26.2 C
Jakarta
Kamis, 25 Juli, 2024

Menko Airlangga: Fintech Berkontribusi Sukseskan Program Kartu Prakerja

Pandemi Covid-19 telah memperlihatkan bahwa digitalisasi merupakan keniscayaan yang mendorong pemerintah, otoritas, pelaku usaha, dan masyarakat untuk dapat adaptif dalam merespons berbagai perubahan yang terjadi.

Hal itu, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, telah menyebabkan penggunaan teknologi digital terus meningkat, didorong oleh tren pergeseran perilaku masyarakat dan perubahan model bisnis.

Karenanya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun memproyeksikan pada 2021, nilai ekonomi digital akan mencapai US$70 miliar atau tumbuh 49% (yoy), dari nilai tahun lalu sebesar US$47 miliar.

“Salah satu sektor ekonomi digital yang berkembang pesat dan sangat dinamis adalah sektor teknologi keuangan (fintech),” katanya dalam video conference, Selasa (16/11).

Fintech Permudah Peserta Program Kartu Prakerja

Fintech, sambungnya, sebagai enabler aktivitas ekonomi digital telah berkontribusi besar dalam menyukseskan program pemerintah, seperti program Kartu Prakerja. Salah satu platform yang memiliki peran adalah DANA.

DANA Indonesia merupakan salah satu perusahaan fintech yang bergerak di bidang pembayaran. Adapun selain pembayaran atau payment, fintech juga menghadirkan layanan pinjaman (lending), urun dana (equity crowdfunding), hingga inovasi keuangan digital lainnya.

Sedangkan, Program Kartu Prakerja merupakan inovasi pemerintah dalam memberikan bantuan pelatihan dan insentif yang sepenuhnya digital, mulai dari treasury perbendaharaan negara sampai ke e-wallet atau dompet digital penerima bantuan.

Selain itu, terdapat aspek bantuan sosial dalam Program Kartu Prakerja, dengan mensyaratkan partisipasi aktif dari mereka yang ingin bergabung.

“Peminatnya harus mendaftarkan diri, mengikuti proses seleksi, dan menyelesaikan pelatihan, baru mereka bisa menerima dana bantuan sosial,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan, pendaftar Program Kartu Prakerja saat ini telah mencapai lebih dari 77 Juta orang. Dari 22 gelombang pendaftaran yang dibuka, telah ditetapkan sebanyak 11,4 juta orang penerima Kartu Prakerja dari 34 Provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

“Para penerima Kartu Prakerja ini memperoleh bantuannya secara langsung melalui rekening atau e-wallet yang disediakan oleh Mitra Pembayaran Kartu Prakerja, tanpa perantara ataupun biaya tambahan,” ucapnya.

Sementara itu, dari data diketahui bahwa 93% penerima Kartu Prakerja memilih e-wallet untuk penyaluran insentifnya, sisanya menggunakan rekening bank.

Kartu Prakerja Mengakselerasi Inklusi Keuangan

Di samping meningkatkan kompetensi untuk bekerja dan berwirausaha bagi penerimanya, Kartu Prakerja juga mengakselerasi inklusi keuangan, dimana sebanyak 27% penerima yang sebelumnya tidak mempunyai rekening/e-wallet, kini setelah mengikuti program Kartu Prakerja telah memiliki rekening/e-wallet.

“Dengan capaian yang dihasilkan program Kartu Prakerja, Pemerintah akan terus melanjutkan program ini di tahun 2022,” tuturnya.

Oleh karenanya, Airlangga berharap berbagai capaian, tata kelola dan akuntabilitas program ini perlu dijaga dan ditingkatkan, dengan dukungan dari seluruh stakeholders dalam ekosistem Kartu Prakerja.

Dia pun berharap DANA sebagai salah satu mitra resmi pembayaran dalam ekosistem Kartu Prakerja dapat terus mendorong literasi keuangan digital masyarakat, serta para Penerima Kartu Prakerja yang selalu berbeda setiap tahunnya.

Selain itu, sebagai perusahaan fintech, diharapkan DANA Indonesia juga dapat membantu pemerintah dalam mengedukasi dan meningkatkan kemampuan digital di tanah air, guna mempercepat proses transformasi digital.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama memperkuat sinergi lintas sektor dan lintas stakeholders, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi digital ke depan untuk Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” tukas Airlangga.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU