalam waktu dekat ini, dimana ketika halving itu terjadi, maka akan ada kenaikan harga yang cukup signifikan seperti pada halving yang sudah terjadi sebelumnya. Bitcoin halving day adalah reward atau imbalan yang diberikan kepada penambang (miner) pada setiap blok Bitcoin untuk mengontrol pasokan Aset Kripto di pasar. Sehingga halving day akan meningkatkan harga bitcoin dalam beberapa tahun ke depan. Kesempatan ini tentunya bisa dijadikan momen untuk berinvestasi Bitcoin, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menimbulkan ketidakpastian secara ekonomi global.

Hal ini pun diperkuat dengan pernyatan Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto yang mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memberi dampak besar terhadap segala aspek kehidupan kita, termasuk dari sisi keuangan.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan, tentu menjadi penting untuk memilih instrumen investasi secara bijak, dan tetap memperhatikan aspek diversifikasi. Bitcoin terbukti dapat bertahan di tengah kepungan pandemi dan isu keuangan global yang ada, bahkan terus menunjukkan sentimen penguatan,” ujar Kai.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pengguna Spotify Meningkat Drastis di Kuartal 2 2020

DuniaFintech.com - Platform digital streaming musik dan hiburan, Spotify mendapatkan peningkatan pengguna, atau monthly active user sebanyak 299 juta. Hal tersebut disampaikan...

Mencari Pinjaman Bulanan Online? Ini Rekomendasi Aplikasi Pinjaman Online Terpercaya

DuniaFintech.com - Apakah Anda mengalami kesulitan untuk mencari pinjaman bulanan online? Berikut rekomendasi bagi Anda yang mencari pinjaman bulanan online terpercaya

Sukses tapi Sederhana, 5 Tips Kaya Raya ala Mark Zuckerberg ini Bisa Anda Contek

DuniaFintech.com - Sosok ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Tentu semua berpikir, dia bisa membeli apapun dengan kekayaan yang...

Perkembangan Fintech Lending Pesat Buat Pegadaian Siapkan Digital Lending

DuniaFintech.com - Perkembangan fintech lending di masyarakat kian pesat. Perkembangan fintech lending tersebut pun dilihat sebagai peluang besar bagi PT Pegadaian. Oleh...

Akulaku Ambil Langkah Restrukturisasi Kredit Rp47,3 Miliar Saat Pandemi

DuniaFintech.com - Perusahaan Fintech Akulaku ambil langkah restrukturisasi bagi 13.876 debitur dengan total pinjaman Rp47,3 miliar per Juli 2020. Langkah tersebut diambil...
LANGUAGE