25.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Fintech dan E-commerce Sumbang Pemasukan Negara di Sektor Digital

DuniaFintech.com – Layanan teknologi berbasis keuangan, atau fintech beserta e-commerce dinilai memberi kontribusi terhadap penerimaan negara. Hal ini terlampir dalam Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN-G3) yang dirancang Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

MPN-G3 mampu melayani penyetoran penerimaan negara hingga 1.000 transaksi per detik. Sebelumnya, sistem hanya mampu menerima 60 transaksi per detik pada MPN-G2. Ada pun penerimaan negara merujuk pada segala jenis pembayaran yang harus dibayarkan ke pemerintah pusat seperti pajak, bea cukai dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

“Penyetoran penerimaan negara dapat dilakukan melalui dompet elektronik, transfer bank, virtual account, dan kartu kredit yang dilaksanakan oleh agen penerimaan yang dikenal dengan lembaga persepsi lainnya seperti e-commerce, retailer, dan fintech,”

Ada pun salah satu lembaga persepsi yang dimaksud salah satunya adalah BukaLapak. Penerimaan Negara di Bukalapak bisa membayar lebih dari 900 jenis penerimaan negara, baik oleh pemerintah, swasta, mau pun individu seperti pembayaran pajak, bea cukai dan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Baca juga:

Fintech dan E-commerce Turut Beri Pemasukan Negara

Sistem ini memungkinkan pelanggan Bukalapak mengakses penerimaan negara (single sign-on) cukup dengan satu portal saja. Nantinya pelanggan mendapatkan kode tagihan untuk seluruh jenis penerimaan negara yang langsung disetor. Andin Hadiyanto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, hal ini menghadirkan efisiensi penyetor memberikan jenis penerimaan negara yang berbeda.

“Modernisasi sistem penerimaan negara dan pengelolaan APBN dilakukan untuk memenuhi tiga tuntutan, yaitu meningkatkan kolektibilitas penerimaan negara, memudahkan penyetor untuk memenuhi kewajibannya, dan adaptasi dengan perubahan teknologi informasi,”

Karaniya Dharmasaputra, Sekretaris-Jenderal Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menjelaskan, bahwa perluasan saluran penerimaan negara via e-commerce dan fintech dapat mendorong pembayaran pajak yang mudah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Fintech melalui inovasi dan teknologi layanan keuangan menawarkan ragam solusi yang sangat berpotensi untuk mendorong peningkatan efisiensi dan efektivitas bagi revenue collection pemerintah atau penerimaan negara,”

“AFTECH mendukung program Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam digitalisasi modul penerimaan negara. Salah satunya dengan menciptakan fasilitas yang dapat memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Asuransi Kesehatan Rawat Jalan, Inilah Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan rawat jalan adalah salah satu manfaat yang diberikan oleh asuransi asuransi kesehatan secara umum. Dalam hal ini, perusahaan asuransi akan...

Minimum Pembayaran Akulaku per Transaksi, Segini Besarannya

JAKARTA, duniafintech.com – Minimum pembayaran Akulaku atau minimum payment di Akulaku ini tentunya sangat penting diketahui oleh para penggunanya. Seperti diketahui, meski terbilang baru, tetapi...

Cara Top Up OVO lewat Maybank, dari ATM sampai SMS Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Maybank berikut ini menawarkan kemudahan bagi kamu yang ingin isi ulang saldo OVO dengan cepat. OVO sendiri...

Memahami Apa Itu DeFi dan Keuntungannya Dalam Dunia Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Penting sekali bagi seorang trader kripto untuk memahami apa itu DeFi. Saat ini, hampir semua layanan keuangan menggunakan sistem teknologi terpusat.  Artinya,...

Cara Bayar Tiket Kereta Api Via Bank Mandiri, Cepat & Mudah!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar tiket kereta api via Bank Mandiri berikut ini menjadi salah satu kemudahan yang harus ketahui sekarang juga. Bagi kamu yang...
LANGUAGE