28.2 C
Jakarta
Kamis, 18 Juli, 2024

Gojek dan TBS Gelontorkan Rp142,28 Miliar untuk Ekosistem Motor Listrik

PT Gojek Indonesia (Gojek) menjalin kerja sama strategis dengan TBS Energi Utama melalui PT Karya Baru TBS (TBS) untuk membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV), Electrum, guna mengembangkan ekosistem motor listrik di dalam negeri. 

Wakil Direktur Utama TBS Pandu Sjahrir mengungkapkan, dalam kerja sama strategis tersebut telah ditetapkan komitmen awal investasi sebesar US$10 juta, atau setara dengan Rp142,28 miliar (kurs Rp14.227 per US$).

Namun, Pandu mengungkapkan, komitmen investasi tersebut dalam lima tahun akan meningkat menjadi US$1 miliar. Hal itu menegaskan itikad baik kedua perusahaan dalam mengedepankan sustainable energi di dalam negeri.

“Komitmen awal kami menanamkan US$10 juta dollar, tetapi dalam 5 tahun ke depan kami akan investasi lebih dari US$1 miliar untuk industri ini,” katanya dalam konferensi pers virtual Kolaborasi Strategis Ekosistem Kendaraan Listrik Gojek X TBS, Kamis (18/11).

Dia menjelaskan, Gojek dan TBS akan mengembangkan usaha bisnis dalam bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.

Bagian Dari Komitmen Investasi TBS di Green Energi

Lebih jauh, Pandu mengungkapkan, komitmen investasi TBS di bidang energi ramah lingkungan tersebut merupakan bagian dari rencana investasi perusahaan, yang hingga 2030 telah menyiapkan dana sebesar US$500 juta atau setara dengan Rp7,1 triliun.

“Kita mau kembangkan dari hulu ke hilir, mulai dari charger station, sampai buat motor listriknya. Untuk bisa make sure orang mau adopsi dan yang penting jalan (skema bisnisnya). Investasi saya sudah sebut angkanya,” ujarnya.

Dia pun mengatakan, TBS telah berkomitmen penuh terhadap sustainability untuk mencapai nol emisi karbon di tahun 2030.

Komitmen tersebut dilakukan dengan mengupayakan transformasi business menjadi green business dengan fokus pada pengembangan dan investasi di bidang renewable energy and clean business. 

Kolaborasi dengan Gojek, sambungnya, merupakan salah satu bagian dari komitmen reinvestasi pendapatan usaha TBS ke sektor energi bersih dan energi baru dan terbarukan. 

“Transformasi bisnis serta kolaborasi investasi TBS merupakan perwujudan dari komitmen tersebut dan menjadi langkah perusahaan menuju bisnis yang lebih hijau,” tegasnya.

Kolaborasi Pengalaman dan Pemahaman Dua Perusahaan

Pandu pun mengutarakan, untuk mengakselerasi adopsi kendaraan listrik, TBS melihat perlunya ekosistem yang komprehensif dan mumpuni. 

Menurutnya, pengalaman dan pemahaman TBS di bidang energi bersama dengan ekosistem dan teknologi Gojek yang luas, bisa menjadi katalisator pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. 

“Tidak hanya itu, kendaraan listrik yang akan digunakan dalam memberikan layanan bagi konsumen juga bisa meningkatkan kepercayaan dan mendorong masyarakat umum untuk mencoba dan memanfaatkan kendaraan listrik,” tuturnya.

Komitmen Gojek Untuk Sediakan 100% Armada Listrik 2030

Pada kesempatan yang sama, CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, kerja sama ini merupakan momen bersejarah bagi Gojek dengan terbentuknya perusahaan tech joint venture nasional pertama di sektor kendaraan listrik Indonesia.

Dia bilang, dengan membawa semangat gotong royong, pembentukan perusahaan patungan ini merefleksikan keseriusan dan langkah nyata Gojek dalam menghadirkan 100% kendaraan listrik bagi ekosistemnya di 2030.

Dia pun berharap dengan kolaborasi strategis ini akan dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkontribusi kepada penanggulangan perubahan iklim di dalam negeri. 

“Kendaraan listrik merupakan masa depan bagi sektor transportasi dan kami memastikan hal tersebut dapat terwujud lebih cepat melalui kolaborasi ini,” ujarnya.

Dia bilang, kolaborasi strategis ini bagian dari upaya GoTo Grup dalam mewujudkan komitmen sustainability zero emissions atau nol emisi karbon. 

Gojek Telah Uji Coba Kendaraan Listrik di Jakarta

Sebelumnya, Gojek telah mengumumkan uji coba komersial pemanfaatan motor listrik yang menerapkan skema baterai swap. Pada tahap ini, Gojek akan menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan.

Selanjutnya, Gojek akan meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan sampai dengan 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh penggunaan motor listrik sebanyak 1 juta kilometer di dalam platform Gojek. 

Data hasil uji coba ini juga akan dimanfaatkan untuk mencari kombinasi teknologi yang tepat untuk kendaraan listrik yang dapat memenuhi kebutuhan mitra driver dan pengguna Gojek, serta pasar Indonesia secara luas.

Dalam uji coba komersial tersebut, para pengguna setia Gojek akan dapat memilih motor listrik pada saat menggunakan layanan GoRide dengan area pick up dan drop off di Jakarta Selatan. 

Sementara, mitra driver yang menggunakan kendaraan listrik akan terus dapat menjadi bagian dari layanan Gojek lainnya seperti GoFood, GoSend Instant, GoShop dan GoMart.

Penulis: Nanda Aria

Editor: Anju Mahendra

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU