33 C
Jakarta
Kamis, 21 Oktober, 2021

Fakta Menarik Bitcoin di Tengah Pandemi Covid-19

duniafintech.com – Tiga minggu yang lalu, ketika pasar komoditas global jatuh, harga Bitcoin pun ikut anjlok hingga lebih dari 40% selama beberapa hari perdagangan. Namun meskipun begitu, Bitcoin pada kenyataanya tetap lebih baik dan dinilai sebagai safe haven jika dibandingkan dengan saham dan emas sekalipun. Oleh karena itu, berikut fakta menarik bitcoin di tengah pandemi Covid-19:

Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Nilai Investasi Secara Global

Fakta menarik bitcoin di tengah pandemic Covid-19 pertama adalah Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Nilai Investasi Secara Global. Dalam kondisi krisis seperti sekarang ini justru muncul demand baru yang cukup besar yang mendorong harga kripto naik karena harganya menjadi murah dan masyarakat membutuhkan media investasi yang lebih aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global sehingga aset kripto menjadi salah satu pilihannya. Jika dilihat pergerakan harganya dari Rp 96 juta pada 2 Januari 2020, bitcoin justru sempat naik lebih dari 40 persen hingga Rp 141 juta pada 14 Februari 2020. Sedangkan IHSG bergerak bearish dari awal tahun dan posisinya saat ini bahkan kembali ke level di tahun 2016. Apabila kita bandingkan, pergerakan emas sejak awal tahun hingga saat ini telah mengalami kenaikan 26 persen sementara IHSG justru mengalami koreksi sebesar 23.6 persen, disisi lain Bitcoin justru mengungguli dengan kenaikan lebih dari 30 persen di tengah krisis ini.

Semakin Banyak Dilirik Oleh Perusahaan Untuk Diimplementasikan

Fakta menarik bitcoin di tengah pandemic Covid-19 kedua dapat dilihat dari survei yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret, dimana survei tersebut mengungkapkan bahwa eksekutif perdagangan senior percaya bahwa perusahaan besar dalam bisnis akan tertarik untuk mengambil keuntungan dari anjloknya Aset Kripto baru-baru ini. Menurut laporan Adoption of Digital Asset Trading yang diterbitkan oleh platform intelijen manajemen Acuiti, adopsi aset digital yang lebih besar di antara penyedia layanan sisi penjualan (26%) dibandingkan perusahaan perdagangan tradisional (17%). Meskipun survei masih percaya bahwa tingkat adopsi tetap rendah, masa depan terlihat cerah dalam hal adopsi. 97% dari perusahaan perdagangan tradisional mempertimbangkan untuk memperdagangkan aset digital dalam dua tahun ke depan.

Baca juga :

Imun Terhadap Isu Ekonomi

Kondisi aset kripto berbeda dengan produk investasi lain, seperti saham dan reksa dana yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintah saat virus corona. Hal itu dikarenakan bitcoin dan aset kripto lain tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Penentuan harga bitcoin dan aset kripto lainnya terbentuk karena adanya supply dan demand. Jadi, disaat krisis, tidak memberikan dampak langsung kepada penurunan harga bitcoin.

Semakin Banyak Diakui Dunia

Semakin banyak Negara di Dunia yang menyetujui dan melegalkan Aset Kripto, bahkan yang terbaru adalah negara Jiran Malaysia yang melegalkan Aset Kripto di tengah krisis pandemi Covid-19 ini berlangsung. Hal ini tentu membawa dampak positif terhadap komunitas Aset Kripto dan diyakini akan semakin meluas dan diakui eksistensinya sebagai mata uang global di masa depan.

Bitcoin Halving Day

Fakta menarik bitcoin di tengah pandemic covid-19 yang lainnya adalah Bitcoin Halving Day yang terjadi dalam waktu dekat ini, dimana ketika halving itu terjadi, maka akan ada kenaikan harga yang cukup signifikan seperti pada halving yang sudah terjadi sebelumnya. Bitcoin halving day adalah reward atau imbalan yang diberikan kepada penambang (miner) pada setiap blok Bitcoin untuk mengontrol pasokan Aset Kripto di pasar. Sehingga halving day akan meningkatkan harga bitcoin dalam beberapa tahun ke depan. Kesempatan ini tentunya bisa dijadikan momen untuk berinvestasi Bitcoin, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menimbulkan ketidakpastian secara ekonomi global.

Hal ini pun diperkuat dengan pernyatan Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto yang mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memberi dampak besar terhadap segala aspek kehidupan kita, termasuk dari sisi keuangan.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan, tentu menjadi penting untuk memilih instrumen investasi secara bijak, dan tetap memperhatikan aspek diversifikasi. Bitcoin terbukti dapat bertahan di tengah kepungan pandemi dan isu keuangan global yang ada, bahkan terus menunjukkan sentimen penguatan,” ujar Kai.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Bitcoin Pecah Rekor Sepanjang Masa, Analis Berharap Lewati US$100.000

Reli terbaru Bitcoin ke harga tertinggi sepanjang masa di atas US$66.000 sudah memunculkan gelombang prediksi bullish baru, dengan harga cryptocurrency sudah lebih dari dua...

Komite Senat Australia Buat 12 Rekomendasi untuk Regulasi Crypto

Komite Terpilih Senat Australia sudah menyerahkan laporan terakhirnya tentang tinjauan selama setahun terhadap pendekatan negara ini terhadap peraturan kripto dan blockchain. Seperti dikutip dari...

Bitcoin Lewati Rp932 Juta Setelah Peluncuran ETF di NYSE

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. Harga Bitcoin sempat dijual Rp932 juta di marketplace Indodax, Kamis (21 Oktober 2021) dini hari. Hal ini terjadi semenjak...

Keuntungan dan Daftar Produk Asuransi Rawat Inap Terbaik di Indonesia

Produk asuransi kesehatan dengan manfaat asuransi rawat inap sangat berperan untuk membebaskan dari kekhawatiran dan kegelisahan terkait kondisi keuangan yang terganggu akibat tidak adanya...

Kasus Pinjaman Online: Contoh dan Cara Melaporkan

Belakangan ini marak terjadi kasus pinjaman online, mulai dari penipuan yang mengatasnamakan pinjaman online terpercaya, pinjaman online ilegal, kasus pinjaman online tidak dibayar, hingga...
LANGUAGE