25.8 C
Jakarta
Rabu, 17 Juli, 2024

Gegara Mata Uang Kripto, Orang-orang Ini Terlahir Jadi Miliader Muda

JAKARTA, duniafintech.com – Kehadiran mata uang kripto masih menuai pro dan kontra karena dianggap spekulatif. Tapi faktanya, dari investasi uang kripto mampu mengantarkan beberapa anak muda menjadi miliarder.

Pendiri salah satu mata uang kripto, ethereum, Vitalik Buterin masuk dalam jajaran orang paling tajir di dunia berkat uang kripto.

Ia memiliki sekitar 334.000 ether, yang diperdagangkan dengan harga di atas US$ 3.415 per koin pada Rabu lalu (26/5/2021) tahun lalu. Artinya, ia telah mengantongi kekayaan dari mata uang ini sekitar US$ 1,14 miliar, mengutip Yahoo News.

Dikutip dari Kontan.co.id, Buterin merupakan seorang programmer Rusia-Kanada berusia 27 tahun. Ia menciptakan mata uang kripto jenis ethereum pada tahun 2013 ketika berusia 19 tahun.

Sementara itu, melansir Bloomberg, Buterin memiliki latar belakang pekerjaan di jasa finansial. Dilihat dari karier pekerjaannya, dia merupakan Co-Founder Bitcoin Magazine, Co-Founder Ethereum Foundation, dan General Partner di Fenbushi Capital.

Ia lahir pada 1994 di kota kecil dekat Moskow namun dibesarkan di Kanada. Ibu dan ayahnya, masing-masing seorang analis keuangan dan ilmuwan komputer.

Mereka bermigrasi untuk mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik, mengirim Buterin ke sekolah swasta di mana dia menjadi tertarik pada bidang mereka yakni pemrograman, ekonomi, dan kemudian di Bitcoin.

Buterin mendirikan Bitcoin Magazine, sebuah publikasi yang mencakup bitcoin dan cryptocurrency lainnya, pada tahun 2012. Pada tahun 2014, ia terpilih untuk menjadi bagian dari Thiel Fellowship, program dua tahun yang dibuat oleh miliarder Peter Thiel yang memberikan dana US$ 100.000 kepada kaum muda yang ingin membangun hal-hal baru daripada duduk di ruang kelas.

Pamor bitcoin semakin mencorong seiring  berbagai lembaga besar ikut mencemplungkan dana mereka ke mata uang digital ini. Perusahaan seperti Square dan Tesla menempatkan bitcoin di neraca mereka.

Perusahaan keuangan yang pernah lesu seperti BNY Mellon, bank tertua di Amerika Serikat sedang membangun produk kripto. Bahkan Bank Sentral AS The Federal Reserve terlibat menjajaki kemungkinan menerbitkan dolar digital.

Ketika bitcoin tumbuh, para investor awal, pembangunan infrastruktur, dan pendiri mata uang ini pun mendulang lonjakan pundi-pundi kekayaan.

Forbes pun merilis daftar miliarder dari ekosistem Kripto yang mencerminkan bagaimana ekosistem kripto berkembang dan siapa saja yang diuntungkan.

  1. Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss dengan kekayaan bersih US$ 3 miliar 

Duo saudara kembar ini merupakan mantan pendayung Olimpiade yang sempat menggugat Facebook dan mendapatkan dana US$ 65 juta. Mereka tercatat sebagai investor awal bitcoin pada 2012, kini mereka memiliki kekayaan pribadi masing-masing $ 3 miliar.

Mereka juga meluncurkan bursa uang kripto Gemini dan membeli platform lelang seni digital Nifty Gateway.

  1. Michael Saylor dengan kekayaan bersih US $ 2,3 miliar 

Ia merupakan CEO perusahaan perangkat lunak MicroStrategy meraup sekaligus kehilangan banyak uang selama kehancuran bubble burst dot-com pertama pada awal 2000. Ia kini memiliki kekayaan US$ 2,3 miliar setelah mengambil alih bitcoin sebelum booming untuk dirinya dan perusahaannya.

  1. Matthew Roszak dengan kekayaan bersih US$ 1,5 miliar 

Ia merupakan orang yang paling lama berinvestasi di uang kripto dan saat ini valuasi bitcoinnya telah mencapai US$ 1,5 miliar. Roszak sekarang adalah ketua Bloq, sebuah perusahaan infrastruktur blockchain, dan investor tahap awal dalam startup kripto. 4. Tim Draper dengan kekayaan bersih US $ 1,5 miliar.

Pada tahun 2014, Draper sebagai pemodal ventura Silicon Valley membeli bitcoin senilai US$ 18,7 juta yang telah disita oleh US Marshals dari pasar gelap Silk Road yang ditutup. Koin-koin itu sekarang bernilai US$ 1,5 miliar.

  1. Sam Bankman dengan kekayaan bersih US$ 8,7 miliar

Ia dinobatkan sebagai miliarder terkaya crypto. Lulusan MIT berusia 29 tahun itu mendirikan perusahaan perdagangan kuantitatif Alameda Research dan bursa derivatif populer FTX. Dia menjadi berita utama pada tahun 2020 dengan sumbangan US$ 5 juta untuk super-PAC yang mendukung kampanye kepresidenan Joe Biden.

  1. Brian Armstrong dengan kekayaan bersih US$ 6,5 miliar 

Kekayaan dari CEO dan salah satu pendiri Coinbase ini meningkat lebih dari enam kali lipat selama setahun terakhir di tengah booming investasi crypto.

Coinbase telah memantapkan dirinya sebagai bursa uang kripto AS yang dominan, menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 1 miliar tahun lalu. Perusahaan baru-baru ini mengajukan untuk go public.

  1. Fred Ehrsam dengan kekayaan bersih US$ 1,9 miliar

Ia mendirikan Coinbase dengan Armstrong pada 2012. Dia meninggalkan perusahaan pada 2017 tetapi tetap menjadi anggota dewan, dan 6% sahamnya diperkirakan bernilai US$ 1,9 miliar. Hari ini, Ehrsam memimpin perusahaan investasi yang berfokus pada crypto, Paradigm.

  1. Changpeng Zhao dengan kekayaan bersih US$ 1,9 miliar

Ia merupakan pendiri bursa uang kripto, Binance. Lonjakan global dalam investasi cryptocurrency meningkatkan valuasi Binance dan Zhao memiliki sekitar 30% saham di perusahaan tersebut.

  1. Barry Silbert dengan kekayaan bersih US$ 1,6 miliar 

Kekayaan Silbert terikat pada Digital Currency Group (DCG), konglomerat kripto yang ia dirikan pada tahun 2015. Di antara kepemilikan DCG adalah situs berita kripto CoinDesk dan perusahaan manajemen aset Grayscale, yang mengendalikan Bitcoin, Ether, dan aset lainnya senilai US$ 44 miliar.

  1. Chris Larsen dengan kekayaan bersih US$ 3,4 miliar

Ia adalah salah satu pendiri dan ketua Ripple meningkatkan kekayaannya sebesar US$ 800 juta karena token XRP perusahaannya melonjak nilainya. Dia memegang lebih dari 3 miliar XRP dan 17% saham di Ripple Labs. 11. Jed McCaleb dengan kekayaan bersih US$ 2 miliar McCaleb merupakan salah satu pendiri Ripple lainnya, memperoleh sebagian besar kekayaannya dari kepemilikan 3,4 miliar XRP miliknya.

Dia juga memiliki sekitar 1 miliar Stellar Lumens, cryptocurrency yang dia dirikan pada tahun 2014 setelah berselisih dengan rekan-rekan Ripple-nya.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU