25 C
Jakarta
Sabtu, 21 Mei, 2022

Grab Asia Tenggara Bidik Bursa Amerika Serikat Tahun Ini, Benarkah?

Duniafintech.com – Perusahaan ride hailing terbesar di Asia Tenggara, Grab bidik bursa Amerika Serikat dengan mempertimbangkan menjual saham perdananya (IPO) pada Tahun 2021 ini. Nilai yang diproyeksikan untuk IPO senilai US$2 miliar atau sekitar Rp28,19 triliun.

Dikutip dari laman Reuters, ada tiga sumber yang mengetahui rencana dari Grab ini. Salah satu dari sumber tersebut mengatakan keinginan Grab untuk IPO ini didorong oleh sejumlah minat dari para investor yang kuat atas kepemilikan saham perdananya di pasaran.

Jika rencana Grab bidik bursa Amerika Serikat ini terjadi, IPO yang diajukan akan menjadi yang terbesar yang dilakukan oleh perusahaan teknologi di Asia Tenggara. Tidak hanya itu, rencana ini tentu akan mengalahkan rekor Sea Group pada tahun 2018 yang telah mengumpulkan dana sebesar US$884 juta atau sekitar Rp12 triliun saat IPO di Amerika.

Selama pandemi, bisa dikatakan bahwa bisnis dari Grab sedang berjalan dengan baik dibandingkan tahun sebelumnya. Terbukti dengan pendapatan di sektor transportasi telah mencapai titik impas (normal). Selain itu, disusul juga oleh pendapatan dari sektor pesan antar makanan yang diprediksi akan mencapai tingkat yang sama pada akhir 2021.

Baca Juga:

Kendati demikian, hingga saat ini perusahaan yang berpusat di Singapur ini belum memberikan tanggapan ataupun komentar perihal rencana Grab bidik bursa Amerika Serikat. Jadi kebenarannya masih bersifat rumor, dan bisa saja nantinya akan mengikuti kondisi pasar.

Perlu diketahui bahwa Grab didukung oleh SoftBank Group Corp dan Mitsubishi UFJ Financial Group. Perusahaan ini telah menjadi dekakorn pertama di Asia Tenggara dengan valuasi mencapai US$16 juta atau sekitar Rp225,5 miliar. Selain itu pada Desember 202, grab juga telah mengantongi lisensi dari Bank Digital pemerintah singapura.

Grab-Gojek Batal Merger

Sumber Reuters lainnya mengatakan kabar rencana Grab untuk IPO di Amerika Serikat ini terdengar setalah recana merger Grab dan Gojek dibatalkan. Kabarnya Gojek dan salah satu ecommerce terbesar di Indonesia, Tokopedia sedang dalam pembicaraan untuk merger. Nilai dari merger Gojek-Tokopedia diproyeksikan senilai US$18 miliar.

Sementara, Grab saat ini tengah memperluas layanan disektor finansial miliknya. Melalui konsorsium Grab-Singapore Telecommunication Limited (Singtel), Grab juga telah mendapatkan izin operasi bank digital dari Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS).

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Utang Luar Negeri RI dari Singapura Turun, Nambah Rp17 Triliun di China

JAKARTA, duniafintech.com - Berdasarkan Statistik utang luar negeri (ULN) Indonesia yang dirilis Bank Indonesia (BI), terdapat 21 negara yang saat ini memberikan pinjaman untuk...

Tips Sri Mulyani Untuk Pengusaha Supaya Ekspor Dijamin Makin Lancar

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan para pelaku ekspor atau eksportir di Tanah Air, Indonesia, harus bisa mengembangkan produk sesuai dengan...

Negara Paling Bangkrut di Dunia, Indonesia Termasuk? Cek ini Faktanya..

JAKARTA, duniafintech.com - Ini dia negara paling bangkrut di dunia. Ada beberapa negara yang bangkrut akibat utang dan mengalami krisis ekonomi yang menyengsarakan. Saat Indonesia...

Aturan Terbaru Mendag Lutfi Setelah Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mencabut larangan ekspor minyak goreng dan bahan baku turunannya, dan selanjutnya untuk menindaklanjuti hal ini,...

Miskin Sawah Ekspor Beras 19 Ton Arab Saudi, Anies: Ini Bersejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin pelepasan ekspor 1 kontainer produk beras FS Yasamin ke Riyadh, Arab Saudi. Ekspor 19 ton...
LANGUAGE