26.1 C
Jakarta
Selasa, 27 Oktober, 2020

Gojek dan Grab Bersaing untuk Menjadi Investor Linkaja, Benarkah?

DuniaFintech.com – Selain saling berkompetisi di sektor ojek online dan layanan non-ojek berbasis aplikasi, Gojek dan Grab bersaing ketat menjadi investor di platform pembayaran digital milik pemerintah, LinkAja. Siapa yang akan menjadi pemimpin pasar sistem pembayaran uang elektronik?

Kabar ini santer terdengar dari sumber anonym yang sangat paham mengenai aksi korporasi tersebut. Pernyataan sumber ini merujuk pada potensi konsolidasi dua pesaing Gopay, yang pada akhirnya menjadi salah satu pemicu Gojek melebarkan sayap di sektor pembayaran digital.

Untuk pembayaran dalam aplikasi, Gojek mengandalkan GoPay, yang merupakan salah satu alat pembayaran mobile terbesar di Indonesia. Gojek mendirikan GoPay pada 2013 silam dan Pembayaran menggunakan Gopay di platform Gojek mencapai lebih dari 60%. Lain lagi dengan Grab yang menggunakan OVO sebagai alat pembayaran digital yang dimiliki Group Lippo. Namun Lippo tercatat sebagai salah satu investor Grab. Lippo pernah suntik Grab US$100 juta.

LinkAja dikabarkan membutuhkan dana sekitar US$200 juta. Investor yang diincar pun bukan lagi sekadar BUMN, tetapi juga pihak luar perusahaan pelat merah demi bisa ekspansi lebih agresif lagi. kebutuhan pendanaan LinkAJA sangat darurat. Pasalnya, perusahaan sistem pembayaran itu bakal kehabisan uang pada September atau Oktober. Maka dari itu Gojek dan Grab bersaing di tengah kebutuhan dana LinkAja tersebut.

Baca Juga:

Sejauh ini, Grab tampaknya telah menyajikan harga yang lebih tinggi. Sementara itu, Gojek menawarkan sejumlah bentuk pertukaran saham. Selain dua perusahaan itu, SEA Group, induk perusahaan Shopee, juga tertarik dengan penawaran, menurut satu sumber. Sayangnya, Grab dan Gojek enggan untuk berkomentar.

Danu Wicaksana selaku CEO LinkAja mengatakan “LinkAja terbuka kerja sama dengan semua perusahaan. LinkAja tidak pernah membuat kerja sama secara eksklusif. Jadi untuk transportasi online juga dengan beberapa players seperti Anterin, Gojek, Bonceng dan tidak menutup kemungkinan dengan pemain lainnya.”

Ada yang menarik dari aksi Gojek dan Grab Bersaing. Seperti diketahui bahwa Gojek baru saja disuntik dana oleh Facebook dan PayPal awal Juni 2020. Langkah Facebook ini untuk memuluskan layanan pembayaran digitalnya, WhatsApp Pay, agar bisa beroperasi di Indonesia. Bukan tidak mungkin, niatan Gojek untuk menjadi investor LinkAja, yang notabene milik pemerintah, mendapat sokongan penuh dari media sosial besutan Mark Zuckerberg itu.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Kelola Keuangan Untuk Freelancer, Rencanakan Keuangan yang Ideal

DuniaFintech.com - Menjadi pekerja lepas atau freelancer tentu memiliki banyak keuntungan. Yang pertama, tentu saja soal waktu maupun tempat kerja yang lebih...

Langkah Aman Menggunakan Whatsapp agar Terhindar dari Kejahatan Cyber

Duniafintech.com - Maraknya kasus kejahatan cyber  hingga aksi cyber bullying melalui akun sosial media menjadi isu yang perlu diperhatikan. Pasalnya dalam beberapa...

Aset Kripto Baru Listing di Indodax, Apakah Akan Menarik Pasar Indonesia?

DuniaFintech.com - Sistem keuangan finansial terdesentralisasi atau decentralized finance/DeFi saat ini sedang digandrungi oleh pegiat blockchain di seluruh dunia. Satu lagi, aset...

OJK: Relaksasi Kredit Ringankan Pinjaman Nasabah di Tengah Pandemi

Duniafintech.com - Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional. Tujuan...

Mengenal Tokoku, Aplikasi Dengan Fitur Paylater Untuk Warung

DuniaFintech.com - Aplikasi Tokoku layanan paylater yang dapat digunakan di outlet atau warung jaringan IRMA. IRMA senidiri merupakan perusahaan penyedia perangkat lunak untuk distributor dan...
LANGUAGE