33.4 C
Jakarta
Sabtu, 11 Juli, 2020

Fintech Syariah Ethis, Kantongi Izin Ke-3 di Indonesia sebagai Platform P2P Syariah

duniafintech.com – Platform pembiayaan peer-to-peer (p2p) untuk pembangunan rumah subsidi dan rumah sederhana di Indonesia, Fintech Syariah Ethis telah resmi terdaftar sebagai penyelenggara p2p financing di Indonesia kemarin Rabu (30/10/2019). Persetujuan tersebut secara resmi dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Persetujuan yang diterima Fintech Syariah Ethis tersebut menjadi kelanjutan atas 2 perizinan fintek yang diterima sebelumnya di tahun 2019 ini. Terobosan tersebut ialah Lisensi dan Penghargaan sebagai Islamic Equity Crowdfunding pertama di Malaysia pada bulan Mei, dan kemudian disusul sebagai Property Crowdfunding pertama di Dubai pada bulan Juli.

“Ethis memiliki 5 tahun lebih pengalaman yang solid di Indonesia dan dengan terdaftarnya Ethis di OJK, maka sekarang kami bisa berbisnis dengan skala yang jauh lebih besar,” ungkap Ronald Wijaya, co-founder Ethis dan Direktur Utama Ethis.co.id dan Ketua Umum Asosiasi Fintek Syariah Indonesia (AFSI), yang merupakan asosiasi fintek syariah terbesar di dunia dengan lebih dari 70 anggota.

Komisaris Ethis Global, Datuk Mohd Radzif Yunus menambahkan, “Kami bertujuan meningkatkan taraf hidup manusia melalui fintek. Indonesia memberikan kami kesempatan yang sempurna dalam memberi dampak kepada jutaan jiwa melalui p2p financing. Di waktu yang bersamaan, infrastruktur Malaysia dan Dubai sebagai Financial Hub memungkinkan kami untuk bersaing di tingkat global.”

Baca juga :

Sebelum terdaftar di OJK, Fintech Syariah Ethis telah lebih dulu memiliki Proof of Concept yaitu memberikan pembiayaan properti sebanyak lebih dari 1,300 transaksi dari total 59 negara untuk pembangunan lebih dari 8,000 unit rumah di Indonesia. Di Dubai, Fintech Syariah Ethis juga fokus dalam pembangunan properti namun untuk aset yang lebih komersial, sementara Ethis Malaysia akan menyediakan proyek Equity Crowdfunding yang lebih luas.

“Ethis menargetkan untuk berkembang 10 kali lipat dalam 2 tahun kedepan. Untuk melakukan ini, kami harus mengembangkan teknologi dan inovasi-inovasi terbaru, dan untuk menuangkan pengalaman kami kedalam sebuah sistem intelijen dengan algoritma yang efisien dan terpercaya. Kami sedang membuat progres yang signifikan di area ini.” tambah Umar Munshi, Direktur Ethis Group.

– Dinda Luvita –

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

TikTok for Business, Bantu Jangkau Bisnis UKM Lebih Inklusif

DuniaFintech.com - Tak hanya dikenal sebagai platform hiburan saja, kini TikTok membuka layanan barunya bernama 'TikTok for Business'. Segmen ini merupakan layanan...

Platform untuk Mengelola Multi Cloud dari Anak Perusahaan CTI Group

DuniaFintech.com – Perusahaan penyedia layanan IT, PT Inovasi Informatika Indonesia (i3) sebagai salah satu anak perusahaan Computrade Technology International (CTI Group) mengembangkan...

Kabar Baik untuk Milenial, Beli Rumah dengan DP Mulai dari 5% Hingga Cashback

DuniaFintech.com - Bukalapak dan Bank Mandiri secara resmi meluncurkan BukaRumah yang bisa diakses melalui aplikasi Bukalapak. Terobosan digital ini akan membantu milenial yang berpenghasilan rendah untuk beli...

Kunci Sukses Jadi Miliarder di Usia Muda

DuniaFintech.com - Bagaimana kunci sukses jadi miliarder di usia muda? Menjadi miliarder di usia muda pasti menjadi dambaan banyak orang. Tentunya hal...

Terganggu dengan Layanan Pinjaman Online Ilegal? Segera Laporkan!

DuniaFintech.com - Pinjaman online (pinjol) banyak bermunculan di Indonesia, baik untuk pinjaman produktif maupun konsumtif. Tidak mengherankan, kehadiran pinjaman online ini sangat...
LANGUAGE