36.7 C
Jakarta
Senin, 26 September, 2022

Fintech Syariah Ethis, Kantongi Izin Ke-3 di Indonesia sebagai Platform P2P Syariah

duniafintech.com – Platform pembiayaan peer-to-peer (p2p) untuk pembangunan rumah subsidi dan rumah sederhana di Indonesia, Fintech Syariah Ethis telah resmi terdaftar sebagai penyelenggara p2p financing di Indonesia kemarin Rabu (30/10/2019). Persetujuan tersebut secara resmi dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Persetujuan yang diterima Fintech Syariah Ethis tersebut menjadi kelanjutan atas 2 perizinan fintek yang diterima sebelumnya di tahun 2019 ini. Terobosan tersebut ialah Lisensi dan Penghargaan sebagai Islamic Equity Crowdfunding pertama di Malaysia pada bulan Mei, dan kemudian disusul sebagai Property Crowdfunding pertama di Dubai pada bulan Juli.

“Ethis memiliki 5 tahun lebih pengalaman yang solid di Indonesia dan dengan terdaftarnya Ethis di OJK, maka sekarang kami bisa berbisnis dengan skala yang jauh lebih besar,” ungkap Ronald Wijaya, co-founder Ethis dan Direktur Utama Ethis.co.id dan Ketua Umum Asosiasi Fintek Syariah Indonesia (AFSI), yang merupakan asosiasi fintek syariah terbesar di dunia dengan lebih dari 70 anggota.

Komisaris Ethis Global, Datuk Mohd Radzif Yunus menambahkan, “Kami bertujuan meningkatkan taraf hidup manusia melalui fintek. Indonesia memberikan kami kesempatan yang sempurna dalam memberi dampak kepada jutaan jiwa melalui p2p financing. Di waktu yang bersamaan, infrastruktur Malaysia dan Dubai sebagai Financial Hub memungkinkan kami untuk bersaing di tingkat global.”

Baca juga :

Sebelum terdaftar di OJK, Fintech Syariah Ethis telah lebih dulu memiliki Proof of Concept yaitu memberikan pembiayaan properti sebanyak lebih dari 1,300 transaksi dari total 59 negara untuk pembangunan lebih dari 8,000 unit rumah di Indonesia. Di Dubai, Fintech Syariah Ethis juga fokus dalam pembangunan properti namun untuk aset yang lebih komersial, sementara Ethis Malaysia akan menyediakan proyek Equity Crowdfunding yang lebih luas.

“Ethis menargetkan untuk berkembang 10 kali lipat dalam 2 tahun kedepan. Untuk melakukan ini, kami harus mengembangkan teknologi dan inovasi-inovasi terbaru, dan untuk menuangkan pengalaman kami kedalam sebuah sistem intelijen dengan algoritma yang efisien dan terpercaya. Kami sedang membuat progres yang signifikan di area ini.” tambah Umar Munshi, Direktur Ethis Group.

– Dinda Luvita –

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...

Keuangan Digital, Inilah Jenis-jenisnya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Keuangan digital dan sederet layanannya terus bermunculan dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia. Seperti diketahui bersama, industri keuangan memang masih menjadi salah...

Asuransi Mobil: Intip Tips Memilih dan Rekomendasinya Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil adalah proteksi penting bagi kendaraan roda empat kesayanganmu saat ini. Apa saja rekomendasinya? Mengingat aset yang satu ini punya nilai...

Berita Fintech Terkini: Kolaborasi Duo Perusahaan Fintech Sejahterakan Pekerja

JAKARTA, duniafintech.com - Berita fintech terkini akan mengulas tentang wagely, platform kesejahteraan finansial terkemuka di Asia, dan CekAja, situs marketplace produk finansial dengan pertumbuhan...

Berita Fintech Hari ini: Sektor Pendidikan Sasaran Empuk Pinjol Ilegal

JAKARTA, duniafintech.com - Berita fintech hari ini akan mengulas tentang literasi keuangan fintech dinilai masih sangat minim bagi masyarakat di bidang pendidikan khususnya bagi...
LANGUAGE