30.9 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Gojek dan Grab Bersaing untuk Menjadi Investor Linkaja, Benarkah?

DuniaFintech.com – Selain saling berkompetisi di sektor ojek online dan layanan non-ojek berbasis aplikasi, Gojek dan Grab bersaing ketat menjadi investor di platform pembayaran digital milik pemerintah, LinkAja. Siapa yang akan menjadi pemimpin pasar sistem pembayaran uang elektronik?

Kabar ini santer terdengar dari sumber anonym yang sangat paham mengenai aksi korporasi tersebut. Pernyataan sumber ini merujuk pada potensi konsolidasi dua pesaing Gopay, yang pada akhirnya menjadi salah satu pemicu Gojek melebarkan sayap di sektor pembayaran digital.

Untuk pembayaran dalam aplikasi, Gojek mengandalkan GoPay, yang merupakan salah satu alat pembayaran mobile terbesar di Indonesia. Gojek mendirikan GoPay pada 2013 silam dan Pembayaran menggunakan Gopay di platform Gojek mencapai lebih dari 60%. Lain lagi dengan Grab yang menggunakan OVO sebagai alat pembayaran digital yang dimiliki Group Lippo. Namun Lippo tercatat sebagai salah satu investor Grab. Lippo pernah suntik Grab US$100 juta.

LinkAja dikabarkan membutuhkan dana sekitar US$200 juta. Investor yang diincar pun bukan lagi sekadar BUMN, tetapi juga pihak luar perusahaan pelat merah demi bisa ekspansi lebih agresif lagi. kebutuhan pendanaan LinkAJA sangat darurat. Pasalnya, perusahaan sistem pembayaran itu bakal kehabisan uang pada September atau Oktober. Maka dari itu Gojek dan Grab bersaing di tengah kebutuhan dana LinkAja tersebut.

Baca Juga:

Sejauh ini, Grab tampaknya telah menyajikan harga yang lebih tinggi. Sementara itu, Gojek menawarkan sejumlah bentuk pertukaran saham. Selain dua perusahaan itu, SEA Group, induk perusahaan Shopee, juga tertarik dengan penawaran, menurut satu sumber. Sayangnya, Grab dan Gojek enggan untuk berkomentar.

Danu Wicaksana selaku CEO LinkAja mengatakan “LinkAja terbuka kerja sama dengan semua perusahaan. LinkAja tidak pernah membuat kerja sama secara eksklusif. Jadi untuk transportasi online juga dengan beberapa players seperti Anterin, Gojek, Bonceng dan tidak menutup kemungkinan dengan pemain lainnya.”

Ada yang menarik dari aksi Gojek dan Grab Bersaing. Seperti diketahui bahwa Gojek baru saja disuntik dana oleh Facebook dan PayPal awal Juni 2020. Langkah Facebook ini untuk memuluskan layanan pembayaran digitalnya, WhatsApp Pay, agar bisa beroperasi di Indonesia. Bukan tidak mungkin, niatan Gojek untuk menjadi investor LinkAja, yang notabene milik pemerintah, mendapat sokongan penuh dari media sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Hijau Lagi, Cek Harganya

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya pada perdagangan Jumat (9/12/2022). Adapun mayoritas kripto jajaran teratas terpantau mengalami...

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...
LANGUAGE