29.3 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

FINTECH MENGISI CELAH DI SEKTOR PINJAMAN USAHA KECIL

duniafintech.com – Perusahaan keuangan teknologi di Brasil menargetkan pinjaman kepada perusahaan-perusahaan kelas kecil dan menenagh, hal tersebut dimaksudkan untuk mengisi celah pasar kredit oleh peminjam besar yang terhalang oleh meningkatnya delinquencies dan margin yang sempit.

Perusahaan Fintech di Brasil telah tumbuh cepat di dalam sektor seperti kartu kredit dan kredit konsumen, dan para perusahaan tersebut juga berusaha untuk melemahkan beberapa suku bunga tertinggi di dunia yang ditawarkan oleh bank-bank tradisional.

Perusahaan fintech seperti Banco Inter diversifikasi menawarkan account untuk perusahaan kecil yang dijalankan oleh nasabah ritel mereka yang sudah ada.

Banco Inter dan fintech lainnya memperluas ke arah “bridging pinjaman” untuk pinjaman usaha kecil. Di mana mereka membuka harga yang lebih rendah daripada bank-bank tradisional.

Peminjam di Amerika Latin terbesar negara membayar rata-rata 250% per tahun untuk jenis yang paling berisiko tanpa jaminan yang digulirkan kredit, dan nilai tersebut merupakan yang tertinggi di antara 20 negara ekonomi utama dunia.

“Ada banyak ruang untuk tumbuh karena biaya bank masih sangat tinggi dan ketersediaan kredit untuk usaha kecil dan menengah berukuran tetap terbatas,” kata Jorge Vargas Neto, mitra pendiri Biva.

“Biva menawarkan tarif antara 1,7% dan 6,3% sebulan untuk peminjam, dan rata-rata kembali 22% per tahun untuk investor,” lanjut Vargas.

BELUM ADA PERATURAN

Brasil belum mengatur peer-to-peer lender, meskipun kegiatan telah berkembang jauh dalam dua tahun terakhir.  Progres yang lambat dalam merancang suatu kerangka menggarisbawahi keprihatinan fintech, bukan untuk menghindari atau melanggar undang-undang perbankan yang sudah ada.

Fintech mencoba sistem yang berbeda di mana investor dapat mendanai pinjaman kepada perusahaan-perusahaan yang lebih kecil, sistem ini mirip dengan lelang Belanda – di mana peminjam mendapatkan insentif untuk menyajikan jaminan sebanyak mungkin guna mendapatkan tingkat suku bunga terendah.

“Ini adalah cara untuk mengatasi inefisiensi dari sistem kredit di Brazil, di mana yang paling ditekankan untuk perusahaan skala kecil dan sedang,” kata Dan Cohen, pendiri dan mitra di f(x), yang menggunakan algoritma untuk mencocokkan profil pemberi pinjaman dan peminjam.

Langkah ini dilakukan karena bank-bank tradisional telah memotong akses kredit bagi perusahaan kecil di tengah-tengah kebangkrutan selama resesi terdalam Brasil.

 

Written by : Romy Syawal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE