28.2 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Fleksibilitas Harga Pangan Dicabut, Cara Cegah Harga Beras Naik

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah mencabut aturan mengenai fleksibilitas harga gabah dan beras (pangan) yang diatur oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Aturan fleksibilitas harga pangan tersebut dicabut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dan Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Asisten Deputi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Muhammaf Saifulloh menjelaskan aturan fleksibilitas tersebut digagas untuk membantu Bulog dalam penyerapan beras dan cadangan pangan menjadi lebihi mudah. Namun dalam perjalannnya, Bulog kewalahan dalam pengaturan harga dengan pihak swasta.

Baca juga: Stok Cabai Melimpah, Tapi Harga di DKI Jakarta Melambung hingga Rp 120 Ribu per Kilo

fleksibilitas harga pangan

Fleksibilitas Harga Pangan Picu Harga Beras dan Kenaikan Inflasi

Dia menjelaskan harga fleksibilitas ditetapkan dengan maksimal harga Rp8.800. Namun, skema yang direncanakan oleh Badan Pangan Nasional kepada Bulog untuk membeli gabah atau harga beras dengan harga murah. Namun, pihak swasta membeli beras dengan harga lebih mahal.

“Ternyata harga fleksibilitas itu memicu harga beras dan memicu kenaikan inflasi,” kata Asisten Deputi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Saifulloh.

Sementara itu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional Rachmi Widiriani mengungkapkan pencabutan kebijakan fleksibilitas berdasarkan banyak pertimbangan dan evaluasi pemerintah.

Baca juga: Revitalisasi Industri Gula Nasional, Jurus BUMN Cegah Krisis Pangan & Energi

Dia menambahkan pertimbangan fleksibilitas dicabut salah satunya agar serapan beras untuk cadangan pangan menjadi lebih mudah dan tidak terkunci dalam satu wadah. Kemudian penentuan harga fleksibilitas juga memicu kenaikan harga beras di lapangan.

Meski aturan fleksibilitas harga pangan dicabut hanya berlaku dalam waktu dua pekan, dia mengharapkan dengan pencabutan aturan tersebut Bulog dapat menyerap dan membeli beras dengan berbagai macam kualitas.

“Keputusan memberhentikan pemberlakuan fleksibilitas atas beberapa pertimbangan. Aturan ini ternyata mendorong kenaikan harga,” kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, Rachmi.

Baca jugaHarga BBM Naik, Kinerja Penjualan Eceran Tetap Tumbuh 5,4 Persen

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...
LANGUAGE