33.1 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

Fintech Crowdfunding Mulai Banyak Dilirik Penggiat Sosial

duniafintech.com – Perusahaan rintisan fintech crowdfunding mulai banyak dilirik penggiat sosial untuk praktik penggalangan dan pengelolaan dana yang semakin besar. Dana yang diperoleh dari pinjaman (peer to peer lending) pun semakin mudah seiring berkembangnya internet yang mulai meluas ke masyarakat bawah.

Tren digital saat ini telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia, terutama di kalangan muda atau kalangan milenial di kota-kota besar. Dari pekerjaan hingga hiburan dapat dilakukan melalui ponsel atau gadget. Selain itu, pemanfaatan digital pun mulai merambah ke dunia fintech atau financial technology di sektor filantropi.

Beberapa contoh fintech berbasis penggalangan dana diantaranya Santara, Kitabisa.com dan yang baru-baru ini digagas oleh Andi F. Noya yaitu Benihbaik. Kesadaran akan munculnya kekuatan di platform online, ternyata mampu untuk menjadi alternatif kegiatan filantropi. Oleh karena itu, saat ini fintech crowdfunding mulai banyak dilirik oleh para penggiat sosial.

Baca Juga : 

Yusuf Wibisono selaku Pengamat Ekonomi Syariah Universitas Indonesia mengatakan bahwa kegiatan pengumpulan dana melalui platform fintech sudah tidak bisa dianggap remeh lagi. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, fintech sudah menjadi kanal baru yang cukup efektif untuk kegiatan crowdfunding. Canggihnya teknologi internet yang tengah berkembang akan meningkatkan peranan fintech sebagai wadah bagi kegiatan filantropi.

Menurut beberapa riset ilmiah, masyarakat kelas menengah merupakan kelompok yang mendominasi populasi yang cukup royal menyisihkan uangnya untuk crowdfunding. Mayoritas dari mereka pun termasuk generasi milenial yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Selain itu, fintech yang bekerja sama dengan lembaga filantropi juga harus meluruskan tujuan dalam konteks pemberdayaan, bukan justru mengeksploitasi kelompok bawah yang kesulitan mengakses pembiayaan perbankan.

Dikarenakan konsep pengumpulan dana oleh sektor financial technology untuk lembaga filantropi tergolong cukup baru, perusahaan fintech yang mengumpulkan para peminjam dana harus menggunakan strategi yang tepat. Menariknya, di luar tren layanan fintech, kegiatan pengumpulan dana masyarakat untuk sosial (filantropi) secara online diam-diam juga bersemi. Padahal, biasanya urusan duit ini ‘sensitif’ bagi masyarakat Indonesia dan banyak fintech crowdfunding mulai banyak dilirik oleh penggiat sosial.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Panduan Sukuk Terlengkap untuk Investasi Obligasi Syariah

Investasi obligasi belakangan ini kian diminati sehingga panduan sukuk terlengkap sangat penting untuk diketahui. Istilah sukuk yang menjadi lini investasi ini prospeknya dilirik oleh...

Bunga Bank: Hukum, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Bunga bank atau bank interest adalah salah satu istilah perbankan terpopuler, yang meski seringkali didengar, tetapi masih banyak orang yang belum begitu dekat dengan...

Kenali 12 Prinsip Asuransi Syariah sesuai Syariat Islam

Sebagaimana diketahui, prinsip asuransi syariah harus sesuai dengan syariat Islam sebab jenis pertanggungan yang satu ini mendasarkan kriterianya sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini,...

Keuntungan dan Cara Menjadikan Perusahaan Go Public

Perusahaan go public berarti perusahaan tersebut telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum sesuai tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan...

Pinjaman AwanTunai, Layanan Cicilan Online tanpa Kartu Kredit

Awantunai adalah pinjaman online tanpa kartu kredit sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi cicilan tanpa kartu kredit dan...
LANGUAGE